Unjuk Rasa Mahasiswa HMI STAIN Majene : Tuntut Swalayan Disanksi Karena Langgar Jam Operasional

- in BERITA, MAJENE, PENDIDIKAN, SULBAR
543
0

Unjuk Rasa Mahasiswa HMI STAIN Majene : Tuntut Swalayan Disanksi Karena Langgar Jam Operasional

Asap hitam mengepul dari pembakaran ban bekas di depan kantor bupati Majene atas aksi unjuk rasa mahasiswa HMI Komisariat STAIN, Majene, Senin (5/12). (DN/sandeqposnews.co.m).

sandeqposnews.com, Majene —
Belasan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat STAIN Majene, melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor bupati Jl. Jenderal Gatot Subroto, tepatnya trans Sulawesi poros Majene-Mamuju, Senin pagi (5/12/2022).

Akibatnya jalan trans Sulawesi tersebut macet total karena membakar ban bekas hingga mengepulkan asap hitam. Sat lantas Polres Majene dipimpin langsung oleh kasat Lantas Iptu Muhammad Irwan mengalihkan kendaraan dari arah utara kota kabupaten Majene ke gang membelok ke belakang kantor bupati.

Secara bergantian para aktivis hijau hitam itu berorasi di tengah padat arus lalulintas dengan asap hitam mengepul di antara mereka oleh ban bekas yang dibakar di atas jalan aspal.

Koordinator lapangan unjuk rasa, Ahmad Samsuddin mengatakan, aksi hari itu dilakukan untuk menagih janji Pemkab Majene segera membuka dan menyelesaikan persoalan jalan ke kampus STAIN Majene, (saat ini masih dalam kasus sengketa, red).

“Sudah lama jalan STAIN Majene ditutup warga karena belum dibayarkan, oleh Pemda Majene,” ungkapnya di sela aksi unjuk rasa.

Usai aksi unjuk rasa di tengah jalan, para mahasiswa menemui Wakil Bupati Majene Aris Munandar di ruang pola kantor bupati, yang didampingi Kasat Pol PP Zainal Arifin, Kadis PTSP Majene Lis Herawati, kadis Perkimtan Ahmadiah, serta sejumlah pejabat struktural terkait.

Wakil bupati mengatakan, jalan menuju STAIN Majene saat kini dalam proses penyelesaian kasus tanah sementara berjalan.

“Saat ini kami selalu berkomunikasi dengan ahli waris pemilik lahan dan BPN, pada intinya kami sudah siapkan anggaran, namun sisa menunggu penyelesaian administrasi tanah tersebut yaitu sertifikat tanah, hingga saat ini kami belum tahu dimana lokasinya itu sertifikat tanah, berdasarkan informasi sertifikat asli dipegang oleh Isti mantan pengacara Hudong (Pemilik lahan red), yang saat berada di Jakarta, olehnya itu kita rencana akan ke Jakarta untuk ketemu dengan istri mantan pengacara Hudong ini,” ungkapnya.

Selain kasus penyegelan akses jalan ke kampus STAIN Majene, mahasiswa ini juga menyinggung sejumlah pasar modern yang dianggap menyalahi Perda Nomor 19 tahun 2015, tentang penetapan jam operasional pasar modern.

“Dalam Perda tersebut mengatur tentang jam buka pasar modern, yaitu pukul 10:00 pagi hingga pukul 22:00,” ungkapnya.

Ahmad mencontohkan, pasar modern seperti mini market buka hingga 24 jam, sehingga melanggar Perda yang sudah disepakati antara Pemkab Majene dengan pihak manajemen swalayan mini market.

“Inikan menyalahi Perda yang sudah dibuat, akibatnya banyak pedagang tradisional yang dirugikan. Untuk itu kami minta Pemda Majene segera menutup mini market yang melanggar Perda tersebut,” tandas Ahmad.

Wakil bupati menjelaskan, terkait jam operasional pasar modern Pemda Majene telah menindaklanjuti tuntutan mahasiswa.

“Insya Allah jam operasional pasar modern akan mengikuti Perda Nomor 19 tahun 2015, yaitu Senin hingga Jumat dibuka mulai pukul 10.00 hingga 22.00, sedangkan Sabtu dan Minggu dibuka pukul 10.00 hingga pukul 23.00,” kata wakil bupati di hadapan mahasiswa HMI STAIN Majene.

Dari kiri :Kadis PTSP Majene Lis Herawati, kadis Perkimtan Ahmadiah, wakil bupati Aris Munandar, Kasat Pol PP Zainal Arifin (atas), mahasiswa HMI Komisariat STAIN Majene (bawah).  (DN/sandeqposnews.com).

Unjuk rasa ini berlangsung damai dikawal oleh personil gabungan Polres Majene dipimpin oleh kabag ops AKP Suparman, Kasat Samapta Iptu H. Hammadiah, Kasat Intel Hardiman, dan Sat Pol PP Pemkab Majene.

Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *