Wakil Bupati Harapkan Semua Sektor Terkait Berkolaborasi Bahu-Membahu Menekan Stunting di Majene

- in BERITA, KESEHATAN, MAJENE, SULBAR
87
0

Wakil Bupati Harapkan Semua Sektor Terkait Berkolaborasi Bahu-Membahu Menekan Stunting di Majene

Penandatanganan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Majene Tahun 2021
Tema “Penguatan Peran Desa / Kelurahan dan Kampanye Perubahan Perilaku sebagai Implementasi Konvergensi Stunting di Kab. Majene, di saksikan oleh wakil bupati MAjene, Arismunandar Kalma. (Foto Prokopimda Majene).

 

SANDEQOSNews.com, Majene – Wakil bupati kabupaten Majene, Arismunandar Kalma sangat megharapkan semua sektor terkait berkolaborasi bahu-membahu menekan stunting di kabupaten Majene.

Hal itu disampaikan oleh Arismunandar dalam sambutannya pada Forum Desa Stunting tingkat Kab. Majene tahun 2021 dengan tema : Optimalisasi Peran Desa/Kelurahan dalam Pelaksanaan Konvergensi Penurunan Stunting di Kab. Majene, berlangsung di LPMP Sulawesi Barat, Kamis siang ( 15/7/2021).

“Kami berharap kepada semua sektor terkait agar dapat berkolaborasi bahu membahu bersama sama menekan stunting di Majene dengan melalui aksi konvergensi stunting disemua lini, mulai dari Desa, Kelurahan dan Kecamatan, karena hal tersebut juga akan berpengaruh kepada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengataka, tujuan diadakannya forum stunting adalah Sebagai wadah untuk mengemukakan pendapat sehingga dapat ditemukan sumber permasalahan yang ada untuk bersama sama mencari jalan keluarnya.

Apresiasi juga diberikan kepada Tim Gugus yang selama ini dianggap telah bekerja untuk mengurangi angka stunting di Majene.

“Dengan terbentuknya Forum Stunting Kita harapakan mampu menghasilakn rumusan kebijakan yang bermanfaat dan dapat menjadi pendampingan di desa dan kelurahan untuk mencapai generasi emas di masa yang akan datang,” ucap mantan sekertaris Disporabidpar Majene itu.

Sementara itu Kepala Bapeda Majene selaku Ketua Tim Gugus Tugas 1.000 HPK, Hj. Andi Adlina Basharoe, mengungkapkan angka prevelensi stunting di Sulbar mulai tahun 2012 sebanyak 41,6% – 2018 sebanyak 41,8% dan menempati urutan kedua tertinggi se Indonesia dan Pada tahun 2020 sudah mulai turun menjadi 22,36%.

“Delapan aksi konvergensi yang dilakukan : Analisis Situasi, Rencana Kegiatan, Rembuk Stunting, Perbup tentang peran Desa, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi, Review Kinerja Tahunan,” terangnya.

Konvergensi stunting ditingkat Desa/Kelurahan, Adlina  memastikan terlaksananya 5 paket layanan di Desa/Kelurahan seperti Air Bersih dan Sanitasi, PAUD, Kesehatan Ibu dan Anak, Konseling gizi terpadu, Perlindungan Sosial.

Acara tersebut dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Forum Desa/Kelurahan Lokus Stunting Kab. Majene kepengurusan tahun 2021. Kemudian dilanjutkan materi oleh dua orang Narasumber :

  1. TA KGM Bappenas >> Andi Irfanji, SKM, M. Kes… dengan materi “Peran dan Fungsi Koordinasi Forum Desa / Kelurahan menuju Zero Stunting di Kab. Majene”.
  2. TP2AK Setwapres RI >> DR, Dr. Lucy Widasari, M. Si…. dengan materi “Layanan Prakonsepsi dan SDM unggul Indonesia”.

Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *