Inilah Nominal Zakat Fitrah 2024 Yang Harus Dibayarkan Setiap Muslim. Berikut Dalil, Tata Cara, dan Besaran Membayar Zakat Fitrah Sesuai Ketentuan dari BAZNAS

- in BERITA
5482
0
Ilustrasi ; Beras dan Uang yang Bisa diBayarkan sebagai zakat Fitrah. (Kolase DN)

SANDEQPOSNews.com, Indonesia — Menunaikan zakat adalah salah satu rukun Islam. Artinya, setiap umat Islam yang sudah memenuhi syarat wajib melaksanakannya untuk menyempurnakan ibadah. Salah satu zakat wajib adalah zakat fitrah.

Zakat fitrah wajib dibayar sejak awal Ramadhan sampai menjelang 1 Syawal. Dengan adanya ketentuan ini, setiap umat Islam tidak boleh meninggalkannya, sekalipun bayi yang lahir di akhir bulan Ramadan sebelum matahari terbenam.

Pengertian Zakat Fitrah dan Dalilnya
Sebelum masuk ke besaran zakat fitrah yang perlu dibayar, kita perlu mengetahui pengertian zakat fitrah. Dilansir dari laman BAZNAS, zakat fitrah atau zakat al-fitr yaitu zakat yang wajib ditunaikan bagi setiap jiwa baik itu laki-laki dan perempuan muslim pada bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut:

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ ، أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِّ ، وَالذَّكَرِ وَالأُنْثَى ، وَالصَّغِيرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلاَةِ

Artinya: “Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah atau satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim, baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Baginda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk salat (shalat Idul Fitri).” (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud)

Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap jiwa, dengan syarat beragama Islam, masih hidup di bulan Ramadhan, dan mempunyai kelebihan rezeki atau kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri.

Selain memenuhi rukun Islam dan mendapat pahala, zakat fitrah juga bertujuan untuk menyucikan kembali jiwa dan harta orang yang berzakat. Ibadah ini juga menjembatani hubungan kita dengan mustahik (orang yang membutuhkan).

Berapa Besaran Zakat Fitrah untuk tahun ini 2024?
Dilansir dari laman resmi BAZNAS, besaran zakat merupakan 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok (di daerah yang bersangkutan) setiap jiwanya. Namun pembayaran zakat ini juga dapat dinominalkan ke dalam uang.

Ketetapan besaran zakat fitrah ini diumumkan oleh ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA, di Jakarta pada Kamis (14/3/2024). Dalam keterangan itu tertulis bahwa Zakat Fitrah tahun 2024 dibayarkan sebesar Rp 45 ribu sampai Rp 55 ribu atau setara dengan 2,5 kg (3,5 liter beras premium).

Tata Cara Membayar Zakat Fitrah
Dikutip dari laman yang sama, berikut tata cara membayar zakat fitrah:

1. Tepat pada waktunya
Waktu ditunaikannya zakat fitrah adalah sejak awal Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri. Namun disunahkan pada waktu tertentu yaitu setelah salat Subuh hingga sebelum salat Idul Fitri di pagi hari 1 Syawal.

2. Menghitung besaran zakat fitrah dengan tepat
Sebelum membayarnya kepada pihak yang berwenang. Ada baiknya kita menghitung dan memastikan kembali besaran zakat yang telah ditentukan yaitu sebesar 1 shaq kruma/gandum atau 2,5 kg makanan pokok. Besarannya tidak boleh kurang namun boleh melebihi ketentuan.

3. Membaca doa/niat sebelum membayar zakat fitrah
Niat dapat dilafazkan atau dimantapkan di dalam hati. Niat zakat fitrah berbeda-beda, tergantung orang yang memberi zakat. Berikut adalah niat-niat zakat fitrah:

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri adalah ;
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aalaa, Artinya ; “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta’âlâ.”

Niat zakat fitrah untuk Istri:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an zaujatii fardhan lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta’âlâ.”

Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki:
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri ‘an waladii … fardhan lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku…. (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta’âlâ.”

Niat zakat fitrah untuk anak perempuan:
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an binti (sebutkan nama) fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta’ala,”

Niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘anni wa ‘an jami’i ma talzamuni nafawatuhum fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardhu karena Allah Ta’ala,”

Niat zakat fitrah untuk orang yang diwakilkan
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an (sebutkan nama) fardhan lillahi ta’ala

Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama spesifik), fardu karena Allah Ta’ala,”

Untuk membayar atau mengeluarkan zakat Fitrah boleh langsung diberikan kepada yang berhak (Fakir dan Miskin), juga boleh diserahkan ke panotia zakat fitrah di Masjid-masjid, atau kantor Bazda (badan Amil Zakat daerah).

Selain itu juga boleh langsung Membayar Zakat melalui Situs BAZNAS. Ini bagi muslim yang berhalangan membayar zakat fitrah secara langsung ke panitia setempat (sekitar lingkungan rumah atau panitia zakat), maka dapat melakukannya secara online melalui laman resmi BAZNAS, berikut tata caranya:

1. Buka link website BAZNAS https://baznas.go.id/bayarzakat
2.nPilih “Zakat Fitrah” untuk menentukan jenis dana.
3. Masukkan jumlah jiwa yang akan membayar zakat.
4. Isi nominal besaran zakat fitrah.
5. Isi data diri yaitu nama lengkap, nomor handphone yang bisa dihubungi, dan alamat email.
6. Pastikan semua telah terisi dengan lengkap kemudian klik bagian “Pembayaran”.
7. Pilih metode pembayaran.
8. Pada bagian metode pembayaran, akan terlihat bacaan niat zakat fitrah bagi diri sendiri dan untuk keluarga.
9. Klik “Bayar” untuk menyelesaikan pembayaran.
10. Jika sudah selesai, akan muncul keterangan “pembayaran berhasil”. (*)

Siapa Saja Yang Berhak Menerima Zakat Fitrah, Apakah Boleh Kepada Orang Tua, Saudara, atau Anak? Berikut Penjelasan Qur’an dan Hadis

Safari Ramadhan ke Majene, Kapolda dan Ketua PD Bhayangkari Sulbar Serahkan Bantuan ke Anak Yatim Piatu

 

Apa yang Dilakukan pada Malam Ganjil 10 Hari Terakhir Ramadhan? Berikut Hadis Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam serta Jadwal Imsakiyah dan Malam Ganjil Ramadhan 2024

 

Dorong Pembayaran THR Pekerja, Pemprov Sulbar Buka Posko Pengaduan THR

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *