AS – China Kembali Tegang : Ketua DPR AS Nancy Pelosi Soroti Muslim Uighur di China Saat Berada di Taiwan

- in BERITA, INTERNASIONAL
37
0

AS – China Kembali Tegang : Ketua DPR AS Nancy Pelosi Soroti Muslim Uighur di China Saat Berada di Taiwan

Ketua DPR AS Nancy Pelosi menghadiri pertemuan dengan Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di kantor kepresidenan di Taipei, Taiwan 3 Agustus 2022. Taiwan Presidential Office/Handout via REUTERS.

SANDEQPOSNews.com, Jakarta – Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi membahas potensi memburuknya hubungan Washington dan Beijing, setelah China bereaksi keras atas kunjungannya ke Taiwan. Ia mengatakan, AS harus mendahulukan advokasi masalah kemanusiaan daripada kepentingan ekonomi.

“Jika kita tidak berbicara untuk hak asasi manusia di China karena kepentingan komersial, kita kehilangan semua otoritas moral untuk berbicara tentang hak asasi manusia di mana pun di dunia,” kata Pelosi dalam sebuah pernyataan pers di Tokyo, Jepang, Jumat, 5 Agustus 2022, dikutip dari Tempo.co.

“Kami mencoba menemukan kesamaan kami. China memiliki beberapa kontradiksi, beberapa kemajuan dalam hal mengangkat orang, beberapa hal mengerikan terjadi dalam hal Uighur. Bahkan, itu dicap sebagai genosida,” ujarnya seperti dikutip dari keterangan pers DPR AS.

Kelompok hak asasi manusia menuduh China melakukan pelanggaran besar-besaran terhadap Muslim Uighur dan kelompok minoritas lainnya, termasuk penyiksaan, kerja paksa dan penahanan satu juta orang di kamp-kamp interniran. China mengatakan kamp-kamp itu adalah fasilitas pendidikan ulang dan pelatihan untuk memerangi ekstremisme agama. Mereka juga menyangkal adanya pelecehan.

Pelosi mengunjungi Taiwan Selasa malam, 2 Agustus 2022. Jepang adalah destinasi terakhirnya dalam kunjungan kerja Indo-Pasifik setelah sebelumnya ke Singapura, Malaysia, Taiwan, dan Korea Selatan.

Sebelum Pelosi tiba, Presiden China Xi Jin Ping jauh-jauh hari sudah memberi peringatan agar Amerika Serikat jangan bermain api soal Taiwan. China menganggap Taiwan bagian dari wilayahnya. Kunjungan Pelosi dianggap sebagai ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

Pelosi mengatakan, AS harus bekerja sama dengan China dalam isu-isu yang berkaitan dengan krisis iklim, sebab kedua negara menjadi dua penghasil emisi terbesar. Akan tetapi, ia juga mendesak Beijing dan Washington harus selaras dalam beberapa keputusan.

“Jadi, sekali lagi, ini bukan tentang kunjungan kami yang menentukan hubungan AS-China. Ini adalah tantangan yang jauh lebih besar dan berjangka panjang, dan sekali lagi, kita harus menyadari bahwa kita harus bekerja sama di bidang-bidang tertentu,” ujar Pelosi.

Sehari setelah kunjungan Pelosi atau persisnya pada Kamis, 4 Agustus 2022 tepat pukul 12 waktu setempat, China menggelar latihan militer terbesar di sekitar Selat Taiwan.

Zona latihan China berada dalam jarak 20 kilometer dari garis pantai Taiwan dan tersebar di beberapa titik. Latihan akan mencakup penembakan peluru tajam jarak jauh. Majalah milik pemerintah China, Global Times, melaporkan dalam latihan tersebut, rudal terbang di atas wilayah Taiwan untuk pertama kalinya.

Wilayah udara Taiwan telah ditutup untuk lalu lintas sipil selama latihan militer China yang dipicu oleh kunjungan Pelosi. Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan ke Taipei dan mengalihkan rute lainnya ke wilayah udara terdekat.

Pelosi adalah pejabat tinggi AS pertama yang mengunjungi Taiwan dalam 25 tahun. Secara struktur pemerintahan ia orang ketiga paling berkuasa setelah presiden dan wakil presiden. (*)

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *