Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Bacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI Pada Upacara Hari Kesehatan Nasional  2022

- in BERITA, KESEHATAN, NASIONAL
359
0

Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri Bacakan Sambutan Menteri Kesehatan RI Pada Upacara Hari Kesehatan Nasional  2022

Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri inspektur upacara HKN 2022, di halaman pendopo Rujab bupati, Kamis (17/11). (DN/SANDEQOSNews.com).

sandeqposnews.com, Majene — Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-58 2022, juga diperingati oleh pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majene, di halaman pendopo rumah jabatan Majene, Kamis 12 November 2022.

Berikut Sambutan menteri Kesehatan RI yang dibacakan oleh bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri (AST), SE, MM.

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastiastu, Namco Buddhaya, Salam kebajikan.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua, sehingga kita masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk dapat memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke-58 pada tanggal 12 November 2022. Hadirin Peserta upacara yang saya hormati, HKN ke-58 Tahun 2022 mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku, Sehat Negeriku”. Tema ini dipilih untuk menggambarkan bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang secara bersama, bahu membahu, dan bergotong royong dalam menghadapi situasi kesehatan di masa pandemi COVID-19, sehingga masyarakat Indonesia dapat kembali beraktivitas dan produktif agar Indonesia kembali bangkit dan kembali sehat. Tantangan yang kita hadapi sangat berat. Semua negara, di seluruh dunia, sedang menghadapi ujian. Krisis kesehatan akibat pandemi COVID-19 belum sepenuhnya pulih. Namun, di tengah tantangan yang berat, kita patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini. Indonesia termasuk negara yang berhasil mengendalikan pandemi COVID-19, termasuk lima besar negara dengan vaksinasi terbanyak di dunia, dengan total 442 juta dosis vaksin telah disuntikkan sampai dengan Oktober 2022. Meskipun begitu, kita tidak boleh lengah. Sejak bulan Oktober, kita telah mendeteksi adanya | kenaikan kembali kasus COVID-19. Data kematian menunjukkan 4 dari 5 pasien meninggal belum divaksinasi booster. Proporsi pasien yang meninggal akibat COVID-19 3 kali lebih banyak pada kelompok lansia dibandingkan dengan yang bukan lansia. Oleh karena itu, mari terus ingatkan masyarakat untuk melengkapi vaksinasi COVID-19 dengan booster.

Dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, bangsa Indonesia telah | membuktikan dirinya sebagai bangsa yang tangguh. Masyarakat dusun dan kampung saling melindungi dan saling berbagi. Ulama, tokoh agama, dan tokoh adat, aktif mendampingi masyarakat. Organisasi sosial keagamaan bergerak cepat membantu masyarakat.

Bupati Majene AST serahkan kunci ambulans kepada Kadis kesehatan Majene, dr. Rahmat Malik, MM. (Foto DN/SANDEQPOSNews.com).

Tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan jajaran birokrasi saling bersinergi. Lembaga-lembaga negara juga mendukung Pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian ini. Karakter bangsa Indonesia sebagai pejuang, saling peduli, bergotong royong merupakan modal utama kita bisa segera mengatasi pandemi ini.

Hadirin Peserta upacara sekalian,

Meski dihadapkan pada prioritas penanganan COVID-19, pada saat yang sama pemerintah juga terus melakukan upaya penanganan masalah kesehatan lainnya yang merupakan program prioritas nasional, seperti penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), menurunkan angka stunting pada balita, memperbaiki pengelolaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), serta meningkatkan kemandirian penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan dalam negeri.

Pandemi juga menjadi momentum bagi pemerintah untuk terus berbenah, melakukan transformasi pada sistem kesehatan di tanah air. Kemenkes saat ini sedang melakukan transformasi sistem kesehatan yang berfokus pada 6 pilar, untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, mandiri, produktif, dan berkeadilan, sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Adapun fokus 6 pilar transformasi kesehatan adalah transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan, dan transformasi teknologi kesehatan.

Pada Pilar 1, Kemenkes terus berupaya mengintegrasikan dan merevitalisasikan pelayanan kesehatan primer, termasuk standar jaringan, standar layanan, serta digitaliasi sistem pelaporan. Integrasi pelayanan kesehatan akan terlihat mulai dari pelayanan di Puskesmas hingga tingkat desa, serta akan melibatkan fasilitas pelayanan kesehatan swasta.

Transformasi pelayanan kesehatan primer harus mendapat perhatian khusus serta investasi kesehatan yang besar, dengan fokus pada upaya promotif dan preventif. Salah satu prioritasnya yaitu melalui penguatan sekitar 1,5 juta kader dan 300.000 Posyandu yang menjadi ujung tombak pemberian layanan kesehatan. Di sisi lain, kita perlu terus membangun gerakan-gerakan masyarakat untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat. Dukungan dan peran serta pemerintah daerah beserta seluruh elemen masyarakat dibutuhkan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan dasar yang mudah diakses oleh seluruh masyarakat.

Pada Pilar 2, Transformasi layanan rujukan bertujuan untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Kementerian Kesehatan mengembangkan jejaring layanan rujukan untuk penanganan penyakit katastropik yang menjadi penyebab kematian tinggi dan beban pembiayaan besar, antara lain stroke, kanker, jantung, ginjal, serta kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Pada pilar ini, kita memperkuat sisi supply melalui peningkatan kapasitas Implementasi keenam pilar tersebut diharapkan bisa mentransformasi sistem kesehatan Indonesia dan juga dunia, yakni sistem kesehatan yang tangguh terhadap krisis kesehatan, termasuk pandemi.

Atas : Bupati Majene periksa tensi kepada medis dinkes majene, dr. Evi. Bawah : Kadis Kesehatan, dr. Rahmat, ikut donor darah. (DN/SANDEQOSNews.com).

Hadirin Peserta upacara yang saya hormati.

Dengan rasa syukur dan bangga, saya juga ingin menyampaikan pencapaian Presidensi G20 Indonesia bidang kesehatan. Pertama, pandemic fund yang diusung sejak Presidensi G20 Arab Saudi, dilanjutkan pembahasannya pada Presidensi G20 Italia, kini mewujud nyata dan diluncurkan pada Presidensi G20 Indonesia. Untuk memperkuat tatanan kesehatan giobai, terutama dalam kesiapsiagaan menghadapi pandemi di masa datang, gagasan besar yang membutuhkan energi dan koordinasi para pemimpin dunia dari sektor ekonomi dan kesehatan kini menjadi nyata.

Kedua, selesainya evaluasi independen terhadap inisiatif ACT-Accelerator untuk memastikan akses negara-negara ke sumber daya kesehatan dalam menanggulangi pandemi di masa depan. Ketiga, Presidensi G20 Indonesia telah membuat kemajuan dengan mengajak negara anggota G20 memberikan fokus perhatian yang berkelanjutan pada surveilans genomik patogen, sebagai bagian penting dari pencegahan dan kesiapsiagaan pandemi.

Keempat, Presidensi G20 Indonesia juga berhasil mengharmonisasi sertifikasi kesehatan pada perjalanan internasional, membangun interoperabilitas sistem antar negara, Kelima, pada Presidensi G20 Indonesia ini, negara-negara anggota G20 juga berhasil mencapai kesepakatan agar analisis kesenjangan dan pemetaan jaringan penelitian dan manufaktur vaksin, alat diagnosis, dan terapeutik dilaksanakan, serta akan dilanjutkan pada Presidensi G20 India.

Keenam, Presidensi G20 Indonesia juga memberi ruang bagi keberlanjutan pembahasan serta perhatian dunia akan penanggulanan Tuberkulosis, implementasi One Health, dan perlawanan terhadap Resistensi Antimikroba.

Hadirin Peserta upacara sekalian, Pada kesempatan ini, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi

tingginya, kepada segenap insan kesehatan yang telah bahu membahu berjuang tanpa mengenal lelah dalam melaksanakan pembangunan kesehatan Indonesia. Perjuangan kita masih panjang. Saya berharap semua insan kesehatan agar:

1. Terus mendorong terbangunnya gerakan masyarakat hidup bersih & sehat, di antaranya melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, melakukan aktifitas fisik setiap hari, dan mencud tangan dengan sabun:

2 Terus mendorong masyarakat untuk memeriksakan kesehatannya secara rutin, baik pemeriksaan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, imunisasi, pemeriksaan penyakt-penyakut sesuai siklus hidup: dan

3 Terus mengembangkan diri dan organisasi dalam kompetensi dan memberikan

infrastruktur dan kompetensi SDM dalam menyediakan layanan kesehatan, sehingga layanan rujukan tersedia dan dapat diakses di 34 provinsi dan 514 kabupaten/kota.

Pada Pilar 3, transformasi sistem ketahanan kesehatan, percepatan ketahanan farmasi dan alat kesehatan terus dilakukan, agar produk obat, vaksin, dan alat kesehatan dapat diproduksi dari hulu ke hilir dan dimanfaatkan di dalam negeri. Saat ini, Kementerian Kesehatan berkomitmen Rp 17,52 T untuk belanja produk dalam negeri, dan telah melakukan realisasi sejumlah Rp 9,1 T (51.9X dari nilai komitmen). Di samping ketersediaan produk farmasi dan alat kesehatan, pemerintah juga mendorong kesiapsiagaan menghadapi krisis kesehatan melalui tenaga cadangan kesehatan. Partisipasi tenaga kesehatan dan non-kesehatan sewaktu-waktu dapat diaktifkan ketika terjadi krisis. Akan dilakukan pendataan tenaga cadangan dan pelatihan untuk dapat melengkapi keterampilan yang diperlukan saat terjadi krisis. Koordinasi dan mobilisasi tenaga cadangan di skala kabupaten/kota, provinsi, maupun nasional juga harus dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.

Terkait Pilar 4, Kemenkes melakukan transformasi pembiayaan kesehatan untuk memastikan pembiayaan yang cukup, adil, efektif, dan efisien. Pertama, mempercepat produksi National Health Account (NHA) untuk kebijakan pembiayaan kesehatan yang lebih berbasis bukti. Kedua, menjaga kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui reviu tahunan tarif JKN. Ketiga, kendali mutu dan biaya yang berbasis bukti untuk pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan efisien melalui peningkatan penerapan Penilaian Teknologi Kesehatan (Health Technology Assessment – HTA). Keempat, memperkuat sinergi pembiayaan kesehatan antara pemerintah pusat, daerah, swasta dan organisasi lainnya melalui Konsolidasi Pembiayaan Kesehatan.

Pada Pilar 5, SDM Kesehatan bertransformasi dalam peningkatan jumlah, pemerataan, serta meningkatkan kualitas tenaga kesehatan, untuk memberikan pelayanan berkualitas hingga pelosok. Target optimis yang akan dicapai yaitu angka ideal dokter 1 banding 1.000 populasi dan pemenuhan nakes di Puskesmas dan RSUD sesuai standar. Beberapa program unggulan tengah dilakukan, yaitu melalui implementasi Academic Health System, pemberian 10.000beasiswa bagi dokter, spesialis, dan fellowship, serta peningkatan kualitas melalui pelatihan yang terintegrasi sesuai kebutuhan pelayanan.

Pada Pilar 6, Teknologi Kesehatan di Indonesia terus bertransformasi menuju sistem kesehatan yang tangguh dan terintegrasi. Salah satunya dengan melakukan integrasi data rekam medis pasien di fasyankes ke dalam satu platform Indonesia Heaith Services (IHS) yang diberi nama SATUSEHAT. Selain itu juga dilakukan inovasi bioteknologi, yakni Biomedical Genome-Based Science Initiative (BGS-I), untuk menerapkan pengobatan yang lebih personal dan presisi. Kementerian Kesehatan memulai dengan melakukan 10.000 sekuensing DNA, berbasis penyakit kanker, stroke, genetik, diabetes, dan weliness & beauty. Indonesia membangun bank data dari genomik penduduk Indonesia yang akan terintegrasi dengan data medisnya.

Usai pelaksanaan upacra HKN dilaksanakan penyerahan mobil ambulans kepada dinas kesehatan Majene. Penyerahan ambulance ditandai pula dengan pemberian kunci ambulans kepada Kadis Kesehatan Majene, dr. Rahmat Malik, MM, oleh bupati Majene AST didampingi wakil bupati Aris Munandar, S.STP. MM, dan Sekda H. Ardiyansah, S. STP.

Selanjutnya, dinas kesehatan Majene aksi donor darah di pendopo rujab bupati. Pesertanya terdiri dari unsur pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Majene.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *