Secara Zoom Virtual Nasional Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah Redistribusi Seluas 190,12 Hektar Kepada 670 KK di Kabupaten Majene 

- in BERITA, MAJENE, NASIONAL, SULBAR
91
0

Secara Zoom Virtual Nasional Presiden Jokowi Serahkan Sertifikat Tanah Redistribusi Seluas 190,12 Hektar Kepada 670 KK di Kabupaten Majene

Presiden H. Joko Widodo (Jokowi) serahkan sertifikat tanah redistribusi seluas 190,12 hektar kepada 670 kepala keluarga (KK) melalui Pemerintah Kabupaten Majene secara virtual, dari istana kepresidenan Boogor, Rabu siang (22/9/2021). (Kolase Foto SANDEQPOSNews.com/Foto : BPMI Setpres/Lukas/Prokopim Majene).

 

SANDEQPOSNews.com, Majene – Presiden H. Joko Widodo (Jokowi) serahkan sertifikat tanah redistribusi seluas 190,12 hektar kepada 670 kepala keluarga (KK) melalui Pemerintah Kabupaten Majene secara virtual, dari istana negara, Rabu siang (22/9/2021).

Acara virtual serentak diikuti Pemerintah daerah dan Pemerintah propinsi se indonesia ini dikuti juga Pemda Majene di ruang pola kantor bupati.

Untuk Kabupaten Majene diserahkan 1000 bidang tanah atau setara 190,12 hektar kepada 670 KK. Namun penerima manfaat yang hadir hanya 30 KK karena protokol kesehatan covid19.

Dalam rapat secara zoom virtual itu, Presiden Jokowi mengatakan tidak ingin ada konflik agraria yang terjadi di daerah terus berlangsung, Presiden tidak ingin rakyat kecil tidak punya kepastian hukum terhadap lahan yang menjadi sandaran hidup mereka, termasuk para pengusah yang tidak mempunyai kepastian hukum atas lahan usahanya.

Menurut Prresdien konflik agraria merupakan tantangan yang berat khususnya bagi para petani dan nelayan dalam menggarap lahannya. Untuk itu bertepatan dengan hari agraria dan tata ruang tahun 2021 Pemerintah telah menyerahkan 124 ribu sertifikat tanah hasil redistribusi di 26 Provinsi, 127 kab kota. Hasil tersebut terdiri dari 5.212 hasil penyelesaian konflik di 7 Provinsi dan 8 kabupaten yang merupakan prioritas di tahun 2021.

“Penyerahan ini sangat istimewa karna sertifikat ini betul-betul tambahan tanah baru untuk rakyat, berasal dari tanah negara hasil penyelesaian konflik, tanah terlantar dan pelepasan kawasan hutan,” kata Presiden Jokowi, dikutip dari rilis Prokopimda Majene, Rabu (22/9).

Hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekertaris Daerah Majene, Masriadi Nadi atjo, Perwakilan Dandim 1401, Perwakilan Kapolres Majene, Perwakilan Kajari, Perwakilan PN Majene, Kepala BPN Majene Muhammad Naim, Asisten Setda, Para Pimpinan OPD, Camat, serta 30 masyarakat perwakilan penerima manfaat sertipikat redistribusi tanah objek agraria tahun 2021.

Baca juga :

Dilansir dari Tirto.id, Lahan negara seluas 9 juta hektar telah ditetapkan sebagai target redistribusi dan legalisasi aset tanah. Salah satu program prioritas nasional ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) periode 2015-2019. Lahan seluas 4,5 juta hektar milik masyarakat akan dilegalkan dengan program sertifikasi. Adapun lahan seluas 4,5 juta hektar lainnya dakal dibagikan dalam program redistribusi tanah. Ketentuan teknis pelaksanaan program ini diatur dalam Perpres Nomor 45 tahun 2016 tentang Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017, demikian dilansir laman Indonesia.go.id.

Program legalisasi dan pendaftaran tanah dicanangkan pemerintahan Joko Widodo dengan tujuan untuk menyelesaikan problem sengketa lahan yang selama ini kerap terjadi di Indonesia, demikian dikutip dari Antara.

Redistribusi tanah adalah pembagian tanah-tanah yang dikuasai oleh negara dan telah ditegaskan menjadi objek landreform (Tanah obyek landreform adalah tanah yang dapat dibagikan dalam rangka pelaksanaan landreform sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Peraturan Pemerintah Nomor 224 Thun 1961, red) yang diberikan kepada para petani penggarap yang telah memenuhi syarat ketentuan Peraturan Pemerintah No. 224 Tahun 1961.

 Editor : Daeng Nompo’

Video : 

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *