Pasukan Rusia Melarikan Diri ke Perbatasan Setelah Digempur Pasukan Ukraina?

- in BERITA, INTERNASIONAL
765
0

Pasukan Rusia Melarikan Diri ke Perbatasan Setelah Digempur Pasukan Ukraina?

SANDEQPOSNews.com, Kiev, Ukraina — Gempuran Rusia ke Ukraina membuat banyak wilayah Ukrina direbut. Tidak saja bangunan yang hancur namun ratusan korban tewas dan ribuan mengungsi hingga ke negara tetangga Ukraina.

Selama tujuh bulan terakhir ini Rusia terus melakukan upaya invasi ke Ukraina, namun pasukan Ukraina tetap gigih mempertahankan tanah air mereka dengan terus melakukan perlawanan hingga akhirnya di awal September ini pasukan Ukraina mampu merebut kembali sejumlah wilayah yang dikuasau oleh pasukan Rusia.

Selain itu dalam waktu 24 jam terakhir ini, pasukan Ukraina mampu memukul mundur pasukan Rusia hingga ke perbatasan Rusia-Ukraina.

Dilansir dari Al Jazeera, lebih dari 35 kota dan desa telah Ukraina rebut kembali dari pasukan Rusia yang melarikan diri ke timur, Senin (12/9).

“Dalam empat hari, Ukraina membatalkan empat bulan keberhasilan tentara Rusia yang menelan banyak korban,” kata Nikolay Mitrokhin, ahli Rusia dari Universitas Bremen, Jerman, kepada Al Jazeera.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, pasukannya telah merebut kembali wilayah seluas 6.000 km persegi dari Rusia dalam serangan balasan bulan ini, menandai kekalahan terburuk Moskow dalam perang yang hampir berlangsung selama tujuh bulan.

“Sejak awal September, tentara kami telah membebaskan 6.000 kilometer persegi wilayah Ukraina di timur dan selatan, dan kami bergerak lebih jauh,” ungkap Zelenskyy dalam pidato hariannya, Senin (12/9), seperti dikutip Al Jazeera.

Pasukan Ukraina memperoleh lebih banyak keuntungan pada Senin, mendorong pasukan Rusia sampai ke perbatasan timur laut di beberapa tempat. Bahkan, pasukan Ukraina mengeklaim telah menangkap banyak tentara Rusia sebagai bagian dari serangan kilat yang memaksa negeri beruang merah mundur dengan tergesa-gesa.

“Di beberapa daerah di garis depan, para pejuang kami mencapai perbatasan negara dengan Rusia,” ujar Gubernur Kharkiv Oleh Synyehubov, seperti dilansir Al Jazeera.

Juru bicara intelijen militer Ukraina Andriy Yusov menyebutkan, pasukan Rusia menyerah secara massal karena “mereka memahami keputusasaan situasi mereka”.

Tentara yang ditangkap termasuk sejumlah besar perwira Rusia. Sementara Penasihat Presiden Ukraina Oleksiy Arestovich mengatakan, ada begitu banyak tawanan perang (POW) sehingga negara kehabisan ruang untuk menampung mereka. Hanya, Arestovich tidak merinci jumlah tahanan Rusia. Yang terang, tawanan perang akan Ukraina tukar dengan tentara Ukraina yang ditahan oleh Rusia.

Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *