Kalak BPBD Majene, Ilhamsyah : Pemerintah Sejauh Ini Sudah Maksimal Menangani Dampak Korban Gempa di Majene

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, NASIONAL, SULBAR
293
0

Kalak BPBD Majene, Ilhamsyah : Pemerintah Sejauh Ini Sudah Maksimal Menangani Dampak Korban Gempa di Majene

Sekda Majene, Ardiansyah saat berkunjung ke kantor BNPB Pusat terkait Dana Stimulan dan Rehab korban Gempa tektonik Kab. Majene, belum lama ini. (ist).

SANSEQPOSNews.com, Majene — Gempa Bumi (tektonik) yang terjadi di Kabupaten Majene Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021 atau memasuki hari ke-774, sampai detik Pemerintah Kabupaten Majene serius dalam melakukan penanganan korban gempa, rehabilitasi dan lainnya di Majene.

Kepala Pelaksana Badan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Kalak BPBD) Majene, Ilhamsyah Dj,, Sos, MM, menegaskan apa yang telah dilakukan pemerintah Kabupaten Majene, maupun pihak pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, sejauh ini sudah sangat maksimal dalam menangani dampak korban gempa di Kecamatan Malunda dan Ulumanda.

“Jadi kalau ada yang menuding kami tidak serius itu keliru, pak gubernur juga sudah memerintahkan pak bupati dan pak sekprov untuk segera mengirim tim guna berkoordinasi dengan pihak BNPB (badan Nasional penanggulangan bencana) Pusat. Ini dalam rangka percepatan bantuan stimulan dan itu sudah kami lakukan, pak gubernur juga cukup konsen dan memperhatikan upaya tindak lanjut dengan persolan penanganan dampak gempa,” tandas Ilhamsyah, saat dikonfirmasi via Handphone, Rabu (1/2/2023).

Menurutnya, belum lama ini Ia bersama pak Bupati sudah menemui Deputy Rehabilitasi dan Rekontruksi BNPB Pusat, termasuk sekda Majene juga sudah menemui salah satu direktur yang menangani dampak gempa di BNPB Pusat.

“Soal penanganan dampak gempa di Majene yang dibilang tidak serius, lamban dan banyak drama, ini juga perlu kami klarifikasi. Kalau kita bandingkan dengan Mamuju yang hingga saat ini masih dalam tahap verifikasi data, artinya masih tahapan di tengah-tengah, sementara di Majene sudah ditahapan ujung, itu menandakan bahwa kami ini sangat serius,” ujarnya.

Hanya saja kata Ilhamsyah, persoalan bantuan stimulan ini memerlukan proses panjang, apalagi anggaran pusat, bukan daerah. Dan BNPB pusat juga punya SOP tersendiri, “hanya saja yang jadi kendala saat ini sedang tahap perbaikan data, itu juga sudah ada titik temunya.”

“Insya Allah dalam waktu dekat data hasil perbaikan sudah diajukan kembali ke pusat, kita juga menyadari bahwa masyarakat ingin cepat tuntas. Intinya untuk Majene sudah final, meskipun ada sedikit perbaikan data, dan terakhir jumlah total yang kita usulkan ke PNPB pusat sebanyak 4089 KK, dengan nilai total anggaran Rp69 miliar lebih, hanya saja masih melalui proses sesuai SOP pihak BNPB, termasuk proses reviu di API dan Inspektorat BNPB,” pungkasnya.

Editor : Daeng Nompo'
daengnompokku33@yahoo.com
*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *