BMKG Peringatkan Kewaspadaan, Wilayah Sultan Batara : Besok Hujan Lebat dan Angin Kencang

- in BERITA, LINTAS DAERAH
5389
0
Ilustrasi: Kapal Motor Sanur sandar di pelabuhan Passarang Selatan Majene, Sulbar. (SANDEQPOSNews.com/ Dokumen Daeng Nompo’

SANDEQPOSNews.com, Indonesia Timur — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, untuk besok Selasa 6 Februari 2024.

Menurut peringatan dini BMKG, sejumlah daerah perlu waspada cuaca ekstrem hujan lebat, hujan petir dan angin kencang. Di antaranya adalah wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara (Sultan Batara) diperkirakan akan mengalami dampak cuaca ekstrim tersebut.

Dilansir dari BMKG, berikut rincian peringatan dini cuaca ekstrem di Indonesia:

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang:
Sumatera Barat
Riau
Bengkulu
Jambi
Sumatera Selatan
Kep. Bangka Belitung
Lampung
Banten
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jawa Timur
Nusa Tenggara Barat
Nusa Tenggara Timur
Kalimantan Barat
Kalimantan Tengah
Kalimantan Utara
Kalimantan Timur
Kalimantan Selatan
Sulawesi Utara
Sulawesi Tengah
Sulawesi Barat
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Maluku Utara
Papua Barat
Papua

Wilayah yang berpotensi hujan petir yang dapat disertai kilat dan angin kencang:
Bali
Maluku
Wilayah yang berpotensi angin kencang:
Aceh

Pemicu Cuaca Ekstrem
BMKG menyebutkan, pusat tekanan rendah terpantau berada di daratan Australia Bagian Utara.

Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin (konvergensi) di Teluk Carpentaria dan menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dari Teluk Carpentaria hingga Australia bagian utara.

Sementara itu, Sirkulasi Siklonik terpantau di Samudra Hindia barat daya Banten dan Samudra Pasifik utara Papua yang membentuk daerah konvergensi memanjang di perairan barat Bengkulu hingga Lampung dan di Papua Barat hingga Papua.

Daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Kep. Bangka Belitung hingga Laut Jawa, dari Jawa Barat hingga Jawa Tengah, dari Laut Jawa hingga Selat Makassar, dari Jawa Timur hingga NTB, di NTT, dari Kalimantan Utara hingga Kalimantan Timur, dan dari Sulawesi Tengah hingga Sulawesi Tenggara.

Wilayah konfluensi terpantau berada di Laut Jawa, di Laut Banda, Laut Aru, dan Samudra Hindia selatan Jawa – NTT.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah low level jet/konvergensi/konfluensi tersebut. (*)

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *