Berpakaian Adat Daerah Mandar, Forkopimda Majene Ikut Upacara peringatan Hari Pancasila Secara Nasional Lewat virtual

- in BERITA, NASIONAL
29
0

Berpakaian Adat Daerah Mandar, Forkopimda Majene Ikut Upacara peringatan Hari Pancasila Secara Nasional Lewat virtual

Presiden Indonesia Joko Widodo, wakil presiden Maruf Amin, ketua MPR RI dan ketua DPR RI Puan Maharani, mengikuti upacara hari lahir pancasila 1 juni 2021, secara virtual zoom. (kolase sandeqposnews.com)

SANDEQPOSNews.com, Makassar — Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni dilaksanakan secara nasional lewat virtual zoom bersama Presiden RI Joko Widodo dan pejabat tinggi negara.

Sementara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda)  Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, turut menghadiri upacara sakral tersebut dari Ruang Rapat Wakil Bupati Majene, pagi ini (1/6/2021).

Forkopimda Majene dihadiri oleh Bupati Majene H. Lukman, Ketua DPRD Majene Salmawati Djamado, Dandim 1401 Yudi Rombe, Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, Pj. Sekda Majene Suyuti Marzuki, Asisten Bid. Ekonomi Pembangunan Andi Amran dan Kepala Kesbangpol Majene H. Rustam.

Tayangan upacara peringatan Hari Lahir Pancasila kali ini juga disiarkan melalui akun Youtube Sekretariat Presiden.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin hadir dalam upacara peringatan itu. Jokowi mengikuti rapat dari Istana Bogor, Jawa Barat, sementara Ma’ruf dari kediamannya di Jakarta Pusat.

Hadir pula Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, serta jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju.

Salah satu menteri yang hadir ialah Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy. Selain itu, Ketua MPR Bambang Soesatyo dan Ketua DPR Puan Maharani juga.

Mereka “menghadiri” rapat virtual dari lokasi berbeda.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo membacakan teks Pancasila dari ruangan pimpinan MPR.

Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan teks UUD 1945 dari ruang pimpinan DPR.

Sementara Menko PMK Muhadjir membacakan doa. Durasi upacara berlangsung sekira 30 menit.

Sebelumnya, Hari Lahir Pancasila akan digelar di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Jokowi dan Ma’ruf dijadwalkan hadir. Namun, rencana tersebut berubah beberapa saat setelah BPIP membeberkan konsep acara ke publik lewat konferensi pers.

Bupati Majene Lukman Nurman, ketua DPRD Hj. Salmawati Djamado, Dandim 1401 Letkol Inf. Yudi Rombe, Kapolres AKBP Irawan Banuaji, Pj. Sekda Suyuti Marzuki, Asisten Bid. Ekonomi, ikut serta dalam upacara hari lahir Pancasila secara virtual zoom tingkat nasional, di ruangan rapat wakil bupati. (ist). 

Amanat Presiden

Presiden menyampaikan amanat dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 yang melanda saat ini menguji daya juang, pengorbanan, dan kedisiplinan bangsa Indonesia.

Wabah ini juga menguji ketenangan dalam mengambil kebijakan yang cepat dan tepat.

Namun, menurut Jokowi, Pancasila ibarat bintang yang menjadi pemersatu bangsa dalam melewati ujian itu.

“Dalam menghadapi ujian tersebut, kita bersyukur bahwa Pancasila tetap jadi bintang penjuru untuk menggerakan kita semua,” kata Jokowi.

“Juga menggerakan rasa kepedulian kita untuk saling berbagi,” imbuhnya.

Pancasila pun memperkokoh persaudaraan dan kegotongroyongan bangsa untuk meringankan beban masyarakat.

Selain itu, kata Jokowi, menumbuhkan daya juang rakyat Indonesia untuk mengatasi kesulitan dan tantangan yang sedang dihadapi.

Jokowi menyebutkan, nilai-nilai luhur Pancasila harus dihadirkan secara nyata dalam kehidupan.

“Pancasila harus terus jadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita. Nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah. Nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat bangsa indonesia,” tutur Jokowi.

Presiden juga meminta agar seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan. Selain itu dia mengajak penyelenggara negara untuk melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan.

Tahun keempat
Hari Lahir Pancasila yang diperingati tiap 1 Juni dan diputuskan menjadi hari libur nasional.

Presiden Joko Widodo, pada 2016, mengeluarkan keputusan bahwa 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila secara nasional. Tahun ini menjadi tahun keempat peringatan Hari Lahir Pancasila.

Penetapan itu dilakukan setelah lebih dari 70 tahun Indonesia merdeka.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016. Keputusan itu secara resmi ditandatangani Presiden Jokowi di hadapan tokoh nasional saat kegiatan peringatan pidato Bung Karno di Bandung.

Keputusan tersebut sekaligus melengkapi Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2008 yang telah menetapkan 18 Agustus 1945 sebagai Hari Konstitusi.

Berubah
Kepala BPIP Yudian Wahyudi mengatakan ada perubahan format upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar hari ini.

BPIP semula merencanakan menggelar upacara di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negari, Jakarta dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Berdasarkan rencana, BPIP hanya mengundang sekitar 45 hingga 100 orang dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila. Undangan yang hadir hanya yang sudah melakukan tes Covid-19 dan dinyatakan tidak terinfeksi.

Dihubungi seusai upacara, Yudian menyatakan agenda pelaksanaan upacara diubah seluruhnya mengingat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang masih berlaku di DKI Jakarta hingga hari ini.

Menurutnya, pelaksanaan upacara virtual ini upaya memutus penularan Covid-19.

“Memang diubah menjadi acara virtual penuh. Mohon maaf. Perubahan diputuskan beberapa saat setelah press conference karena mempertimbangkan kondisi. Yang masih harus ketat menerapkan PSBB/protokol medis,” kata Yudian saat dihubungi wartawan, Senin (1/6/2020).

Yudian pun membenarkan bahwa para pejabat mengikuti upacara dari lokasi yang berbeda-beda.

Editor  : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *