Kabupaten Majene Dua Kali Diguyur Hujan, Suhu Panas Mulai Dingin Mendung Pagi Ini Menutup Langit

- in BERITA, MAJENE, SULBAR
1461
0
Kondisi terkini langit di Katas Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, tertutup mendung, Rabu (18/10). Foto DN/SANDEQPOSNews.com.

SANDEQPOSNews.com, Majene — kabupaten majene sulawesi barat sudah dua kali diguyur hujan hingga membuat suhu panas berangsur dingin.

Pagi ini langit kabupaten Majene kembali diselimuti mendung, Rabu (18/10/2023) dengan awan mendung ini atmosfer kabupaten majene menjadi dingin. Suhu berada di kisaran 26° celcius.

Majene mulai diguyur hujan disertai angin kencang terjadi di sebagian wilayah kab. Majene pada Sabtu malam 14 Oktober 2023 pukul 22.23, wita dan berhenti pada pukul 22.59, wita.

Hujan kedua pada Rabu malam (17/10/), sekira pukul 21.00, wita. Hujan yang sempat deras dengan angin kencang ini tidak berlangsung lama, hanya beberapa menit saja. Namun mampu menetralisir suhu panas menjadi dingin.

Sebelumnya Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan, suhu panas di Indonesia baru mulai menurun di bulan November 2023.

“Dalam beberapa kesempatan disampaikan bahwa suhu maksimum ini berlanjut hingga Oktober dan akan turun di November 2023 seiring dimulainya musim hujan di Indonesia,” kata Guswanto kepada Kompas.com, Senin (9/10/2023).

Namun kata dia, suhu panas ini tidak akan mencapai 40 derajat. Berdasarkan pengamatan pada tanggal 7-8 Oktober 2023 misalnya, suhu tertingginya sebesar 38,3 derajat celcius di Kertajati, Majalengka, Jawa Barat.

Diketahui, suhu maksimum harian adalah suhu tertinggi yang terjadi dalam waktu sehari atau selama 24 jam.

“Tidak sampai ke 40 derajat celcius atau belum ada indikasi bahwa suhu maksimum di Indonesia mencapai 40 derajat celcius sampai saat ini,” jelas Guswanto.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, setidaknya ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab suhu panas di sejumlah wilayah di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir.

Di antaranya yakni pertumbuhan awan, peralihan musim hingga posisi Matahari.

Andri membeberkan, saat ini kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia terutama di Jawa hingga Nusa Tenggara (termasuk Jabodetabek) didominasi oleh kondisi cuaca yang cerah dan sangat minimnya tingkat pertumbuhan awan terutama pada siang hari.

“Kondisi ini tentunya menyebabkan penyinaran Matahari pada siang hari ke permukaan Bumi tidak mengalami hambatan signifikan, sehingga suhu pada siang hari di luar ruangan terasa sangat terik,” ujarnya, seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/9/2023). (*)

 

Angkasa Kabupaten Majene Pagi ini Diselimuti Mendung Tebal dan Dingin, Setelah Beberapa Pekan Terpapar Suhu Panas

 

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *