Bupati Majene Khawatir Ada Warga Terdampak Parah Gempa Tidak Terdata Karena Mengungsi Keluar Daerah

- in BENCANA, BERITA, MAJENE, NASIONAL, SULBAR
110
0

Bupati Majene Khawatir Ada Warga Terdampak Parah Gempa Tidak Terdata Karena Mengungsi Keluar Daerah

Suasana rapat koordinasi yang diikuti bupati Majene dan sejumlah Kadis via virtual zoom dengan pemerintah pusat dan Pemprop Sulbar. virtual ini diikuti bupati diruang rapat bupati, Jumat (19/2/ 2021).

 

SANDEQPOANews.com, Majene – Bupati Majene menghawatirkan adanya warga terdampak parah gempa di Majene tidak terdata karena mengungsi keluar daerah.

Dalam rapat percepatan rehab rekonstruksi setelah gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat, melalui  virtual zoom dengan pemerintah pusat dan propinsi Sulbar,  di ruang Rapat Bupati Majene,  Jumat (19/2/ 2021), bupati Majene, H. Lukman Nurman menjelaskan,  pada tahap pertama, data yang dikirim ke pusat masih bersifat sementara, mengingat banyak warga Majene yang belum terdata karena meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke luar Majene.

Lalu di tahap kedua barulah masyarakat terdampak gempa pulang kembali ke rumah mereka untuk didata. Untuk itu Lukman berharap pemerintah pusat memperhatikan data di tahap kedua dan segera dilakukan validasi.

Kami khawatir, justru ada warga tedampak parah dan tidak masuk dalam pendataan tersebut dan ini akan akan menjadi masalah baru bagi pemerintah daerah, sehingga kami berharap pemerintah pusat terus mengevaluasi data pertama dan kedua” ujarnya.

Dalam rapat etrsebut terungkap ada tiga Kabupaten yang terdampak seperti Majene, Mamuju dan Mamasa. Tiga daerah ini  telah mengajukan dan melaporkan data kerusakan infrastruktur, mulai dari rumah, sekolah, perkantoran hingga kerusakan jalan dalam dua tahap.

Baca juga

Sementara dalam laporan fisik yang disampaikan oleh bupati Majene, pada tahap pertama kerusakan rumah berdasarkan kategori sebanyak  4.099  rumah. Dengan rincian, rusak berat 1.774, rusak sedang 1.140, dan rusak ringan  1.185.

Sementara untuk  pendataan tahap akhir jumlahnya bertambah menjadi 7.240 unit. Dengan Rincian, rusak berat 3.005 unit, rusak sedang 1.727 unit dan rusak ringan 2.508 unit.

Rapat itu juga menghadirikan para pengembang (developer, red), salah satunya Rumah Permanen Instan DOMUS menjanjikan percepatan pembagunan rumah permanen instan. Bahkan jika disetujui, masyarakat terdampak di Sulbar bisa segera masuk hunian sebelum lebaran Idul Fitri. Pihak Domus bahkan telah mengunjungi Majene dan Mamuju untuk melihat kondisi wilayah yang akan dibangun.

Sementara itu Sekertaris propinsi Sulbar, Idris DP, sangat merespon solusi yang disampaikan oleh pihak pengembang tersebut. Hanya saja, kata Idris, ketersediaan lahan yang menjadi lokasi nantinya belum ada yang dibebaskan.

Bahkan, menurut dia untuk tahun ini tidak ada penganggaran untuk lahan hunian. Sebelumnya ada lahan yang telah di indentifikasi pemerintah Sulbar, hanya saja secara harga sangat mahal karna di dalamnya ada area perkebunan warga sekitar 3 hektar.

“Problemnnya saat ini ketersediaan lahan, angka Rp3 Milyar pembebasan lahan belum di anggarakan tahun ini, mungkin bagi pemerintah pusat terbilang tidak seberapa, namun bagi pemerintah Majene sangat besar apalagi tidak masuk dalam penganggaran,” ujarya.

Direktur pemulihan dan dan peningkatan fisik BNPB RI, Ali Bernadus, mengatakan untuk rapat hari ini merupakan diskusi awal. Pihaknya segera akan menyusun Juklak (petunujuk pelaksanaan) dan Juknis (petunjuk tekhnis) untuk 3 kabupaten di Sulbar.

Video terkait Gempa Majene

Dampak Gempa Malunda : Sudah Tiga Hari Mengungsi dapat bantuan Mi Instan 2 bungkus per Satu Tenda?

Ali juga meminta agar Pemda memfasilitasi warganya untuk membuka rekening penyaluran dana bantuan, serta kesiapan peneydia jasa perumahan untuk datang ke Sulbar.

Rapat tersebut juka di ikuti pihak Kementerian PUPR, REI Pusat, Sekprop Sulbar, Wakil Bupati Mamasa, BPBD Sulbar, bupati Majene, bupati Mamuju dan bupati Mamasa, Kepala Bapeda dan Kepala Dinas Perkimtan Majene.

Rilis Kasubag Prokopimda Majene, Sufyan Ilbas

Editor : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *