Surat Edaran Dewan Pers tentang Independensi Wartawan dan Pemuatan Iklan Politik di Media Massa

- in BERITA, NASIONAL, POLITIK
286
0

Surat Edaran Dewan Pers tentang Independensi Wartawan dan Pemuatan Iklan Politik di Media Massa

ilustrasi : Dr. H. Naskah Nabang (pegang mc) ketua PWI Sulbar, selaku moderator pada WorkShop peliputan usai pemilu Legislatif dan Pilpres 2019, yang dilaksanakan oleh Dewan Pers, di Mamuju, Sulbar, 20 Oktober 2019, lalu. (dokumen – SANDEQPOSNews.com/DN-image).

 

SANDEQPOSNews.com, Jakarta, Berdasarkan Surat Edaran Dewan Pers Nomor: 02/SE-DP/II/2014, Tentang Independensi Wartawan dan Pemuatan Iklan Politik di Media Massa, yang ditandatangan oleh Ketua Dewan Pers Bagir Manan, di Jakarta, pada 24 Februari 2014 lalu.

Dalam rangka, menghadapi pelaksanaan Pemilihan Umum, Dewan Pers mencermati beberapa persoalan pers yang harus menjadi perhatian komunitas pers. Persoalan tersebut, antara lain, menyangkut independensi wartawan dan perusahaan pers serta pemuatan iklan politik peserta Pemilu. Dewan Pers menerima banyak laporan terkait penggunaan perusahaan pers oleh pemiliknya, terutama televisi, untuk kepentingan golongan atau partai politik tertentu. Dalam kasus lain, penyelenggara Pemilu (KPU/KIP/Bawaslu/Panwaslu), juga meminta pendapat Dewan Pers terkait pemuatan iklan politik di media massa yang mereka nilai tidak sesuai peraturan.

Menyikapi beberapa persoalan tersebut, dengan berpedoman kepada UU No.40/1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik, Dewan Pers menyampaikan beberapa hal sebagai berikut:

Pelaksanaan Pemilu 2014 menjadi momentum besar bagi pers untuk menunjukkan fungsinya sebagai media informasi, pendidikan, dan kontrol sosial secara independen. Apakah pers berhasil melalui tantangan ini akan diukur dari kemampuannya dalam turut menyukseskan Pemilu melalui liputan berkualitas. Karena itu, Dewan Pers menyerukan kepada komunitas pers agar tetap menjaga integritas dan martabat sebagai pranata publik yang independen, menjadikan Pemilu sebagai momentum guna meningkatkan profesionalitas. Pers tidak boleh sekali-kali merendahkan martabat serta menggoyahkan sendiri kebebasan dan independensi, sekedar menjadi alat keberpihakan kepada kepentingan politik partisan sesaat.

“Wartawan dan perusahaan pers harus bersikap adil dan independen dalam memberitakan peserta Pemilu. Semua peserta selayaknya mendapat kesempatan yang sama dalam pemberitaan, dan atau diberikan kesempatan yang sama dalam pemuatan iklan. Sikap adil dan independen harus ditegakkan sebagai wujud upaya menjaga integritas pers dan memperjuangkan kepentingan publik. Integritas pers yang terjaga akan memperkuat kebebasan pers di negeri kita,” kata Bagir Manan kala itu dalam surat edaran tersebut.

Sebelum memuat iklan politik peserta Pemilu, perusahaan pers harus memperhatikan bahwa pemuatan iklan tersebut sesuai dengan ketentuan-ketentuan di dalam UU Pemilu, UU Pers, UU Penyiaran (untuk media penyiaran), Peraturan KPU, dan Etika Pariwara Indonesia.

Perusahaan pers harus menegakkan prinsip “pagar api” yang tegas membedakan antara iklan politik dan berita ataupun iklan yang ditulis dengan menggunakan model dan struktur berita (pariwara). Pemuatan iklan harus disertai keterangan yang jelas sebagai iklan. Penegakan prinsip ini menjadi satu upaya serius untuk menjaga integritas pers dan independensi ruang redaksi selama proses Pemilu, sekaligus sikap jujur pers kepada publik yang berhak mendapat informasi yang benar.

Dewan Pers mempedomani ketentuan di dalam UU Pers dan KEJ dalam menindak perusahaan pers yang diduga melanggar ketentuan terkait berita atau iklan politik. Sedangkan sanksi terhadap peserta Pemilu sebagai pihak pemasang iklan di media massa, sesuai ketentuan UU Pemilu, akan diselesaikan oleh lembaga penyelenggara Pemilu (KPU/KIP/Bawaslu/Panwaslu). (*)

Baca ini :

Rumah Wartawan Media Harian Ikut Hancur Diterjang Banjir Bandang

Walau Perut Keroncongan, Sejumlah Wartawan Tetap Meliput RDP Yang Alot dan Menegangkan itu Antara Pemkab dengan DPRD Majene

Pers Kecolongan (?) : Menggemparkan Dunia Pers, 14 Tahun Jadi Wartawan TV Ternyata Intel Polisi, Kini Dilantik Jadi Kapolsek di Blora

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *