Saat kini Arus Lalulintas Trans Nasional Poros Majene – Mamuju Sulbar di Lokasi Longsor Sudah Berlangsung Lancar, Aman Terkendali

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, SULBAR
150
0

Saat kini Arus Lalulintas Trans Nasional Poros Majene – Mamuju Sulbar di Lokasi Longsor Sudah Berlangsung Lancar, Aman Terkendali

Kepala Satuan (Kasat) lalulintas Polres Majene, IPTU Muhammad Irwan. (DN/SANDEQPOSNews.com).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Arus lalulintasan kendaran di Trans Nasional atau jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sulawesi Barat poros Majene – Mamuju, kini mulai kembali lancar setelah beberapa hari dilakukan pembersihan material longsoran oleh alat berat ekscavator milik UPTD BPJN (balai pemeliharaan jalan dan jembatan) Kabupaten Majene, selasa (1/11/2022)

Kasat Lantas Polres Majene, IPTU Muhammad Irwan, mengatakan jalan trans nasional tersebut sempat memacetkan arus lalulintas beberapa hari sejak longsor bertubi-tubi terjadi di beberapa titik di kecamatan Tubo Sendana, Majene, yakni sejak tanggal 23 oktober hingga Minggu 30 Oktober 2022.

“Dalam 30 menit arus lalulintas sudah kita lancarkan dengan sistem buka tutup sejak Senin kemarin. Per 30 menit itu dilakukan sistem buka tutup karena lat berat bekerja untuk membersihan sejumlah titik longsor di Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana. Alhamdulillah sudah bisa cepat habis kendaraan yang  mengantri sejak Senin kemarin (31/10), baik dari arah Kab. Mamuju maupun dari arah Kota Kab. Majene,” terang Kasat Lantas IPTU Muh. Irwan, di Mapolres, Selasa (1/11).

Antrian panjang kendaraan hingga lebih 2 kilometer dari arah kota Majene dan lebih 1 kilometer dari arah kab. Mamuju itu, merupakan berbagai jenis kendaraan dari kendaraan pribadi seperti motor maupun mobil hingga bis dan truk besar serta tronton.

Menurut IPTU Irwan, kendaraan truk mendominasi melewati trans nasional tersebut dikarenakan sirkulasi logistik yang diantar dari kota Makassar, Sulawesi Selatan hingga ke Manado, Sulawesi Utara atau sebaliknya.

“Jadi saat alat berat itu istirahat selama 30 menit itu, kendaraan yang antri dari arah Mamuju dan majene kita habiskan untuk lewat. nanti alat bekerja kembali baru semua akses kita tutup kembali selama satu jam,” ujarnya.

Namun kataKasat Lantas, dalam proses sistem buka tutup itu sangat ancar bila kendaraan kecil, tetapi kalau kendaraan besar seperti truk memuat logitik besar maupun Tronton yang memuat kendaraan, itu butuh tenaga ekstra ketat untuk menarik melewati rintangan material longsoran yang masih basah.

“Berbeda kalau kendaraan kecil aksesnya lancar kalau sistem buka-tutup, tapi kalau kendaraan besjar seperti truk bermuatan logistik besar maupun Tronton yang memuat bahan material besar atau memuat mobil misalnya, itu ditarik oleh ekscavator untuk bisa lewai materiallongsoran,” imbuhnya.

Untuk secepatnya arus lalulintas bisa lancar tidaknya, menurut IPTU Irwan itu tergantung kondisi cuaca, sebab kata dia, kalau hujan deras masih berangsung bisa saja terjadi longsor karena tanah di pebukitan di sisi jaan nasional tersebut sangat labil yang memiliki ketinggia tebing bikt hingga 25 meter.

Waka Polres Majene, Kompol Syaiful Isnaeni bersama Kasat Lantas Polres Majene, Ipda Muh. Irwan, saat berada di lokasi longsor dusun Labuang Onang, Desa Onang Utara, Kec. Tubo Sendana, Majene, Minggu (23/10/2022). (DN/SANDEQPOSNews.om)

Untuk memperlancar arus lalulintas dengan sistem buka tutup, IPTU Irwan mengatakan, ada 15 personel dari Sat Lantas Polres majene yang diturunkan ke okasi longsor dibantu dari personel Polsek Sendana. selain itu ada juga dari Dilantas dan Samapta Polda Sulbar serta Samapta Polres Majene.

Kasat Lantas Polres majene, IPTU Muhammad Irwan, mengimbau kepada masyarakat pengguna kendaraan yang melewati trans nasiona yang rawan longsor di wilayah kecmatan Tubo Sendana itu agar lebih waspada bila melewatinya. namun Ia lebih berharap agar sebaiknya jika tidak terlalu mendesak untuk melewatinya, maka sebaiknya ditunda dulu, agar dapat mencegah tterjadinya hal yang tidak diinginkan.

“Saya imbau agar masyarakat pengguna kendaraan yang meewati jalur trans Nasional di poros majene – mamuju yang rentan longsor itu, jika tidak mendesak urusannya sebaiknya ditunda dulu,” pungkas perwira menengah berpangkat dua balok itu.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *