Bupati Majene Percepat Pulang Dari Lawatan Kerja, Langsung ke Lokasi Banjir

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, SULBAR
317
0

Bupati Majene Percepat Pulang Dari Lawatan Kerja, Langsung ke Lokasi Banjir

Buapti Majene AST meninjau lokasi jembatan penyeberangan antar desa yang rusak parah banjir bandang, Rabu (23/11). (Abrar Kabid Media Diskoinfokom Majene).

sandeqposnews.com, Majene — Buapti Majene H.   Andi Achmad Syukri Tammalele (AST), SE, MM, mempercepat lawatan kerjanya untuk langsung le lokasi banjir dan longsor di kecamatan Ulumanda dan Malunda, Rabu (23/11/2022).

Bupati disertai Dandim 1401 Majene Letkol Inf. Ricab Harisab, S. I. P,  M.I.M, dan sejumlah pimpinan OPD (organisasi perangkat daerah), itu melihat langsung kondisi kerusakan parah akibat banjir bandang dan longsor yang melanda dua dusun yakni, dusun Tatibajo dan Sambalagia di Desa Salutambung, Kec. Ulumanda. Dan sejumlah titik banjir di kec. Malunda.

Selain kunjungan tersebut, bupati AST juga menyerahkan bantuan logistik berupa Sembako dari Pemkab Majene, serta bantuan seniali Rp533.917.600 dari kementerian sosial Republik Indonesia, di pengungsian Puskesma Ulumanda.

“Semoga saudara-saudara kita yang mengalami bencana alam tabah dan tetap semangat untuk menjalani kehidupan ini lebih baik. Saya sangat prihatin akhir-akhir ini daerah kita mengalami bencana alam, baik banjir bandang maupun Longsor. Itu semua di luar dari kehendak kita, sehingga kita tetap bersama-sama introspeksi diri untuk melakukan hal yang baik, dan kita tetap sabar dan selalu berdo’a agar Allah Subhanahu wata ‘ala senantiasa menjaga kita dan memberi keberkahan bagi daerah kita maupun setiap pribadi manusia atas ujian yang selama ini diberikan oleh Allah, aamiin,” kata bupati AST berharap agar semua masyarakat Majene tetap bersabar dan semangat menghadapi bencan alam ini.

Berdasarkan data dari BPBD Majene, terdapat 22  rumah/(Kepala Keluarga) hanyut dan  30 rumah/(kepala Keluarga) di dua dusun Tatibajo dan Sambalagia Desa Salutambung, mengalami rusak berat, dengan jumlah penduduk 173 Jiwa yang mengungsi ke kota desa Salutambung di jalan trans sulawesi poros Majene-Mamuju.

Foto Abrar Effendy Kabid Informasi dan media Dinas Infokom Majene/kolase sandeqposnews.com.

Berikut Data BPBD Majene per tanggal 19 November 2022 :

– Kecamatan Ulumanda  :

Bencana Longsor di Desa Sambabo, cakupan dampak Longsor tertutup akses menuju wilayah  Desa Ulumanda, Desa Popenga, Desa Kolehalang dan desa Kabiraan.

– Kecamatan Malunda :
Banjir di Desa Lombong
mengakibatkan 1240 unit/KK rumah terendam banjir dan 3 Unit rumah Hanyut di Kel. Malunda dan 2 unit rumah hanyut di desa bambangan.

– Banjir di Lingk. Banua, Kel. Malunda, dan Desa Lombong Timur,
Desa Bambangan.

Kecamatan Tubo Sendana :
– Sejumlah titik banjir dan jembatan putus di Kecamatan Tubo Sendana
– Longsor bukit Sangiang,  di  Desa Tubo

– Dusun Tubo Apoang Desa Tubo Poang di sekitar lokasi perbaikan jembatan sungai Tubo akses trans Sulawesi poros Majene -Mamuju  2 KK (8 Jiwa penduduk) 2  rumah terendam banjir.

– Dusun Tubo Masigi, Desa Tubo Apoang,26 KK (104 jiwa penduduk)
26 rumah terendam banjir.

– Dusun Tubo Masigi Dhua, Desa Tubo Apoang
7 KK (28 Jiwa penduduk) 7 rumah terendam banjir.

– Dusun Tubo Dalam, Desa Tubo Apoang 5 KK (20 jiwa penduduk) 5 rumah terendam bnjir.

– Kecamatan Tammeroddo Sendana :
– Bencana Banjir dan Longsor menyebabkan Kerusakan Akses Jalan dan Jembatan penghubung antar Desa seppong dengan desa Manyamba terputus.
– Jembatan Penghubung Manyamba dengan Desa Tallangbalao terputus.
– Longsor di beberapa titik pada ruas jalan Desa Manyamba.
– Abrasi pada Aliran sungai Tallangbalao yang mengancam wilayah permukiman warga

– Kecamatan Banggae :
– Sungai meluap di Lingk. Galung, Kel. Banggae.
– 16 rumah di Lingk. Deteng-deteng, Kel. Baru terendam Banjir.
– Sejumlah rumah terendam banjir di Lingk. Saleppa, Kel. Banggae.

– Kecamatan Banggae Timur :
– Banjir puluhan rumah terendam di Lingk. Pakkola, Lingk. Lipu, Lingk. Lutang, Lingk. Tunda, Lingk. Lembang.

Sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di tengah kota kabupaten Majene pada Kamis pagi 27 Oktober 2022. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir, tanggul sungai Saleppa yang berada di sisi kanan jembatan dari arah pusat pertokoan (Pustok) memgalami ambruk.

Selain itu sejumlah lapak gerobak ikut terseret arus air, serta kerusakan pada jalan di bilangan pasar dan jalan kabupaten lainnya.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *