Awal Ramadan 1444 Hijriah Umat Islam Indonesia Dipastikan Bersamaan Berdasarkan Posisi Bulan

- in BERITA, NASIONAL
533
0

Awal Ramadan 1444 Hijriah Umat Islam Indonesia Dipastikan Bersamaan Berdasarkan Posisi Bulan

Panorama senja detik-detik Awal malam 1 Ramadan 1444 Hijriyah/Rabu 22 2023, di Pebukitan Passarang Selatan Kelurahan Totoli Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Foto Daeng Nompo’/SANDEQPOSNews.com.

SANDEQPOSNews.com, Sulawesi ─ Umat Islam Indonesia diastikan memasuki awal Ramadhan 1444 Hijriah secara bersamaan Kamis (23/3/2023) berdasarkan posisi bulan. Namun, untuk hari raya Idul Fitri 1444 H kemungkinan ada perbedaan hari.

Berdasarkan citra hilal yang diperoleh tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Hilal adalah bulan sabit tipis yang terlihat setelah Matahari terbenam setelah konjungsi atau kesegarisan Matahari-Bulan-Bumi terjadi. Lemahnya cahaya hilal dengan latar belakang langit senja yang masih terang serta kondisi atmosfer Bumi yang kotor membuat hilal sulit diamati.

BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA

Citra hilal yang diperoleh tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Hilal adalah bulan sabit tipis yang terlihat setelah Matahari terbenam setelah konjungsi atau kesegarisan Matahari-Bulan-Bumi terjadi. Lemahnya cahaya hilal dengan latar belakang langit senja yang masih terang serta kondisi atmosfer Bumi yang kotor membuat hilal sulit diamati.

Awal Ramadhan 1444 Hijriah atau 2023 Masehi diperkirakan akan dirayakan umat Islam Indonesia secara bersama,. Karena awal hari dalam penanggalan Islam dimulai selepas Matahari terbenam, maka shalat Tarawih akan mulai dilaksanakan Rabu (22/3/2023) malam. Namun, kesatuan awal Ramadhan ini kemungkinan besar tidak akan terjadi pada Idul Fitri 2023.

Melansir dari Kompas.id ; Posisi Bulan Menyatukan Awal Ramadhan 1444 Hijriah, Profesor Riset Astronomi-Astrofisika Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Indonesia, Kementerian Agama (Kemenag), Thomas Djamaluddin, di Jakarta, Senin (20/3/2023), mengatakan kesamaan memasuki awal bulan (month) Ramadhan 2023 ini karena dipersatukan oleh posisi Bulan (moon).

”Posisi hilal (bulan sabit tipis yang terlihat selepas Matahari terbenam) sudah cukup tinggi sehingga memenuhi kriteria wujudul hilal (terbentuknya hilal) dan MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) baru,” ungkap Prof Djamaluddin.

Ia menambahkan, Kriteria wujudul hilal dan MABIMS baru adalah dua kriteria utama penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia. Kriteria awal bulan Hijriah ini menjadi titik temu antara pengguna metode hisab dan rukyat serta menjadi ijtihad ilmiah untuk menyatukan umat.

Konjungsi atau kesegarisan Matahari-Bulan-Bumi yang menandai fase bulan baru dan perhitungan bulan baru dalam penanggalan Bulan terjadi pada Rabu (22/3/2023) pukul 00.23 WIB. Konsekuensinya, sesuai data Ephemeris Hisab Rukyat 2023, Kemenag, posisi hilal saat Matahari terbenam di seluruh Indonesia pada Rabu petang akan memiliki tinggi 7,01 derajat-8,72 derajat dan elongasi atau jarak Matahari dan Bulan mencapai 7,94 derajat-9,54 derajat.

Berdasarkan kriteria awal bulan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) baru, yang mensyaratkan awal bulan Hijriah dimulai ketika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat (dihitung secara toposentrik atau dari permukaan Bumi), maka pada Rabu petang sudah masuk bulan Ramadhan. Karena itu, 1 Ramadhan 1444 kemungkinan akan dimulai Kamis (23/3/2023).

Meski demikian, hasil perhitungan itu masih akan menunggu proses pembuktian melalui rukyat atau pengamatan hilal oleh sejumlah lembaga dan organisasi masyarakat (ormas) Islam yang akan dilakukan Rabu petang (22/3)di berbagai wilayah Indonesia. Hasil rukyat itu akan dibawa ke sidang isbat atau penetapan yang akan dilakukan Kemenag, .

”Sidang isbat itu dilakukan oleh pemerintah sebagai pemegang otoritas negara untuk memverifikasi hasil hisab dan rukyat yang telah dilakukan berbagai pihak,” kata Thomas dalam BRIN Insight Every Friday, Jumat (3/3/2023) lalu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 6 Februari 2023 lalu, juga menetapkan awal Ramadhan tahun ini jatuh pada 23 Maret. Ketetapan ini dihasilkan dari perhitungan hisab menggunakan kriteria wujudul hilal.

“Muhammadiyah menetapkan (awal bulan Hijriah) tidak berdasarkan penampakannya, tetapi posisi geometris Matahari, Bumi, dan Bulan,” kata Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dalam konferensi pers yang dilakukan secara hibrida.

“PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadhan 1444 H jatuh pada hari Kamis Pon, 23 Maret 2023; kedua, 1 Syawal jatuh pada hari Jumat Pahing, 21 April 2023; ketiga, 1 Zulhijah 1444 H jatuh pada hari Senin Legi, 19 Juni 2023,” kata Muhammad Sayuti, Sekretaris PP Muhammadiyah, saat membacakan maklumat Pimpinan PP Muhammadiyah dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube Muhammadiyah Channel, Senin (6/2/2023) lalu.

Baca ini juga :

Untuk Nahdlatul Ulama (NU), meski juga menggunakan kriteria MABIMS baru dalam penentuan awal bulan Hijriah, mereka menghitung elongasi secara geosentrik atau dari pusat Bumi. Berdasarkan hisab NU, awal Ramadhan 1444 juga akan jatuh pada 23 Maret 2023. Namun, untuk kepastiannya, NU masih akan menunggu rukyat yang akan dilakukan dari berbagai wilayah di Indonesia. Sesuai hasil Muktamar Ke-30 NU Tahun 1999, hukum mengamati hilal adalah fardu kifayah atau kewajiban komunal. Hasil rukyat itu akan dibawa ke sidang isbat Kemenag.

Namun, kesamaan memasuki awal Ramadhan 2023 ini sepertinya tidak akan sama ketika Idul Fitri datang. Konjungsi awal bulan Syawal 1444 H akan terjadi pada Kamis (20/4/2023) pukul 11.12 WIB. Akibatnya, saat Matahari terbenam pada Kamis petang, tinggi hilal hanya mencapai 0,85 derajat-2,36 derajat dan elongasi 1,48 derajat-3.09 derajat.

Dari data itu, hilal sudah terbentuk dan berada di atas ufuk atau terbenam setelah Matahari terbenam. Namun, hilal belum bisa diamati. Akibatnya, Muhammadiyah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1444 pada 21 April, sedangkan pemerintah, NU, dan sejumlah ormas Islam lain kemungkinan akan ber-Idul Fitri pada 22 April.

”Perbedaan akan terjadi saat posisi Bulan berada di antara dua kriteria awal bulan Hijriah yang digunakan di Indonesia (wujudul hilal dan MABIMS baru),” tambah Djamaluddin.

Perbedaan yang terjadi pada Ramadhan 1444 nanti adalah kebalikan dari yang terjadi pada Ramadhan 1443 atau 2022. Saat itu, Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan lebih dulu satu hari sebelum penetapan pemerintah, tetapi semua ber-Idul Fitri bersamaan.

Oleh karena itu, selama perbedaan kriteria awal bulan Hijriah di Indonesia masih ada dan belum ada kriteria tunggal, maka perbedaan awal Ramadhan, Idul Fitri, atau Idul Adha masih akan terus terjadi. Perbedaan kriteria itu bukan masalah hisab dan rukyat seperti anggapan masyarakat awam selama ini karena kedua hal itu hanyalah metode.

Selama menggunakan kriteria awal bulan yang sama, metode hisab atau rukyat tidak menjadi masalah karena hisab dan rukyat sejatinya saling mendukung. Tanpa ada kriteria, hasil hisab tidak akan berarti apa-apa. Dengan kriteria pula, hasil rukyat bisa diverifikasi kebenarannya, bahkan ditolak jika posisi hilal masih dibawah kriteria.

”Kriteria awal bulan Hijriah ini menjadi titik temu antara pengguna metode hisab dan rukyat serta menjadi ijtihad ilmiah untuk menyatukan umat,” katanya.

Menteri Agama Lukman Hakim Disebut KPK Ikut Terima Suap Bersama Rommy

Kepala BPIP Menuai Kritikan Bebagai Kalangan Karena Sebut Agama Jadi Musuh Terbesar Pancasila

Bupati dan Wakil Bupati Bayar Zakat Fitrah Lebih Awal di Basnas

Jadwal Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Idul Fitri Tahun 2023

Informasi penetapan awal puasa 2023 tanggal berapa menurut PP Muhammadiyah dan perkiraan pemerintah sudah diketahui. Lantas kapan libur nasional Hari Raya Idul Fitri 2023? Adakah cuti bersama Lebaran 2023?

Masih merujuk pada SKB 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2023, pemerintah menetapkan sederet tanggal merah libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 2023. Ada 2 hari libur nasional Lebaran 2023 dan 4 hari cuti bersama Lebaran 2023. Berikut ini rinciannya:

Libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 2023:

  1. Tanggal 22 April 2023 (Sabtu): Libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 2023 / 1444 Hijriah
  2. Tanggal 23 April 2023 (Minggu): Libur Nasional Hari Raya Idul Fitri 2023 / 1444 Hijriah

Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2023:

  1. Tanggal 21 April 2023 (Jumat): Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2023 / 1444 Hijriah
  2. Tanggal 24 April 2023 (Senin): Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2023 / 1444 Hijriah
  3. Tanggal 25 April 2023 (Selasa): Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2023 / 1444 Hijriah
  4. Tanggal 26 April 2023 (Rabu): Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri 2023 / 1444 Hijriah. (*)
*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *