Tular Nalar Mafindo Gelar Edukasi Literasi Digital Bagi Lansia dan Pemilih Pemula di Majene

- in BERITA
286
0

Tular Nalar Mafindo Gelar Edukasi Literasi Digital Bagi Lansia dan Pemilih Pemula di Majene

Foto Mafindo

SANDEQPOSNews.com, Majene — Mitra Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) melalui program Tular Nalar menggelar literasi digital bagi lansia (lanjut usia) dan pemilih pemula, di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Sulawesi Barat, Minggu 27 Nopember 2022.

Kegiatan ini diawali dengan Akademi Digital Lansia yang diikuti para lansia dari kelompok Prolanis dari berbagai Puskesmas di wilayah ini. Para peserta diedukasi oleh Fasilitator Tular Nalar tentang berbagai aplikasi percakapan, manfaat dan resiko yang sering kali muncul jika tidak digunakan secara bijak.

Koordinator Fasilitator Tular Nalar Sulbar, Dedy Aswan mengatakan berbagai data menunjukkan bahwa penggunaan internet di Indonesia menimbulkan kesenjangan jika dilihat dari usia penggunanya.

Survei yang dilakukan Katadata Insight Center dan Kominfo pada tahun 2021 menunjukkan kelompok lansia (baby boomer) berusia 55-70 tahun hanya 3,6 persen pengguna internet dalam studi tersebut. Olehnya itu lansia juga dianggap sebagai kelompok usia yang perlu cakap dalam dunia digital.

“Karena cakap digital bukan hanya dimiliki oleh yang muda atau profesional, tapi juga bagi lansia. Dalam tatanan keluarga merupakan orang yang di pandang, maka dari itu kecakapan digital dibutuhkan agar dapat menjadi contoh buat anak dan cucunya. Para lansia juga diajak kritis dalam dunia digital agar tidak terjebak informasi hoaks dan lainnya,” kata Dedy Aswan.

Dalam kegiatan digital ini, para peserta antusias dan menyampaikan keluhannya dalam menggunakan aplikasi percakapan saat mendapatkan edukasi, diantaranya nyaris jadi korban penipuan, menerima informasi hoaks dan keluhan lainnya.

Peserta juga diajari cek fakta melalui platform Chatbot Kalimasada Mafindo dengan mengirim pesan whatsApp ke nomor 0859 21 600 500.

“Ini banyak sekali manfaatnya bagi saya, mengapa? informasi hoaks selama ini beredar lewat internet, melalui handphone yang kita lihat selama ini. Alhamdulillah, dari pelatihan ini kita akan mengetahui untuk mengecek informasi hoaks atau tidak,” kata seorang peserta, Ardin.

Salah satu fasilitator Tular Nalar, Irwan Abdul Latif, memberikan edukasi dan sistem cek fakta di medsos. Irwan juga kontibutor MetroTV di Sulbar. (Foto Mafindo). 

Sekolah Kebangsaan Bagi Pemilih Pemula

Kegiatan Tular Nalar Mafindo ini juga dibantu oleh mahasiswa Teknik Pendidikan Universitas Negeri Makassar (UNM) yang sedang KKN di kabupaten Majene, itu juga menggelar Sekolah Kebangsaan bagi pemilih yang berasal dari siswa Sekolah Menangah Atas (SMA) dan mahasiswa.
Para peserta ini diajak untuk memahami makna Pemilu sebagai wadah demokrasi dan peran penting pemilih pemula.

Dedy Aswan menjelaskan, pemilih pemula ini diajak untuk berpikir kritis sebagai bekal berpartisipasi dalam Pemilu. Apalagi, kata dia, tantangan Pemilu 2024 mendatang diprediksi akan sama dengan Pemilu sebelumnya yakni akan banyak hoaks, politisasi SARA dan ujaran kebencian.

“Ini adalah salah satu kegiatan Tular Nalar yakni Sekolah Kebangsaan dikhususkan remaja. Tujuannya memberikan pengetahuan bagi pemilih pemilih tentang demokrasi, mencegah penyebaran hoaks, ujaran kebencian, politisasi SARA yang beredar di masyarakat melalui dunia digital,” kata dia.

Dalam pelaksanaannya, peserta diajak untuk berpikir kritis dalam melihat informasi yang beredar di dunia digital. Termasuk diberi pemahaman cek fakta setiap informasi yang diterima melalui berbagai platform yang dimiliki Mafindo dan tools lainnya.

Diantaranya melalui Chatbot Kalimasada (0859-21-600-500), Aplikasi Hoax Buster Tools, http://cekfakta.com, http://turnbackhoax.id
Google Reverse Image dan aplikasi lainnya. Tujuan utamanya dari Tular Nalar ini, agar para pemilih pemula cakap digital, berpatisipasi dalam pemilih dan menjadi pemilih yang cerdas.

Sumber Rilis : Tular Nalar Mafindo
Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *