Diagnosa Sementara 4 Ekor Sapi Mati Secara Tiba-tiba di Kabupaten Majene, Sulbar, Diduga Keracunan

- in BERITA, MAJENE, Peristiwa
6807
0
Tampak Kepala UPTD Puskeswan Majene, Hafid dengan memakai baju ala Astronot (anti virus) didampingi oleh Babinkamtibmas Kelurahan Lembang, Aipda Henri, sedang mengambil sampel air liur Seekor Sapi dari 4 ekor Sapi mati mendadak di Kubangan air, Minggu (2/6). Foto Humas Polres Majene.

SANDEQPOSNews.com, Majene — Berkaitan menjelang perayaan Idul Adha (qurban), Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), digegerkan dengan kematian secara tiba-tiba 4 ekor Sapi ternak di Lingkungan Leppe Barat, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, pada Minggu, 2 Juni 2024, kemarin.

Kematian tersebut membuat pemilik sapi ternak itu, Hadri (45 tahun), dibuat heran karena sebelumnya Sapi miliknya sedang baik-baik saja. Tidak saja Hasri, namun pengembala Sapi bernama Hamdan (40 tahun) juga terkejut dibuatnya. Karena saat itu dia sedang menjaga seekor Sapi betina yang lagi bunting dan diperkirakan hendak melahirkan, pada minggu (2/6) dini hari sekira pukul 02.00 WITA.

Karena waktu yang dinantikan untuk melahirkan anak Sapi tak kunjung tiba, Hamdan pun masuk ke rumahnya untuk beristirahat untuk tidur. Namun betapa kagetnya saat istrinya bernama Nurbaya, membangunkannya di pagi hari sekira pukul 06.30, WITa, bahwa ada Satu ekor Sapi muntah-muntah.

Hamdan yang dalam keadaan panik, dengan bermodal pengetahuan herbal, Ia mencoba meminumkan air kelapa kepada Sapi betina yang sedang muntah dan mengeluarkan cairan busa dari mulutnya serta darah dari matanya itupun sia-sia. Satu persatu dari 4 ekor Sapi milik Hasri akhirnya mati.

Berdasarkan laporan dari warga yang diterima, Bhabinkamtibmas Kelurahan Lembang, Polsek Banggae, Aipda Henri Suseno, melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perkebunan (Distanakbun) Majene, untuk mengambil sampel liur dan kotoran hewan ternak guna mengetahui penyebab kematian 4 ekor Sapi itu.

“Durasi kematian setiap ekor sapi berkisar antara 10 hingga 20 menit, mulai dari sapi betina yang hamil hingga sapi jantan, semuanya mati pada pukul 08.00, WITA, pagi, dengan kondisi yang sama,” ungkap Bhabinkamtibmas Lembang, Aipda Henri Suseno, dikutip Humas Polres Majene, Senin (3/6).

Menurut Aipda Henri, dari kejadian ini kerugian materil diperkirakan mencapai Rp50.000.000.

“Penyebab kematian ternak masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium Dinas Peternakan”, imbuh Henri.

Kata Aipda Henri, Polsek Banggae dan Distanakbun terus berupaya mengungkap misteri kematian sapi-sapi ternak ini, agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan untuk memberikan rasa aman kepada para peternak di wilayah tersebut.

Dihubungi terpisah, Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kab. Majene, Hafid mengatakan, hingga kini belum ada hasil uji laboratorium.

Namun Hafid menyebutkan tanda-tanda kematian 4 ekor Sapi itu adalah perut kembung, keluar air liur yang berlebihan disertai dengan busa.

“Diagnosa sementara kami adalah keracunan. Kami tidak bisa memastikan pakan tersebut terkontaminasi dengan racun karena tidak diuji di laboratorium sisa pakan yang diberikan oleh pemiliknya,” terang Hafid lewat Chat WhatsApp, Selasa pagi (4/6).

Menurut Hafid, sampel air liur Sapi itu dikirimkan ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda di Kab. Mamuju untuk diteliti di laboratorium atas permintaan pemilik Sapi, Hasri.

Ia menambahkan, “Kami dari Distanakbun mau mengambil sampel organ dalam ternak tersebut, tetapi pemilik ternak mengatakan tidak usah diambil organ dalamnya, cukup air liurnya saja.”

Editor: Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *