Pelecehan : Pria Remaja Ini Terancam Pasal KUHP Berlapis, Ini Yang Dilakukannya… 

- in BERITA, HUKRIM, MAJENE, SULBAR
416
0

Pelecehan : Pria Remaja Ini Terancam Pasal KUHP Berlapis, Ini Yang Dilakukannya…

Tampak tertunduk memakai baju aranye,. Terduga pelaku pelecehan terhadap anak dibawah umur dan seorang mahasiswi di rumah kos. (DN/SANDEQPOSNews.com).

sandeqposnews.com, Majene — Seorang pria remaja berinisial T berusia 19 tahun, postur tubuh sedang dengan menggunakan baju warna oranye layaknya seorang tahanan, Ia menunduk lesuh saat digiring keluar dari hotel Prodeo (tahanan) Mapolres Majene oleh seorang detektif Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Majene untuk di bawa ke hadapan Konferensi Pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, di Aula Mapolres Majene, Rabu menjelang sore 30 November 2022.

T adalah terduga pelaku pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur dan seorang mahasiswi di  salah satu perguruan tinggi di Majene, yang juga berusia 19 tahun.

Tidak saja melakukan tindak pidana pelecehan, namun pelaku juga diduga melakukan pencurian di rumah -rumah kos mahasiswi, itu berdasarkan laporan yang diterima oleh Polres Majene, terungkap pada konferensi Pers tersebut yang dilaksanakan oleh Sat Reskrim yang disampaikan oleh Kapolres di hadapan sejumlah pewarta, bahwa Polres Majene menerima tiga laporan dari para korban pelecehan yaitu, pertama Laporan Nomor – LP/83/ IX /2022 / POLDA SULBAR /RES MIN/SPKT, tanggal 12 September 2022 (Perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur), kedua LP/111/XI/2022/POLDA SULBAR/RES MIN/SPKT, tanggal 13 November 2022 (Pencurian), dan ketiga LP/115/XI/2022/POLDASULBAR/RES MJN/SPKT, tanggal 27 November 2022 (Kekerasan Seksual).

Atas laporan tersebut, Kapolres mengatakan, serangkaian penyelidikan dilakukan oleh personil gabungan fungsi intelijen dan Reskrim, T yang beraklamat di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae itu, akhirnya diamankan di Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, pada 27 November 2022.

“Motifnya untuk melampiaskan Hasrat nafsu, sehingga modus terduga pelaku melakukan terlebih dahulu pengintaian (mengintip) korban, lalu melakukan aksinya,” ujar Kapolres.

Pelaku Pelecehan Anak Kos Mahasiswi Disertai Kekerasan Ditangkap Sat Reskrim Polres Majene 

Korban Pertama Dibawah Umur

Kapolres menyebutkan terduga pelaku melakukan aksi pelecehan itu sejak bulan September dan bulan November 2022. Seperti dituturkan Kapolres, pada bulan September dini hari sekira pukul 04:00 Wita, terduga pelaku masuk ke kamar kos korban yang masih berusia dibawah umur (17 tahun) di salah satu perumahan di Kec. Banggae Timur, Majene. Pelaku masuk melalui jendela kamar.

Melihat korbannya yang tertidur pulas, ia langsung memeluknya. Namun sadar bahwa korbannya sudah bangun, terduga pelaku langsung ke atas tubuh korban dan mencekik lehernya, disertai dengan ancam membunuh jika korban berteriak.

“Kalau teriak’ko, kubunuh’ko,” ancam pelaku.

Selanjutnya, melakukan pelecehan di wajah korban, serta bagian sensitif lainnya lalu naik ke tubuh korban. Saat itu korban mulai berontak dan langsung berteriak minta tolong, sehingga pelaku bergegas keluar dan melarikan diri.

Korban kedua Mahasiswi

Bukan itu saja, OTK ini pun juga melakukan tindak kekerasan seksual dengan cara masuk ke kamar tidur mahasiswi lalu tidur di sampingnya kemudian melakukan pelecehan. Korban tidak menyadari karena tidur pulas.

Kapolres menjelaskan, terduga pelaku yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh itu dalam keteranganya, sebelum melancarkan aksinya pelaku sudah melakukan pengintaian terhadap korbannya di rumah kos.

Awalnya pelaku bernafsu melihat korban yang saat itu hanya mengenakan sarung sedang menjemur  pakaian.

“Selanjutnya menunggu malam tiba sekira pukul 24:00 Wita, sebelum aksi awalnya terduga pelaku memancing hasratnya dengan menonton film pornografi lewat handphone milik temannya di penginapan Nusabila,” ungkap Kaplres.

Saat hasratnya memuncak, Kapolres jelaskan, terduga pelaku mulai melancarkan aksinya sekira pukul 03:00 Wita, dengan mendatangi rumah kos korbannya.

“Melihat pintu kamar korban tidak terkunci, ia pun dengan gampang melancarkan aksinya. Terduga pelaku langsung berbaring di samping korban yang sudah tertidur pulas, lau meraba milik sensitif korban. Pelaku pun berfantasi mengelus-elus “Anu-nya” sendiri.

“Menyadari keberadaan pelaku, korban sengaja menggerakkan kakinya untuk meraih handphone-nya. Sementara pelaku yang merasa aman karena merasa keberadaannya tidak diketahui oleh korban, kembali berbaring di samping korban, namun beberapa menit setelah azan subuh pelaku akhirnya memutuskan untuk pulang,” sebut Kapolres dalam keteranga pers.

“Saat terduga pelaku berada di depan pintu, korban langsung berteriak sehingga pelaku langsung berlari.”

Dari hasil penangkapan itu,  polisi menyita sejumlah barang bukti milik pelaku dan korban, yaitu 2 lembar celana panjang jeans, satu kaos lengan panjang, satu daster lengan panjang, satu jaket, selembar dalaman, satu rok panjang, serta sebuah sajam, ikat pinggang, dan satu unit sepeda motor milik pelaku yang dikendarai saat diamankan di kelurahan Rangas, Kec. Banggae,  Majene.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 6 Huruf B Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2022, tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun, dan atau pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Disangkakan pula pasal berlapis, yakni Pasal 82 Ayat 1 Jo 76E Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016, tentang perlindungan anak dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling 15 tahun serta denda sebanyak 5 Milyar.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *