Bawang Merah Majene Banyak Diminati dari Daerah Luar

- in BERITA, EKOBISNIS, MAJENE, SULBAR
43
0

Bawang Merah Majene Banyak Diminati dari Daerah Luar

Bupati Majene, Andi Ahmad Syukri (kedua kiri) didampingi wakil bupati Arismunandar (ketiga) dan KAdis Tanakbun Burhan Usman (keempat) sedang mengangkat bawang merah yang baru dipanen di Desa Pambo’boran, Kec. Banggae, Majene, Kamis 2 Septmber 2021. (Foto Prokopimda Majene).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Bawang Merah yang ditanam oleh petani di kabupaten Majene, Sulawesi Barat, menyebar di sebagian kecamatan dari 8 kecamatan yang ada di Kabupaten Majene.

Jenis tanaman Hortikultura tersebut sangat cocok tumbuh di dataran tinggi pebukitan hingga pegunungan. Dan hasilpanen bawang merah ini tdak saja dijual di pasar-pasar tradisional Majene, namun juga sangat diminati oleh pedagang-pedagan dari luar Majene.

“Hasil panen bawang merah para petani sudah tidak hanya dijual dipasar tradisional di Majene, namun para pedagang luar Majene sudah datang langsung menjemput dilokasi, untuk selanjutnya dipasarkan diluar wilayah Kab. Majene,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan (Distanakbun) Kab. Majene, Burhan Usman, disela penyerahan bantuan sarana prasarana hortikultura berupa 1 unit Bentor dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI Tahun Anggaran 2021, di Desa Pambo’borang,  Kamis (2/9/2021).

Di hari yang sama bantuan tersebut diserahkan langsung oleh bupati Majene, H. Ahmad Syukri, kepada Kelompok Tani Angguning Desa Pamboborang di Sanggar Tani Angguning Desa Pamboborang Kec. Banggae.

“Saat ini kita berada pada kawasan pertanian di Majene dan sengaja menghadirkan Pimpinan Daerah  9bupati) untuk dapat melihat langsung kondisi pertanian di Majene, dimana Kementerian Pertanian telah menetapkan Majene sebagai “Kawasan Hortikultura” di Indonesia, dan sebagai sarana penghasil bawang merah yang mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi di Majene,” ujar mantan Pj Sekda Majene itu.

Bupati Majene Andi Ahmad Syukri (AST) bersama Kadis Tanakbun Burhan Usman, Sekertaris Distanakbun Muh. Syafei (belakang Kadis), dan Kasubag Prokopimda Sufyan Ilbas (masker merah putih), dalam perjalanan ke Desa Pambo’boran untukmenyerahkan bantuan dari pusat. (Foto Prokopimda Majene).

Baca juga :

Menurut Burhan, hasil panen bawang merah di Kab. Majene sudah mampu disimpan sampai 4 bulan lamanya, “Ini untuk mencegah tengkulak mempermainkan harga pasar bawang, karena para petani sudah modern dalam hal penyimpanan bawang. Bahkan sudah ada yang menggunakan sistem ozonisasi.”

Kata dia, air yang digunakan oleh para petani disini (Pambo’boran) menggunakan sumber mata air dari Mangge yang dialirkan langsung ke kebun petani, dengan menggunakan mesin.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri selain bupati, juga wakil bupati Arismunandar, Kabag. Prokopimda Setda Majene, Para PPL, Kades. Pambo’borang, Ketua dan anggota kelompok tani Angguni, dan undangan lainnya.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *