Air PDAM Terganggu Hingga 2 Pekan Ini, Direktur PDAM Majene, Muhammad Arlin Aras : Ada Penyumbatan dan Kebocoran Pada Pipa, Sedang Dalam Pemeliharaan dan Pembersihan

- in BERITA, MAJENE, SULBAR
4453
0

 

Dirut PDAM Majene Ir Muhammad Arlin Aras,saat memberi materi pada Basic Training (Bastra) beberapa waktu lalu di Komisariat HMI STAIN Cabang Majene, Sulbar. (Foto FB)

SANDEQPOSNews.com, Majene — Air adalah bagian sumber pokok utama bagi kehidupan semua makhluk hidup, terutama bagi manusia. Untuk menjaga dan memelihara agar tetap bersih dan dapat dikonsumsi oleh setiap orang, maka negara mengatur melalui perusahaan yang dibentuk di setiap daerah, yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, air semakin dibutuhkan terutama air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci dan kakus (MCK), dan kebutuhan lainnya. Hal itu seiring berkembangnya jumlah manusia, baik penduduk lokal maupun penduduk yang datang beraktivitas di Majene, tidak karena bekerja semata namun juga menjadi tumpuan bagi ribuan orang yang menimba ilmu di kota pendidikan di Sulawesi Barat ini.

Pipa transmisi yang mengalami kebuntuan, tersumbat dan bocor sedang dalam tahap perbaikan khususnya aliran air PDAM di Jalur aliran Induk Mangge ke Passarang, Kel.Totoli BPMP Sulbar, Kel. Rangas, dan lingkungan Pa’leo Kelurahan Banggae, Majene. (Foto istimewa).

Dengan jumlah orang yang semakin berkembang itu membuat pula air semakin dibutuhkan. Namun pasokan air yang diolah oleh PDAM Majene belum mencukupi dikarenakan volume (stik) air yang belum memadai. Selain curah hujan yang rendah juga dipengaruhi oleh sarana tampung air yang belum maksimal, serta geografis yang melandai (berbukit-bukit) maupun gerusan sedimen alam (lumpur dan sebagainya) pada hilir sungai yang menimbulkan endapan hingga membuat instalasi aliran air di pipa tersumbat sehingga memengaruhi aliran debit air PDAM terhalang.

Seperti yang dialami instalasi transmisi pipa jalur wilayah Kelurahan Totoli yang meliputi Lingkungan Passarang, Passarang Selatan (sekitar STAIN dan SMK negeri 5 Majene), Jalur
BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan) Sulbar dan Lingkungan Pa’leo, Kelurahan Banggae, Majene.

Pada pipa transmisi tersebut yang besarnya 200 milimeter itu melangalami buntu (tidak mengalir) disebabkan adanya penyumbatan sedimen serta serak-serak akar yang mengakibatkan Pipa tersebut bocor hingga pecah, membuat distribusi air PDAM terganggu sejak 2 minggu lalu hingga saat kini.

“Iya, minggu lalu ada kerusakan jaringan pipa tapi sudah diatasi,” kata Direktur PDAM Majene, Ir. Muhammad Arlin Aras, kepada SANDEQPOSNews.com lewat WhatsApp, Rabu (12/6/2024).

Untuk mengatasi kebuntuan aliran air PDAM ke pelanggan di sekitar STAIN Majene, SMKN 5 Majene, BPMP Sulbar, Lingkungan Pa’leo, Kel. Banggae, Arlin mengatakan saat kini pihak tekhnisi PDAM Majene sedang melakukan perbaikan dan pemeliharaan sejak beberapa hari sejak pipa bocor tersebut diketahui.

“Saat ini sedang dilakukan pemeliharaan dan perbaikan pada pipa transmisi yang mengalami buntu dan bocor. Insyaa Allah akan segera dapat diatasi,” ujarnya.

Salah satu penyebab air PDAM tersumbat pada pipa transmisi adalah akar pohon yang di perlihatkan oleh salah satu tekhnisi. (Istimewa).

Arlin berharap kepada masyarakat pelanggan PDAM Majene agar bersabar dengan adanya kendala tersebut.

“Insyaa Allah tidak lama lagi akan kembali lancar, namun tetap kami berharap agar masyarakat pelanggan bersabar,” harap Arlin.

Berdasarkan laporan tenaga teknis di lapangan, menurut Arlin, Pipa transmisi yang bocor itu sudah dibersihkan dari sumbatan serta kebocoran, namun untuk bisa normal mengalir dan bersih dari lumpur dibutuhkan waktu paling cepat 2 hari untuk kembali normal.

Editor: Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *