BreakingNews : Satu Anak SD di Majene Tenggelam di Sungai Saleppa, Nyawanya Tak Tertolong

- in BERITA, MAJENE, Peristiwa, SULBAR
262
0

BreakingNews : Satu Anak SD di Majene Tenggelam di Sungai Saleppa, Nyawanya Tak Tertolong

Suasana Puskesmas Banggae 1 Majene dipadati warga yang ingin melihat sosok jenazah seorang anak SD Negeri korban tenggelam di sungai Saleppa, Selasa (8/11/2022). (DN/SANDEQPOSNews.com).

sandeqposnews.com, Majene — Salah satu anak Sekolah Dasar Negeri (SD) Negeri 56 Galung, Lingkungan Galung, Kelurahan Galung,  Kecamatan Banggae,  Kabupaten Majene,  Sulawesi Barat, tenggelam di Saleppa, Majene. Selasa siang (8/11/202). Sekira pukul 12:00, wita.

Korban bersama Alfar (12 tahun) yang baru kelas V SDN Galung itu beralamat di Lingkungan Layonga, Kelurahan Labuang Utara, Kecamatan Banggae,  Majene, anak dari Mustafa (46 tahun) itu diduga tidak tahu berenang saat melompat turun ke sungai.

Informasi dihimpun,  korban sebelum ke sungai bersama 4 temannya baru pulang dari sekolah. Saat ke sungai untuk berenang mereka masih memakai baju seragam SD.

Kedalaman sungai itu diperkirakan mencapai sekira 2 meter. Walaupun sungai tenang tidak ada arus namun korban dan temannya tak tahu jika sungai itu dalam, apalagi saat melompat turun.

Beberapa menit kemudian korban tak muncul kepermukaan hingga beberapa menit berlalu temannya yang ada di tepi sungai mulai panik hingga mencoba mencari, namun tidak berhasil.

Empat teman korban pun berupaya mencari bantuan ke rumah-rumah warga yang berjarak sekira 50 meter dari sungai Saleppa.

Sejumlah warga yang menerima laporan anak SD tersebut pun ramai-ramai mencari korban. Akhirnya korban ditemukan di dasar sungai oleh salah satu warga setempat dengan meraba pakai kaki.

Saat diangkat naik ke daratan, menurut informasi di Puskesmas dari warga , warga mencoba memberi pertolongan pertama dengan berupaya mengeluarkan air dari dalam tubuhnya. Informasi di Puskesmas, korban sudah meninggal sebelum tiba d.

Ketua RT 2 Galung Selatan, Supriyanto, yang ada di lokasi kekadian juga turut berupaya memberi pertolongan, namun kata Anto sapaan Supriyanto itu, korban belum juga sadarkan diri sehingga berinisiatif membawa segera ke Puskesmas Banggae 1 Majene.

“Saya berinisiatif membawa korban siapa tahu di puskesmas masih bisa terolong. Saya naik sepeda jadi say minta tolong ke teman dengan naik motor membawa korban ke Puskesmas,” tutur Supriyanto.

Saat di puskesmas banggae 1 yang berdekatan dengan pasar sentral Majene, sejak pukul 12:35 wita, itu membuat heboh warga pemukiman dan pedagang maupun pengunjung pasar,  mereka silih berganti berdatangan untuk melihat sosok korban apakah keluarganya atau bukan. Pasalnya, tak ada satupun warga yang mengenali sosok korban,  bahkan pihak puskesmas dan ketua RT 2 Galung Selatan dari lokasi tenggelamnya ke puskesmas.

Pukul 12:58 wita, kedua orang tua korban, Mustafa (bapak) dan ibu korban (tidak diketahui identitasnya) tiba di Puskesmas. Keduanya langsung masuk ke ruangan UGD Puskesmas. Di dalam ruangan itu suara tangisan tak terbendung, juga membuat warga yang masih berada di puskesmas pun terlihat ikut sedih, matanya berkaca-kaca.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Galung, Aipda Hendra. (DN/sandeqposnews.com).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Galung, Aipda Hendra, mengatakan kedua orang tua korban sudah datang menjemput jenazahnya, lalu dibawa oleh ambulans pulang ke rumahnya.

“Kedua orang tuanya, bapak dan ibunya sudah datang menjemput di puskesmas untuk dibawa pulang menggunakan ambulans,” ujarnya.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *