Waka Polres Majene Imbau Pengendara Untuk Menunda Melintasi Daerah Rawan Longsor

- in BERITA, Peristiwa
373
0

Waka Polres Majene Imbau Pengendara Untuk Menunda Melintasi Daerah Rawan Longsor

Lokasi longsor di Sangiang desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kab. Majene, terekam kamera satelit. (DN/SANDEQPOSNews.com/google)

sandeqposnews.com, Majene — Longsor bertubi-tubi terjadi di sejumlah dusun dan desa di Kecamatan Tubo Sendana, Majene, membuat arus lalulintas trans Sulawesi poros Majene-Mamuju menjadi kewaspadaan bagi para pengendara lintas sulawesi tersebut.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan seperti kecelakaan bagi pengendara lintas trans Sulawesi poros Majene-Mamuju, Waka Polres Majene, Kompol Syaiful Isnaeni, SIK, mengimbau kepada pengendara agar menunda pejalanan jika tidak genting penting.

Sekalipun sangar penting agar lebih menjaga kewaspadaan, juga dengan mencari informasi pada aparat yang bertugas di wilayah tersebut.

“Mohon izin rekan-rekan untuk jalur dari arah Makasar ke Mamuju yang melintas Desa Onang atau sebaliknya, sementara ditutup total karena longsor, berkenaan kiranya yang punya handai taulan yang mau melintas agar menunda sementara perjalanan,
Terimakasih,” imbau Kompol Syaiful Isnaeni melalui rilis singkat ke media ini,  Kamis malam (27/10/2022).

Waka Polres Majene, Kompol Syaiful Isnaeni (kanan) bersama Kasat Lantas Polres Majene, IPTU Muh. Irwan, saat berada di lokasi longsor dusun Labuang Onang, Desa Onang Utara, Kec. Tubo Sendana, Majene, Minggu (23/10/2022). (DN/SANDEQPOSNews.om)

Sejak hujan kembali menguyur secara monoton di wilayah Majene, khusunya di bagian Kecamatan Tubo Sendana, Longsor di pebukitan masih kerap terjadi. Material pepohonan, tanah dan bebatuan besar menutup badan jalan trans Sulawesi di poros Majene-Mamuju.

Minggu pagi (23/10) sekira pukul 06:00, wita,
lalu, di Dusun Onang Labuang, Desa Onang Utara. Material terdiri dari bebatuan besar dan tanah serta pepohonan besar menutupi semua badan jalan trans Sulawesi poros Majene-Mamuju.

Hujan deras di pegunungan Majene dan perkotaan Kabupaten Majene terus mengguyur sejak Rabu malam (26/10) sekira pukul 09:00, wita, hingga Kamis pagi (27/10).    Akibatnya, kembali terjadi longsor di empat titik di Kecamatan Tubo Sendana.

Empat titik wilayah longsoran tersebut yakni di dusun Dusun Onang Labuang Desa Onang Utara (Longsir kedua kali), Dusun Belang Desa Onang Utara, Dusun Parabbaya Desa Onang, dan Dusun Sumakuyu Desa Onang. Longsor diperkirakan terjadi Kamis pagi (27/10) sekira pukul 04:30, wita. Informasi diperoleh sampai saat ini masih berjatuhan material longsoran dari atas tebing pebukitan.

Kondisi terkini pembersihan material longsoran di trans Sulawesi poros Majene-Mamuju di dusun Labuang Onang, Desa Onang Utara, Kec. Tubo Sendana, Majene. Longsor ini mulai terjadi pada Kamis pagi (27/10) sekira pukul 04:30, wita. (DN /sandeqposnews.com).

Masih hari ini Kamis malam (27/10) sekira pukul 19:00 Wita, terjadi lagi longsoran susulan di kilometer 84+500 di Sangiang, desa Onang,  Kec. Tubo Sendana, longsoran memenuhi badan jalan sepanjang sekira 100 meter.

“Karena tanah dan bebatuan yang mengandung air masih bergerak dari atas, kita tidak berani melakukan aktifitas pembersihan, mengingat penerangan alat tidak cukup, maka aktifitas ditunda besok pagi (jumat). Alat sudah stanby yakni exavator PC-200 dan exavator mini sudah berada di lokasi,” sebut kepala Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 UPTD BPJN wilayah Majene, Muhammad Idris,  ST, melalui keterangan pers, Kamis malam.

Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *