Pelaku Pelecehan Anak Kos Mahasiswi Disertai Kekerasan Ditangkap Sat Reskrim Polres Majene 

- in BERITA, HUKRIM, MAJENE, SULBAR
519
0

Pelaku Pelecehan Anak Kos Mahasiswi Disertai Kekerasan Ditangkap Sat Reskrim Polres Majene

Kapolres Majene AKBP Febriyanto Siagian didampingi Kasat Reskrim Iptu Budiadi, kasi humas Iptu Muhammad Irwan, dan KBO Reskrim, Kasi Propam Iptu Abdul Rajab, kanit penyidik Bripka Arifuddin, serta anggota Reskrim Polres Majene, memperlihatkan barang bukti. (DN/SANDEQPOSNews.com).

sandeqposnews.com, Majene — Sejumlah Mahasiswi sepekan terakhir ini resah dengan aksi teror pelecehan disertai kekerasan dan pencurian di rumah-rumah kos mereka oleh orang tak dikenal (OTK) saat larut malam, kini pelakunya sudah ditangkap oleh satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Majene, Sulawesi Barat,

Tidak saja dengan cara mengintip-intip lewat ventilasi atau celah kamar kos, namun juga masuk  ke kamar kos mencuri barang berharga milik mahasiswi.

Bukan itu saja, OTK ini pun juga melakukan tindak kekerasan seksual dengan cara masuk ke kamar tidur mahasiswi lalu tidur di antaranya kemudian melakukan kekerasan seksual.

Dilansir dari rilis humas Polres Majene, para mahasiswi tersebut kini bisa bernapas lega, pasalnya terduga pelaku telah dibekuk oleh Kepolisian Resor Majene, kini telah berhasil diamankan di Kelurahan Rangas, Kec. Banggae, Kab. Majene, Sulawesi Barat, pada Minggu (27/11/22) lalu pukul 21:30, Wita.

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian, SH, S.I.K, M.Si, di damping Kasat Reskrim Iptu Budiadi, SH, S. Sos, MH, Kasi Humas Iptu Muhammad Irwan, SH, personil Reserse dan Humas Polres Majene, memberikan keterangan pers di hadapan sejumlah jurnalis dari berbagai media massa, di Aula Mapolres, Rabu (30/11/22) .

Kapolres menjelaskan, terduga pelaku berinisial T (usia 19 tahun ) sehari-harinya bekerja sebagai buruh yang beralamat di Kelurahan Lembang, Kec. Banggae Timur, Kab Majene, itu dalam keterangan laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Majene dengan Nomor : LP/115/XI/2022/Polda Sulbar/Res Majene/ SPKT tanggal 27 Nopember 2022, kata Kapolres, bahwa terduga pelaku T sebelum melancarkan aksinya sudah melakukan pengintaian terhadap korbannya di Kos Hijau Toska, dimana terduga pelaku T bernafsu melihat lekukan tubuh korbannya yang saat itu hanya mengenakan sarung saat sedang menjemur menjemur pakaian.

“Selanjutnya menunggu malam tiba, sekira pukul 24:00 Wita awalnya terduga pelaku T memancing hasratnya dengan menonton film pornografi lewat handphone milik temannya di penginapan Nusabila,” ungkap Kaplres.

Saat hasratnya memuncak, Kapolres jelaskan, terduga pelaku mulai melancarkan aksinya sekira pukul 03:00 Wita, dengan mendatangi rumah kos korbannya yang telah diintai sebelumnya.

“Melihat pintu kamar korban tidak terkunci, ia pun dengan gampang melancarkan aksinya. Terduga pelaku langsung berbaring di samping korban yang sudah tertidur pulas, lau meraba milik sensitif korban. Pelaku pun berfantasi mengelus-elus “Anu-nya” sendiri.

“Menyadari keberadaan pelaku, korban F (19) sengajak menggerakkan kakinya untuk meraih handphone-nya. Sementara terduga tersangka yang merasa aman karena merasa keberadaannya tidak diketahui oleh korban, kembali berbaring di samping korban, namun beberapa menit setelah azan subuh pelaku akhirnya memutuskan untuk pulang,” sebut Kapolres dalam keteranga pers.

“Saat terduga pelaku berada di depan pintu, korban langsung berteriak sehingga pelaku langsung berlari.”

Kasus Kekerasan Seksual Berikutnya

Berdasarkan keterangan pelapor dalam laporan berikutnya dengan nomor : LP/83/IX/2022/Polda Sulbar/Res Majene/SPKT, tanggal 12 September 2022, juga ternyata pelaku tindak asusila di rumah kos mahasiswi merupakan pelaku yang sama.

Kronologis

Seperti dituturkan Kapolres, sekira pukul 04:00 Wita, terduga pelaku masuk ke kamar kos korban IR (17 tahun) di rumah Kos di salah satu perumahan di Kelurahan Tande Timur, Kec. Banggae Timur, Majene. Pelaku masuk melalui jendela kamar.

Melihat korbannya yang tertidur pulas, ia langsung memeluknya. Namun sadar bahwa korbannya sudah bangun, terduga pelaku langsung naik ke atas tubuh korban dan mencekik leher korban.

“Kalau teriakko, kubunuh’ko,” ancam pelaku.

Selanjutnya, terduga pelaku mencium bagian sensitif di wajah korban,  sembari meraba bagian lebih sensitif bagian atas dan bawah milik korban. Saat itu korban mulai berontak dan langsung berteriak minta tolong, sehingga pelaku bergegas keluar dan melarikan diri.

Pelaku inisial T ini, di hadapan penyidik mengakui perbuatan asusila tersebut telah dilakukan berulang kali di sejumlah rumah kos mahasiswi di kelurahan Lembang dan kelurahan Tande Timur, Kec. Banggae Timur, Majene.

Menurut Kapolres, seluruh aksi asusila pelaku dilakukan terencana, dengan mengintai terlebih dahulu para korbannya, lalu masuk ke kamar saat penghuni kos sudah pulas.

Dari hasil penangkapan itu,  polisi menyita sejumlah barang bukti milik pelaku dan korban, yaitu 2 lembar celana panjang jeans, satu kaos lengan panjang, satu daster lengan panjang, satu jaket, selembar dalaman, satu rok panjang, serta sebuah sajam, ikat pinggang, dan satu unit sepeda motor milik pelaku yang dikendarai saat diamankan di kelurahan Rangas, Kec. Banggae,  Majene.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 6 Huruf B Undang-undang RI Nomor 12 Tahun 2022, tentang tindak pidana kekerasan seksual dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun, dan atau pasal 289 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 tahun.

Disangkakan pula pasal berlapis, yakni Pasal 82 Ayat 1 Jo 76E Undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016, tentang perlindungan anak dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling 15 tahun serta denda sebanyak 5 Milyar.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *