Istri Laporkan Suaminya ke Kantor Polisi Karena Diduga Asusila Terhadap Anak kandungnya Hingga  Hamil 7 Bulan

- in BERITA, HUKRIM, MAJENE, SULBAR
118
0

Istri Laporkan Suaminya ke Kantor Polisi Karena Diduga Asusila Terhadap Anak kandungnya Hingga  Hamil 7 Bulan

Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian didampingi KAsat Reskrim IPTU Benedict Jaya (kanan) dan Kasi Humas IPDA Undur Maksum (baju hitam), serta anggota Sat Reskrim, memberikan keterangan Pers terkait Asusila bapak kandung terhadap anaknya hingga hamil 7 buan, di aula Mapolres Majene, Senin (27/9). (tangkapan layar/SANDEQPOSNews.com).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Sebut saja Gadis (inisial bukan nama sebenarnya) usianya baru 22 tahun, Ia ketahuan sudah hamil 7 bulan setelah memeriksakan dirinya ke klinik bidan karena selalu mengeluhkan sakit di bagian punggungnya.

Usai diperiksa, bidan yang mendiagnosa jika Gadis sudah hamil 7 bulan itu sontak membuat mata ibunya berkaca-kaca, tak mampu menahan kepedihannya.  larut dalam kesedihan. Dan akhirnya diduga pelakunya adalah bapak kandungnya sendiri yang berinisial AT (44 tahun).

Sang ibu pun lantas melaporkan suaminya ke kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Pada hari Minggu (26/9/2021), sekira pukul 12:00, Wita, anggota Polsek Banggae mendapat informasi bahwa terduga pelaku inisial (AT) berada di rumahnya, sehingga anggota Polsek Banggae mendatangi rumah tersangka untuk di amankan.

Kronologis Asusila oleh bapak Kandung Terhadap Anak Gadisnya

Keterangan pers oleh Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, didampingi kasat reskrim IPTU Benedict Jaya dan kanit Humas IPDA Undur Maksum serta sejumlah anggota Reskrim, pada konferensi pers di Aula Polres Majene, Senin (27/09/) mengungkapkan bahwa perbuatan bejat bapak kandung tersebut terjadi pada bulan Februari 2021 dini hari sekira pukul 01:00, Wita.

Lanjut Kapolres menjelaskan, berawal ketika tersangka (bapak kandung korban) bersama dengan korban berada di bawah kolom rumah pada dini hari itu. Mereka berdua sedang mengemas es batu untuk pembekuan ikan, setelah itu pelaku mengajak korban untuk melakukan asusila secara paksa.

“Korban sempat menolak dan diancam akan dibunuh,” kata Febryanto Siagian kepada sejumlah pewarta dari berbagai media massa, di aula Mapolres Majene, Senin (27/09/2021).

Menurut Kapolres, perbuatan asusila pemaksaan oleh bapak kandung korban, itu terjadi dini hari sekira pukul 01:00 Wita, di bawah kolom rumah. Pelaku melakukan asusila itu karena menganggap kondisi di dalam rumah sunyi dan sudah tidur semua.

“Tersangka AT sudah melakukan perzinahan sebanyak delapan kali hinggan korban hamil,” ujar Kapolres.

Namun pengakuan tersangka AT, bahwa asusila dengan korban dilakukan sebanyak 10 kali, hingga korban hamil 7 bulan.

Saat kini pelaku tersangka asusila terhadap anak kandungnya sendiri, itu mendekam di tahanan Mapolres Majene.

Baca juga :

Pelaku dijerat dengan sangkaan pasal 46 Jo pasal 7, pasal 8a Undang-undang RI No. 23 tahun 2004, tentang PKDRT dan/atau pasal 264 KUHPidana dengan ancaman pindana paling lama 12 tahun  penjara.

Editor : Daeng Nompo’

Video Polres Majene :

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *