Tiga Kader HMI Majene Dijadikan Tersangka Terkait Kasus Dugaan Pemukulan Terhadap Anggota Polres Majene Saat Unjuk Rasa

- in BERITA, HUKRIM, MAJENE, Peristiwa, SULBAR
33
0

Tiga Kader HMI Majene Dijadikan Tersangka Terkait Kasus Dugaan Pemukulan Terhadap Anggota Polres Majene Saat Unjuk Rasa

Kapolres Majene, AKBP Febriyanto Siagian, saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan dari berbagai media massa, di aula Mapolres Majene Jl. Gatot Soebroto, Kamis (7/10). (Foto DN/SANDEQPOSNews.com).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Tiga orang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang kabupaten Majene dijadikan tersangka terkait kasus dugaan pemukulan terhadap seorang anggota polres majene saat unjuk rasa.

Hal itu disampaikan oleh Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian, saat konferensi Pers kepada sejumlah Jurnalis dari berbagai media massa, di aula Mapolres Majene Jl. Gatot Soebroto, Majene, Kamis siang (7/10/2021), pukul 11:24, Wita.

“Anggota kami dipukuli. Saat anggota kami berlari anggota kami juga dikejar bahkan sampai terjatuh ke dalam selokan hingga dipukuli lagi. Jujur kami menyayangkan aksi tersebut, kami datang untuk mengamankan tapi kenapa justru anggota kami yang dikeroyok,” kata Kapolres.

Baca juga :

Kapolres menjelaskan, ada tiga orang kader HMI ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti melakukan pemukulan atau pengeroyokan terhadap anggota Polres Majene yang melakukan pengamanan aksi di depan kantor Bupati Majene, Kamis (30/9) lalu.

“Penetapan tersangka berdasarkan hasil pemeriksaan korban dan saksi serta barang bukti hasil visum,” katanya.

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian didampingi Kasat Reskrim IPTU Benedict Jaya dan Kasi Humas IPDA Undur Maksun, sedang memperlihatkan salah satu gambar ke para pewarta, saat Konferensi Pers di Aula Mapolres majene, Kamis (7/10/2021). (Foto DN/SANDEQPOSNews.com).

Sebelumnya, pada Kamis (30/9/2021) Mahasiswa dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kabupaten Majene melakukan unjuk rasa terkait protes kepada Pemerintah Daerah yang bupatinya  Andi Ahmad Syukri dan wakil bupati Arismunandar Kalma memprogramkan Videotron yang dipasang di sejumlah titik di wilayah Majene.

Baca juga :

Oleh mahasiswa tersebut dianggap tidak efektif sebagai program percepatan pembangunan di Majene dan tidak berpihak ke masyarakat. Saat unjuk rasa di depan kantor bupati Majene, tepatnya di jalan Trasn Sulawesi atau Jl, Jenderal Ahmad Yani, terjadi kericuhan yang diduga salah satu anggota Polres Majene kena pukulan hingga terdesak ke selokan.

Editor : Daeng Nompo’

Tonton Videonya :

 

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *