50 Mubaligh Disiapkan Pemkab Majene Untuk Ceramah di Masjid-masjid selama Ramadan 1441 Hijriah

- in BERITA, MAJENE, SULBAR
130
0

50 Mubaligh Disiapkan Pemkab Majene Untuk Ceramah di Masjid-masjid selama Ramadan 1441 Hijriah

Sekda Majene, H. Ardiansyah. (Dok – sandeqposnews.com)

SANDEQPOSNews.com, Majene — Ramdan 1444 Hijriah tinggal 2 hari lagi atau jatuh pada 23 Maret 2023, berdasarkan hitungan hilal awal bulan yang biasa ditetapkan oleh pemerintah melalui kementerian agama Republik Indonesia.

Untuk memaksimalkan visi- misi bupati Majene H Andi Achmad Syukri Tammalele (AST) dan wakil bupati Aris Munandar (ASTARIS) lewat Religius yang dikemas dalam Majene Unggul, Mandiri, dan Religius (UMR), Pemerintah Kabupaten Majene menyiapkan 50 Mubaligh yang akan ceramah selama bulan suci Ramadan.

Para mubaligh ini ditugaskan selain menyampaikan siar Islam juga membantu pemerintah daerah untuk mensosialisasikan program yang telah dilaksanakan selama ini.

“Kita libatkan 50 mubaligh untuk menyasar masjid di Majene. Mereka akan diberi materi dakwah ramadan bekerja sama dengan Kemenag. Sehingga program yang telah dilakukan bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ujar Sekkab Majene, Ardiansyah saat memimpin pertemuan antara Pemkab Majene, Kemenag, TNI, Polri, dan para mubalig di ruang pola kantor Bupati Majene, Selasa (21/3).

Ardiansyah menuturkan tujuan kegiatan itu untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan ulama.

“Kemudian kita dialog membahas kegiatan selama bulan Ramadan,” tambahnya.

Ia berharap para mubaligh yang diturun dapat membawakan ceramah di masjid, bukan hanya berkaitan dengan puasa dan zakat. Tetapi berharap para dai menyampaikan tema lain yang menyangkut situasi terkini kondis Kabupaten Majene.

Lanjut Ardiansyah, tema yang dimaksud seperti pentingnya menjaga kesehatan terutama mengatasi stunting.

“Majene angka stuntingnya tinggi, olehnya itu dibutuhkan peran ulama untuk menyampaikan berapa pentingnya menjaga kesehatan agar terhindar dari stunting,” ungkapnya.

Kemudian tema ekonomi, sebentar lagi pembangunan IKN selesai. “Kitakan harus meningkatkan ekonomi masyarakat, untuk mendukung itu masyarakat harus aktif didalamnya untuk mendukung IKN ini, seperti bercocok tanam,” ungkapnya.

Cara berdagang yang sesuai dengan tuntutan agama. Agar tidak menyalahi aturan seperti mengurangi takaran.

“Kami berharap para ulama membantu pemerintah daerah untuk mengsosialisasikan program daerah disela ceramah ramadan selama bulan puasa,” pintanya.

Editor: Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *