Laporan Anggota Sat Lantas Polres Majene : Arus Lalulintas Sudah Lancar di Longsoran Bukit Sangiang Poros Majene-Mamuju Jalur Trans Sulawesi

- in BENCANA, BERITA, LINTAS DAERAH, MAJENE, SULBAR
399
0

Laporan Anggota Sat Lantas Polres Majene : Arus Lalulintas Sudah Lancar di Longsoran Bukit Sangiang Poros Majene-Mamuju Jalur Trans Sulawesi

Bripda Alif bhakti Brata, anggota Sat Lantas Polres Majene. (screenshot video/ist).

sandeqposnews.com, Majene — Arus lalulintas di Jalur trans Sulawesi poros Majene-Mamuju di lokasi Longsor bukit Sangiang, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, kini sudah lancar untuk dilewati berbagai jenis kendaraan.

Hal itu dilaporkan oleh anggota Sat Lantas Polres Majene, Bripda Alif bhakti Brata, melalui unggahan video yang disahre ke humas Polres Majene, Senin siang (21/11/202), sekira pukul 13:00, waktu Indonesia tengah.

Bripka Alif mengatakan, arus lalulintas sudah bisa dilalui. Dan cuaca pada hari ini cerah.

“Kami melaporkan kondisi terkini lalulintas terpantau aman dan lancar, cuaca cukup cerah dan kami masih melakukan sistem buka tutup,” kata Bripka Alif melalui rekaman videonya, senin siang.

Sebelumnya longsor terjadi di kilometer 85+500, tepatnya di tikungan pebukitan Sangiang,
Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kec. Tubo Sendana, Majene, pada Jum’at (18/11) kemarin.

Longsor itu dipengaruhi hujan deras yang mengguyur wilayah Majene pada Jum’at dini hari sekira pukul 03:00, wita hingga hari pagi. Wilayah Desa Onang di beberapa tempat sudah menjadi langganan Longsor. Longsor ini tidak cuma satu tempat,
namun terjadi bersamaan dan berdekatan dengan lokasi longsor di tikungan pebukitan Sangiang.

Akibat longsor itu, membuat ratusan kendaraan terpaksa mengantri hingga sekira 5 kilometer dari arah kota kabupaten Majene, dan sekira 7 kilometer dari arah Kabupaten Mamuju (ibukota propinsi Sulbar).

Sejumlah sopir truk besar dan mobil kanvas serta penumpang, mengaku sudah mengantri sejak Jum’at sore hingga Sabtu sore.

“Kami tidur di mobil, ada juga penumpang bisa terpaksa tidur di pos ronda dan warung makan warga,” ungkap seorang sipir truk trayek Makassar – Gorontalo.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *