Kasihan, Banyak Warga Korban Gempa Bumi Majene Berutang di Toko, Berharap Bayarnya Setelah Dana Stimulan Cair

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, NASIONAL, SULBAR
393
0

Kasihan, Banyak Warga Korban Gempa Bumi Majene Berutang di Toko, Berharap Bayarnya Setelah Dana Stimulan Cair

Ilustrasi : Aliansi mahasiswa dan warga Malunda demo Kantor Bupati Majene(7/3/2022). Mereka menuntut agar dana stimulan bagi korban gempa segera disalurkan, termasuk relokasi bagi warga yang hingga kini masih tinggal di pengungsian. (Foto Irwan Fals).
[divider][/divider]
SANDEQPOSNews.com, Majene – Sangat kasihan setelah terkuak banyak warga korban gempa bumi Majene berutang di Toko untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Kejadian menyedihkan itu terungkap setelah Koordinator Aliansi Malu Ulumanda (AL – MALU) Munir bertemu dengan gubernur Sulawesi barat, Akmal Malik, Munir menginginkan agar bantuan stimulan tahap kedua ini dipercepat pencairannya.

Sebab kata dia, selama ini masyarakat korban gempa itu sangat yakin akan ada pencairan dana stimulan sebagai ganti rugi atas kerusakan rumah dan kehilangan harta benda saat gempa bumi terjadi pada 15 Januari 2021 lalu.

“Pemahaman masyarakat bahwa stimulan ini akan cair, sehingga mereka berani berhutang ke toko,” ungkapnya, saat dikonfirmasi, Minggu 29 Januari 2023, kemarin lalu.

Apa lagi, menurut Munir, bulan ramadan akan tiba lagi. Karena rumah yang rusak di Malunda dan Ulumanda belum layak ditempati untuk berpuasa.

“Olehnya kami minta pada gubernur untuk mempercepat proses pencarian bantuan stimulan ini,” ungkapnya.

Ia berharap Gubernur segera menyelesaikan permasalahan ini. Karena Al Malu juga bingung harus menjawab apa bila ditanya oleh masyarakat. Dimana saat masyarakat terbebani karena banyak masyarakat yang sudah mengambil hutang ditoko dan pembayarannya melalui bantuan dana stimulan ini akan cair.

Berita Terkait :

Ada dua opsi yang ditawarkan yaitu Apakah Gubernur langsung ke pusat dan mengikuti regulasi dari BNPB.

“Kalau pun pusat tidak mampu membiayai semua ini, maka kami meminta kepada Gubernur untuk mengikuti regulasi BNPB yaitu rusak ringan ditanggung kabupaten, sedan ditanggung provinsi, dan berat ditanggung pusat,”.

Kata dia, Al Malu juga ingin meminta kepada Gubernur Sulbar agar mempercepat proses pencarian bantuan stimulan tahap kedua. “Kami minta dipasilitasi kepusat agar bantuan ini bisa segera cair,” ungkapnya.

Lanjut Munir, Al Malu sudah bertemu dengan Gubernur Sulbar dan tidak bisa menjawab karena data data dan peraturan itu belum ia lihat. Namun Gubernur Sulbar meminta waktu sepuluh hari untuk mencari apa masalahnya hingga bantuan ini belum cair. “Olehnya itu kami menunggu,” ungkapnya.

Sementara pengunjukrasa lainnya, Idris, mengatakan kalau ada jalan untuk mempercepat proses pencarian bantuan stimulan tahap kedua ini, maka jalan itu yang harus ditempuh oleh Gubernur Sulbar.

“Itu yang kami minta, kami sangat berharap pak gubernur bisa membantu kami,” ujarnya.

Nikita Mirzani Sumbang Rp 200 Juta untuk Korban Gempa Majene dan Banjir Kalsel

(SAN)

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *