Bupati Majene Optimis Budidaya Rumput Laut Bisa Sebaik yang Ada di Bantaeng

- in BERITA, EKOBISNIS, LINTAS DAERAH
115
0

Bupati Majene Optimis Budidaya Rumput Laut Bisa Sebaik yang Ada di Bantaeng

Bupati Majene, H. Lukman Nurman, perlihatkan rumput laut yang baru dipanen. (ist).

SANDEQPOSNews.com, Majene – Bupati Majene, H. Lukman Nurman, merasa yakin dan optimis budi daya rumput laut di kabupaten Majene bisa sebaik yang ada di kabupaten bantaeng , Sualwesi selatan.

Lukman mengatakan itu, saat bersama rombongan Pemda Majene melakukan studi banding di Bantaeng, Senin (15/3/2021).

Dalam studi banding itu, Rombongan Pemda Majene memanfaatkan waktu luang meninjau secara langsung pembibitan rumput laut di Pantai Marina, Bantaeng. Di lokasi ini bupati Majene berbincang- bincang dengan para ibu-ibu yang tengah mengikat rumput laut sebelum diolah sebagai bahan makanan.

Menurut Lukman, secara tipologi (tipe geografis, red) Majene dan Bantaeng hampir sama, bahkan memiliki garis pantai yang lebih panjang dari Kabupaten Bantaeng. Hanya saja, kata dia, perlu kesungguhan jika ingin berkembang seperti halnya Bantaeng.

Lukman mengatakan, saat memulai usaha tersebut banyak kendala yang dihadapi untuk bisa berhasil. Jika Majene tidak mampu memaksimalkan potensi tersebut, menurut Lukman,  sangat sia-sia memiliki garis pantai yang panjang.

“Keinginan itu harus didorong di masyarakat, nasib tidak akan berubah kalau kita tidak merubahnya. Cukup  sederhana saja, tapi harus ada kemauan didalamnya,” jelas eks wakil bupati era bupati (alm) Fahmi Massiara itu..

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan Bantaeng, Rita, mengatakan untuk pengembangan rumput laut belum berpengaruh maksimal untuk PAD Bantaeng. Pasalnya, pemerintah belum menjadikan rumput laut sebagai salah satu sumber pendapatan dan hanya diarahkan pada sektor peningkatan taraf hidup petani.

Meski demikian, kata dia, budidaya rumput laut  menjadi penyumbang PDRB (Produk Domestik Regional Bruto : jumlah nilai tambah dari semua sektor ekonomi, red) per kapita untuk sektor perikanan.

“Dulunya kebiasaan ibu- ibu di pantai hanya duduk di tangga rumah, sejak adanya budidaya rumput laut telah menghasilkan Rp30 ribu samai Rp40 ribu per hari. Ini salah satu kegiatan yang sangat bagus dimasa pandemi seperti ini,” ucapnya.

Baca juga ini :

Usai pertemuan seremoni, rombongan Bupati Majene langsung berkunjung ke sentra pengolahan rumput laut di pesisir pantai Bantaeng. Di lokasi itu bupati beserta jajaran Pemda Majene melihat proses pengolahan rumput laut, dari proses pencucian, pembersihan hingga pengeringan.

Salah satu Staf di sentra pengolahan tersebut, Syamsul Bachri menjelaskan, setelah mengambil rumput laut dari petani kemudian dicuci selama tiga hari tiga malam, kemudian dijemur sampai kering.

“Setelah kering kemudian bisa diolah menjadi kerupuk, mie, dan bakso,“ jelas Syamsul.

Sumber Rilis : Kasubag Prokopimda Majene, Sufyan Ilbas

Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *