Korban Banjir Bandang Majene Terima Bantuan Sembako Dari Kapolres Majene dan Ketua Bhayangkari Cabang Majene

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, SULBAR
302
0

Korban Banjir Bandang Majene Terima Bantuan Sembako Dari Kapolres Majene dan Ketua Bhayangkari Cabang Majene

Kapolres Majene AKBP Febriyanto Siagian didampingi ketua Bhayangkari Cabang Majene, Ny. Febriyanto, dan waka Polres Majene kompol Syaiful Isnaeni, serta sejumlah perwira Polres dan Polsek Banggae dan pengurus Bhayangkari, menyalurkan bantuan sembako kepada ratusan pengungsi korban banjir bandang di Majene, Rabu (23/11). (Foto humas Polres Majene).

sandeqposnews.com, Majene — 173 penduduk menjadi korban bencana banjir bandang di Dusun Tatibajo dan Sambalagia, Desa Salutambung, Kecamatan Ulumanda, pada Jum’at (18/11/2022) lalu, kini diungsikan sementara waktu ke Puskesmas Ulumanda di jalan trans Sulawesi poros Majene-Mamuju. Akibat rumah mereka hanyut dan rusak berat.

Berdasarkan data dari BPBD Majene, terdapat 22  rumah/(Kepala Keluarga) hanyut dan  30 rumah/(Keala Keluarga) Rusak Berat, dengan jumlah penduduk 173 Jiwa.

Dalam kondisi tersebut, Kapolres Majene AKBP Febriyanto Siagian, SH, S.I.K, M.Si didampingi Ketua Bhayangkari Cabang Majene, Ny. Febriyanto, melakukan kunjungan langsung ke tenda-tenda pengusiang dan langsung membagikan bantuan berupa sembilan bahan makanan pokok (Sembako).

Tidak itu saja, saat berada di tenda pengungsian, ketua Bhayangkari Majene dan sejumlah pengurus Bhayangkari memberikan konseling psikis dengan berdialog langsung menghibur para pengungsi, terutama bagi anak-anak yang turut menjadi korban banjir, agar psikologis mereka kembali pulih.

Kunjungan langsung oleh Kapolres dan ketua Bhayangkari itu didampingi Waka Polres Majene,  Kompol Syaiful Isnaeni, SH, S.I.K, sejumlah perwira dan Kapolsek Malunda IPTU Irene Martina Rumaropen, S.I.K, serta sejumlah personil Polres Majene dan Polsek Malunda.

“Kehadiran kami di tengah-tengah korban banjir untuk meringankan beban, juga menghibur (konseling) untuk meringankan pilu,” ujarnya dikutip oleh humas Polres Majene, Rabu (23/11).

Menurut Kapolres, pihaknya sudah mendata seluruh rumah warga yang mengalami kerusakan maupun yang hanyut terbawa arus banjir. Pendataan itu, kata Kapolres, agar ke depan bantuan yang datang akan diprioritaskan kepada warga yang betul-betul terdampak banjir.

“Kami memberikan bantuan berupa pakaian, makanan dan peralatan mandi, diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang menjadi korban,” ujarnya.

Salah satu warga korban bencana bernama aco indra mewakili para korban bencana banjir mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian resor majene atas bantuan yang diterima, “terima kasih kepada kapolres majene yang sudah menyalurkan bantuan, insya allah dapat mengurangi beban penderitaan saudara-saudara kami seluruh pengungsi yang ada disalutambung.” Tuturnya

“Yang jelas kami sudah memerintahkan kepada seluruh personel untuk mengawal bantuan yang akan disalurkan kepada para korban agar tepat sasaran,” tandas perwira berpangkat dua melati itu.

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari para pengungsi, juga dari pemerintah. Warga pengungsi menyampaikan terima kasih kepada pihak Polres Majene atas perhatian dan bantuan yang serahkan.

“Terima kasih banyak pak atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada kami yang terdampak banjir, semoga segala kebaikan yang diberikan dilipat gandakan pahalanya oleh Tuhan semesta alam,” ucap salah satu perwakilan warga pengungsi.

Foto humas Polres Majene /kolase SANDEQPOSNews.com.

Para pengungsi banjir bandang ini, tidak saja berarap bantuan logistik untuk makan dan minum,  namun juga mengharapkan dari Pemerintah daerah bantuan fisik untuk membangun kebali rumah mereka yang hanyut dan rusak diterjang bencana alam itu.

Jum’at pagi kemarin banjir bandang akibat hujan deras terus-menerus membuat sungai meluap hingga menghanyutkan dan memporak-porandakan ratusan rumah tersebut, hingga akses jalan untuk keluar dari dua dusun itu sangat ekstra jati-hati karena melalui sungai besar yang mengalir air deras.

Selain karena geografis pegunungan, juga karena terjadi longsor di dua dusun itu, serta akses jalan untuk keluar ke kota desa Salutambung di trans Sulawesi poros Majene-Mamuju sangat sulit.

Untuk memberikan pertolongan pertama saat peristiwa itu, Kapolsek Malunda IPTU Irene Martina Rumaropen bersama personilnya menyisir dusun Tatibajo dan Sambalagia dengan berjalan kaki berkilo-kilometer jauhnya.

Melawewati medan yang cukup berat, menapak hutan dan jalan curam, personil Polsek Malunda akhirnya menemukan sejumlah warga yang terjebak di tengah hutan lagi diguyur hujan.

Iptu Irene saat  itupun langsung membagikan makanan terbungkus yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Tidak sampai di situ, mantan Kanit PPA Sat Reskrim Polres Majene itu pun melanjutkan perjalanan hingga jauh ke dalam untuk mencari salah satu warga yang sedang sakit.

Selain banjir bandang, sejumlah Desa di kecamatan yanh diliputi pegunungan itu, secara bersamaan juga terjadi  Longsor di Desa Sambabo hingga menutup akses jalan ke Desa Ulumanda, Desa Popenga, Desa Kolehalang dan desa Kabiraan.

Berikut Data BPBD Majene per tanggal 19 November 2022 :

– Kecamatan Ulumanda  :

Bencana Longsor di Desa Sambabo, cakupan dampak Longsor tertutup akses menuju wilayah  Desa Ulumanda, Desa Popenga, Desa Kolehalang dan desa Kabiraan.

– Kecamatan Malunda :
Banjir di Desa Lombong
mengakibatkan 1240 unit/KK rumah terendam banjir dan 3 Unit rumah Hanyut di Kel. Malunda dan 2 unit rumah hanyut di desa bambangan.

– Banjir di Lingk. Banua, Kel. Malunda, dan Desa Lombong Timur,
Desa Bambangan.

Kecamatan Tubo Sendana :
– Sejumlah titik banjir dan jembatan putus di Kecamatan Tubo Sendana
– Longsor bukit Sangiang,  di  Desa Tubo

– Dusun Tubo Apoang Desa Tubo Poang di sekitar lokasi perbaikan jembatan sungai Tubo akses trans Sulawesi poros Majene -Mamuju  2 KK (8 Jiwa penduduk) 2  rumah terendam banjir.

– Dusun Tubo Masigi, Desa Tubo Apoang,26 KK (104 jiwa penduduk)
26 rumah terendam banjir.

– Dusun Tubo Masigi Dhua, Desa Tubo Apoang
7 KK (28 Jiwa penduduk) 7 rumah terendam banjir.

– Dusun Tubo Dalam, Desa Tubo Apoang 5 KK (20 jiwa penduduk) 5 rumah terendam bnjir.

– Kecamatan Tammeroddo Sendana :
– Bencana Banjir dan Longsor menyebabkan Kerusakan Akses Jalan dan Jembatan penghubung antar Desa seppong dengan desa Manyamba terputus.
– Jembatan Penghubung Manyamba dengan Desa Tallangbalao terputus.
– Longsor di beberapa titik pada ruas jalan Desa Manyamba.
– Abrasi pada Aliran sungai Tallangbalao yang mengancam wilayah permukiman warga

– Kecamatan Banggae :
– Sungai meluap di Lingk. Galung, Kel. Banggae.
– 16 rumah di Lingk. Deteng-deteng, Kel. Baru terendam Banjir.
– Sejumlah rumah terendam banjir di Lingk. Saleppa, Kel. Banggae.

– Kecamatan Banggae Timur :
– Banjir puluhan rumah terendam di Lingk. Pakkola, Lingk. Lipu, Lingk. Lutang, Lingk. Tunda, Lingk. Lembang.

Sebelumnya, banjir bandang juga terjadi di tengah kota kabupaten Majene pada Kamis pagi 27 Oktober 2022. Akibatnya ratusan rumah terendam banjir, tanggul sungai Saleppa yang berada di sisi kanan jembatan dari arah pusat pertokoan (Pustok) memgalami ambruk.

Selain itu sejumlah lapak gerobak ikut terseret arus air, serta kerusakan pada jalan di bilangan pasar dan jalan kabupaten lainnya.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *