Wartawan Alami Kekerasan Saat Meliput Aksi Unjuk Rasa di Depan Mapolres Majene, Ia pun Melapor ke SKPT Polres Majene

- in BERITA, HUKRIM, MAJENE, SULBAR
93
0

Wartawan Alami Kekerasan Saat Meliput Aksi Unjuk Rasa di Depan Mapolres Majene, Ia pun Melapor ke SKPT Polres Majene

Tangkapan layar kamera, Aldo dalamlingkaran merah sedang memakai jaket switer dipegang sejumlah warga dan mendapatkan pukulan dari oknum warga, pada bagian kanan kepala yang mengenai telinga. Terlihat Aldo sempat menghindar dari pukulan namuntinju kepalan tangan oknum warga sudah mendarat di kepala Aldo. Telinga dan kepala Aldo teraa nyeri kesakitan usai mendapat kekerasan saat sedang meliput aksi unjuk rasa di depan kantor Polres majene, Sabtu sore (8/10/2021), sekira pukul 17:00, Wita. (SANDEQPOSNews.com).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Seorang wartawan yang sedang menjalankan tugas profesi jurnalistik meliput aksi unjuk rasa mahasiswa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di depan kantor kepolisian Resor (Polres) kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendapat serangan dari oknum warga setempat dengan tinju ke arah muka bagian kanan, pada Jum’at sore (8/10/2021), sekira pukul 17:00, waktu Indonesia tengah.

 

Wartawan bernama Arfan Renaldi alias Aldo ini tak terima diperlakukan demikian sehingga Ia pun melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Majene, pada hari itu juga. namun hari itu, kata aldo, laporannya belum bisa di-print out untuk salinan arsipuntuknya, dikarenakan jaringan internet tidak berfungsi.

“Belum bisa kanda karena jaringannya, kata anggota polisi tidak konek, terganggu jaringannya (tidak berfungsi, red),” ungkap Aldo saat sedang di Redaksi SANDEQPOSNews.com, Sabtu pagi (9/10).

Aldo adalah wartawan siber (On-Line) Enewsindonesia.com, yang sehari-hari menjalankan tugas peliputan di wilayah kabupaten Majene dan kabupaten Polewali Mandar. Ia kerap meliput berbagai kejadian di wilayah Sulawesi Barat, khususnya di dua kabupaten tersebut. Bahkan kerap mengikuti konferensi pers yang dilaksanakan oleh Mapolres Majene.

Pagi itu bersama Sekertaris Aji Kota Mandar, Edyatma Jawi, Aldo menuturkan kejadian kekerasan yang dialaminya saat sedang meliput aksi unjuk Rasa HMI di depan Mapolres Majene, sore itu.

Kepada SANDEQPOSNews.com, Aldo menuturkan, saat aksi unjuk rasa mahasiswa HMI sedang berlangsung, terjadi pembakaran beberapa ban bekas di tengah jalan Trans Sulawesi, persis di depan kantor Polres Majene Jl. Jend. Sudirman, Ke. Labuang, Kec. Banggae Timur, Kabupaten Majene.

Aksi unjuk rasa itu terkait tiga orang kader HMI Majene yang ditahan oleh pihak Polres Majene yang diduga melakukan pemukulan terhadap seorang anggota Polres Majene pada aksi unjuk rasa di depan kantor bupati, Kamis (30/9/2021).

Arfan Renaldi alias Aldo, wartawan Enewsindonesia.com, saat di redaksi SANDEQPOSNews.com.

Berselang beberapa jam aksi unjuk rasa berlangsung rombongan masyarakat pengantar jenazah dari pekuburan menerobos kerumunan ratusan mahasiswa HMI untuk bisa akses melewati jalan. Sebelumnya Jenaza yang diantar oleh masyarakat melewati Gang samping dari arah Pantai Tanjung Batu, Kec. Banggae Timur, di perempatan Jl. Jenderal Sudirman di depan Mapolres Majene yang berada dekat dengan aksi unjuk rasa berlangsung. Saat itu Mahasiswa membuka jalan bagi pengantar Jenazah ke pemakaman.

Usai pulang itulah rombongan pengantar jenazah tidak lagi melewati jalan sebelumnya, namun mencoba menerobos dan meminta mahasiswa membuka jalan, mahasiswa pun membuka jalan. Namun tidak beberapa lama berselang datang kelompok warga, ada yang naik  motor dengan suara meraung-raung memainkan gas. ada yang berteriak-teriak tidak jelas ucapan itu karena suara riuh sekali. Warga meminta unjuk  rasa bubar karena menutup akses jalan utama di Majene.

Sejumlah warga terlihat berteriak-teriak sambil menunjuk ke arah mahasiswa yang sedang berunjuk rasa, ada yang membuka baju sambil mencak-mencak. suasana saat itu menegangkan, karena terjadi bersitegang antara warga dengan mahasiswa HMI.

Suasana unjuk rasa Mahasiswa HMI Majene di depan Mapolres Majene, Sabtu (8/10), terkait tiga orang kader HMI yang ditahan di Mapolres Majene buntut keributan disaat aksi unjuk rasa Protes mahasiswa terhadap program Videotron bupati Andi Ahmad Syukri (AST) & wakil bupati Arismunandar, pada Kamis (30/9/2021), lalu. (Foto DN/SANDEQPOSNews.com).

Saat itu juga Aldo hendak mengambil gambar aksi unjuk rasa, namun terhalang oleh oknum warga (terduka pemukul Aldo). Aldo meminta kepada warga agar bergeser sedikit karena terhalang saat mengambil gambar.

“Saya minta dia bergeser sedkit karena saya mau ambil gambar, tapi dia marah-marah. Saya menyarankan agar masuk ke Polres melapor (terkait jalan ditutup) untuk menyampaikan protesnya pada Kapolres Majene,” tutur Aldo.

Karena tak terima saran Aldo, oknum warga tersebut marah dan mengatakan, “Ada apa? Kenapa kau suruh saya ke Kapolres?”

Aldo sempat menyampaikan ke warga bahwa dirinya adalah wartawan, namun warga yang datang memegangi kedua tangannya, lalu mengatakan, “Ada apa ini.”

Saat Aldo hendak mengeluarkan kartu identitas wartawan yang tergantung di lehernya tapi terhalang oleh jaket bagian dalam itu tak mampu menolongnya dari pukulan salah seorang warga, pasalnya kedua tangannya dipegang oleh sejumlah warga.

Tidak sampai disitu, kata Aldo, saat Ia sedang berjalan ke pintu gerbang Mapolres untuk melaporkan kejadian tersebut. untuk kedua kalinya Ia kembali terkena pukulan dari arah belakang kepalanya yang mengakibatkan telinga bagian kanan dan kepala terasa nyeri.

Aldo dimintai keterangan, kronolgis kekerasan yang dialaminya, di ruangan SPKT Polres Majene, Sabtu (9/10). (Foto DN/SANDEQPOSNews.com).

Ternyata, lanjut Aldo, yang meninju bagian belakang kepala dan mengenai telinga kanannya itu adalah oknum yang sama. Bukti itu ia ketahui dari rekaman video dari salah satu mahasiswa yang berunjuk rasa.

Saat sedang berada di ruangan SPKT Polres Majene, sekira pukul 18:00, Wita, oleh salah satu anggota SPKT menyarankan Aldo agar ke rumah sakit Umum daerah (RSUD) Majene melakukan visum.

Setelah melakukan visum, Aldo kembali ke SPKT Polres Majene menyampaikan hasil visum. Hasil visum tersebut tidak dikantongi Aldo, karena menurutnya, keterangan Visum itu dipegang oleh petugas medis RSUD Majene dan yang bisa menjemput adalah pihak kepolisian.

Aldo menerima telepon dari Pimpinan Redaksi Enewsindonesia.com tempat Ia bekerja, saat menyampaikan kronologis kepada Sekertaris Aji Kota Mandar, Ediyatma Jawi ((baju kotak), di redaksi SANDEQPOSNews.com). (Foto DN/SANDEQPOSNews.com).

Aldo akhirnya pulang ke rumahnya di Layonga, Banggae Timur, Majene, malam itu. Ia disarankan kembali hari keesokan hari, Sabtu (9/10), karena jaringan internet tidak berfungsi.

Editor : Daeng Nompo’

Tonton Videonya : Mahasiswa HMI Majene Unjuk Rasa di Depan Mapolres Majene

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *