Berbagai Macam Barang Bukti Hasil Kriminal tahun 2020-2021 Dimusnahkan di halaman kantor Kejari Majene

- in BERITA, HUKRIM, MAJENE, SULBAR
28
0

Berbagai Macam Barang Bukti Hasil Kriminal tahun 2020-2021 Dimusnahkan di halaman kantor Kejari Majene

Kajari, Nur Surya, SH, MH, memperlihat sebagian barang bukti dalamkemasan yang akan dimusnahkan di halaman kantor kejaksaan bersama Forkopimda Majene. Dari kanan : Kepala PN Hernawan, Dandim 1401, Kajari, ketua DPRD, wakil bupati, Kapolres, perwakilan Unsulbar, dan perwakilan Rutan kelas II B Majene, Arham, Kamis (7/10/2021). (foto DN/SANDEQPOSNews.com).

 

sandeqposnews.com, Majene – Berbagai macam barang bukti hasi kejahatan dimusnahkan di halaman kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene, Jl. Sultan Hasanuddin No. 3 Majene, Propinsi Sulawesi Barat, Kamis pagi (7/10/2021).

Barang bukti tersebut adalah hasil penyitaan dari sejumlah kasus yang terjadi di Majene dan ditangani oleh Polda dan Polres Majene. Dari barang bukti sepertiUU, darurat, Judi, perdagangan 9traficking) anak dibawah umur, penganiayaan, pembunuhan, serta peredaran uang palsu, namun yang paling mendominasi adalah kasus Narkoba (Narkotika dan obat-obatan terlarang).

Pemusnahan tersebut dilakukan serempak oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Majene yaitu, wakil bupati Arismunandar, kepala Kajari Nur Surya, Kapolres AKBP Febryanto Siagian, ketua Pengadilan Negeri Majene Hernawan, ketua DPRD Hj. Salmawati Djamado, Dandim 1401 Majene Letkol inf Yudi Rombe, perwakilan ektor Unsulbar, Direktur Universitas Terbuka, BNN Polman dan perwakilan kepala rutan Majene, Arham.

Kajari Majene, Nur Surya, mengatakan pemusnahan itu berdasarkan dengan pasal 270 KUHPidana  dan undang-undang kejaksaan pasal 30 ayat 1 Hurup d (melakukan penyidikan terhadap tindak pidana tertentu UU 16/2004) jaksa lakukan eksekusi, wujud dari melaksanakan putusan itu selain eksekusi ke lapas, bayar biaya perkara, juga memusnahkan barang bukti yang berdasarkan putusan pengadilan harus dimusnahkan.

“Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari sekitar 38 perkara yang telah dinyatakan Inkracht atau Perkara yang berkekuatan hukum tetap (bahasa Belanda : inkracht van gewijsde) sepanjang tahun 2020/2021,” kata dia dalam sambutannya, sesaat sebelum pemusnahan BB tersebut dilakukan yang dimusnahkan).

Baca juga :

“Dalam pemusnahan yang kita lakukan, bukan persoalan besar kecilnya yang sudah dimusnahkan namun yang kita lihat akibat dan dampak yang dirasakan masyarakat, yang dianggap sudah mengkhawatirkan, karena pemakai kebanyakan generasi muda,” imbuh Kajari.

Nur Surya meminta kepada wakil bupati Majene, agar melibatkan pendampingan orang tua anak atau masyarakat Majen dengan melakukan pengawasan terhadap anak anaknya agar tidak melakukan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika.

Barang bukti hasil sitaan dari kasus kriminal sepanjang tahun 2020-2021 dimusnakhan di halaman kantor Kejari Majene, Kamis pagi (7/10). Tampak dari kiri, Kajari Nur Surya, Kapolres AKBP Febryanto Siagian, wakil bupati Arismunandar, Dandim 1401 Letkol Yudi Rombe, dan ketua DPRD Majene Hj. Salmawati Djamado, membakar BB dalam tong drum. (Foto tangkapan layar DN/SANDEQPOSNews.com).

Sebab kata dia, Majene adalah salah satu kota pendidikan, “Dan kami pun akan kerjasama pihak Dandim, Kapolres, BNN, untuk membentuk kampung bebas narkoba dan obat terlarang (psikotropika).”

Untuk menyelesaikan semua perkara, menurut Kajari Majene Nur SuryaMajene, dibutuhkan durasi perkara selama satu tahun lebih di tahun 2020/2021 terakhir. Sebab itu, kata dia, proses panjang yang harus dilalui sehingga dibutuhkan waktu agar bisa dinyatakan inkracht.

“Kurang lebih setahun antara tahun 2020 dan 2021, karena proses tidak segera inkracht, ada terdakwa yang tidak terima banding, dan lain-lain. Ini yang dimusnahkan yang sudah berkekuatan hukum tetap, terdakwa, jaksa, menerima putusan,” katanya.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *