Terkait Perpipaan PDAM di Majene, Sampai Saat tahun Berjalan 2021 ini Masih Fluktuasi, Tahun Sebelumnya Cenderung Meningkat.

- in BERITA, MAJENE, SULBAR
87
0

Terkait Perpipaan PDAM di Majene, Sampai Saat tahun Berjalan 2021 ini Masih Fluktuasi, Tahun Sebelumnya Cenderung Meningkat.

dari kiri : Kepala Bapeda Hj. Andi Adlina Basharoe,wakilbupati Majene Arismunandar Kalma, Tenaga Ahli Program LG Pamsimas Prov. Sulbar Hasan Husain. (ist).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Capaian pelaksanaan dari 2016 – 2021 khusus untuk perpipaan dan non perpipaan di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sampai saat ini masih fluktuasi pada tahun berjalan di 2021, sementara tahun sebelumnya cenderung meningkat.

Hal itu disampaikan oleh kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) Pemerintah Kabupaten Majene, Andi Adlina Basharoe, pada acara Workshop Review dan Monitoring Rencana Aksi Daerah Penyediaan Air Minum Dan Penyehatan Lingkungan (RAD AMPL) Kabupaten Majene 2021, di Ruang Rapat Kantor Bapeda Majene, Rabu (14/7/2021).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Majene Arisminandar Kalma, pimpinan OPD, teknis yang terkait diantaranya Kepala Bapeda, Kadis. Perkimtan, Kadis PUPR, Kadis. LHK, Kadis. Kesehatan, Pamsimas Sulbar, Direktur PDAM Majene, serta Tim Pamsimas Majene.

Andi Adlina dalam laporannya menyampaikan RAD – AMPL merupakan dokumen 5 tahunan, dan saat ini adalah tahun terakhir dilaksanakan sehingga kita dapat review sampai sejauh mana keberhasilan dan kekurangannya. RAD-AMPL juga merupakan dokuman yang sangat penting dalam rangka pelayanan air bersih di Majene dalam hal pendekatan kelembagaan, Dokumen RAD-AMPL juga akan berfungsi sebagai evaluasi.

“Capaian pelaksanaan dari 2016 – 2021 khusus untuk perpipaan di Majene dan non perpipaan sampai saat ini masih fluktuasi (TIDAK TETAP/BERUBAH-UBAH) pada tahun berjalan di 2021, sementara tahun sebelumnya cenderung meningkat,” ungkap Adlina.

Data yang disampaikan pada siang ini sekaligus akan menjadi dokumen RPJMD Bupati – Wakil Bupati Majene 2021 – 2026.

“Perlu kami sampaikan bahwa saat ini persediaAn air bersih permukaan masih sangat minim, berharap kedepannya akan terealisasi kegiatan SPAM Regional yang dikelola oleh Pemprov. Sulbar, sehingga dapat mengatasi akan kekurangan air bersih khususnya di dalam Kota Majene,” imbuhnya.

Tenaga Ahli Program LG Pamsimas Prov. Sulbar Hasan Husain, ST, MT, mengaku bahwa program Pamsimas (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat) sudah terealisasi sejak tahun 2018 di Kab. Majene, tentu dengan dukungan Pemkab. Majene dari sisi pengaggaran yang bersumber dari APBD sebanyak 20% sisanya berasal dari APBN dan Dana Desa.

“Penetapan program Pamsimas itu dilakukan setahun sebelumnya, dengan melalui proses verivikasi yang sangat objektif. Sampai saat ini hampir semua desa sudah terintagrasi dengan Pamsimas, walau hanya menjangkau 2 dusun dalam 1 desa, karena terbatasnya anggaran yang tersedia,” katanya.

Menurut dia, bulan November 2021 program Pamsimas akan berakhir, namun akan ada program lain yang sejenis menggantikan program Pamsimas yang disebut “HID Mama” atau Hibah Insentive Desa menuju aman.

Kadis PUPR, H. Inindria (kiri kedua dari depan). (ist).

Sementara itu Wakil Bupati Majene Arismunandar mengatakan, acara ini cukup penting karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tentang air besih.

“Acara yang kita hadiri saat ini cukup penting karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat tentang air bersih,” ujarnya.

Dalam sambutannya itu, wakil bupati meminta data yang akurat terkait sampai sejauh mana ketersediaan dan pemasangan pipa air bersih yang sudah terpasang di Majene dan terkait data jaringan perpipaan yang ada saat ini.

“Bila datanya sudah ada maka para stakeholder (pemegang kepentingan) teknis yang terkait dapat berkolaborasi dalam menangani kebutuhan akan air bersih bagi semua masyarakat, tentu dimulai dari Dusun, Desa, Kelurahan, Kecamatan sampai ke Kabupaten,” imbuhnya.

Menurutnya mantan Sekertaris Dinas Budpar Majene ini, banyaknya warga yang sering datang meminta untuk dibuatkan sumur bor, bila memang sudah ada jaringan perpipaan di wilayahnya masing masing, maka warga dapat langsung mengambil air bersih dari pipa yang telah terpasang sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan sesuai dengan petunjuk teknis dari PDAM Majene.

Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *