Terkini Longsor Sangiang : Tak Mau Ambil Resiko Dua Mobil Avanza Asal Makassar Tujuan Manado Terpaksa Putar Balik

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, SULBAR
344
0

Terkini Longsor Sangiang : Tak Mau Ambil Resiko Dua Mobil Avanza Asal Makassar Tujuan Manado Terpaksa Putar Balik

Suasana antrian kendraan di lokasi longsor Sangiang, Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kec. Tubo Sendana, Kab. Majene, Sulbar, Sabtu (18/11/). (DN/SANDEQPOSNews.com).

SANDEQPOSNews.com, Majene — Longsor kembali’ terjadi di tebing Sangiang, Dusun Sumakuyu, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jum’at pagi (18/11/2022).

Akibatnya ratusan kendaraan berbagai jenis dan merek itu mengantri  sepanjang sekira 5 kilometer dari arah kota kabupaten Majene terpaksa bermalam di tengah jalan trans Sulawesi poros Majene – Mamuju.

Seperti yang dialami dua kelompok keluarga asal kota Makassar yang menumpangi dua mobil jenis Avanza, hendak menuju Manado, Sulawesi Utara, namun urung melanjutkan perjalanan karena terhalang antrian panjang dan longsor.

“Terpaksa kita putar balik ke Makassar lagi karena sudah lama mengantri sejak tadi malam. Daripada uang habis di sana yaa pulang saja, kita tidak mau ambil resiko,” ujarnya tak mau disebutkan namanya, saat sedang istrahat di alfa mart di kec. Tammero’do.

Selain itu, karena malam sudah larut dan capek, terpaksa Ia dan keluarganya singgah di depan salah satu swalayan di kecamatan Tammero’do, dan tidur di atas mobil.

“Kami juga hanya makan mi instan yang dibeli di swalayan itu. Jadi pagi baru kami berangkat lagi,” ungkapnya.

Bukan itu saja, pantauan sandeqposnews.com, sepanjang jalan menuju titik longsor di Sangiang, sejak di Tammero’do, hingga memasuki wilayah Kec. Tubo Sendana, terlihat mobil jenis truk, kanvas, maupun mobil pribadi secara berkelompok  terpisah dari antrian sedang beristirahat di warung-warung tenda maupun di rumah warung serta di tepi jalan Kec. Tammero’do Sendana dan di Tubo Sendana.

Tidak sedikit dari warga pengendara yang sudah mengantri sejak Jum’at sore hingga pagi ini yang hendak ke Mamuju,  hingga ke Manado, Sultra, terpaksa putar balik ke tempat asal. Hal itu sangat beralasan karena jenuh menunggu antrian yang belum pasti.

Hingga laporan ini ditulis, antrian kendaraan masih menumpuk sepanjang sekira 4 kilometer dari arah kota kabupaten Majene. Sementara dari arah Mamuju antrian kendaraan diperkirakan mencapai 7 kilometer.

Hal itu diketahui dari seorang warga Polman, Syarif, yang menyeberang dari seberang titik longsor kedua dari arah Mamuju.

“Saya terpaksa nekat menyebrang dengan jalan kaki,  karena mau laporan ke Polman,” ujar Syarif yang mengaku sempat kena teguran dari aparat karena nekat menyeberangi titik longsor yang sementara dalam pemhersihan oleh alat berat.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *