Begini Cara FKIP Unsulbar Edukasi Warga Panyampa Mencegah Stunting

- in BERITA, KESEHATAN, MAJENE, PENDIDIKAN, SULBAR
20
0

Begini Cara FKIP Unsulbar Edukasi Warga Panyampa Mencegah Stunting

 

 

SANDEQPOSNews.com, Polewali Mandar – Sulawesi Barat menduduki peringkat kedua tertinggi angka kasus stunting di Indonesia setelah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini pun jadi perhatian serius dan membuat pemerintah serta sejumlah kalangan untuk terus melakukan edukasi pencegahan stunting di masyarakat.

Seperti yang dilakukan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Stimulus Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (PKMS DIPA)  Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) di Desa Panyampa, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis 15 Januari 2021.

Kegiatan tersebut digelar oleh Tim gabungan yang terdiri dari dosen Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta Himpunan Mahasiswa Biologi (Himabio), berlangsung selama sepekan  dengan mengedukasi warga untuk mencegah stunting.

Kegiatan bertajuk : Kelas Pesisir dan Edukasi Stunting yang disingkat KEREN ini melakukan sejumlah kegiatan edukasi yang diikuti 43 peserta anak usia 6 sampai 14 tahun.

Ketua Tim PKMS DIPA Unsulbar, Arlinda Puspita Sari mengatakan, kegiatan edukasi yang dilakukan seperti belajar baca tulis, menghitung, belajar doa’ harian, kesenian serta permainan menarik lainnya.

“Anak-anak sangat antusias belajar. Kegiatan seperti ini harus berkelanjutan. Pada dasarnya kami datang melakukan stimulus,” ujar Arlinda Puspitasari,.

Selain anak, ada 25 warga juga mengikuti edukasi stunting yang digelar di Aula Kantor Desa. Dalam edukasi ini, petugas gizi Puskesmas Katumbangan, Annisa Maghfirah hadir menjadi pemateri dengan mengedukasi warga pola hidup sehat untuk mencegah stunting.

“Stunting merupakan permasalahan yang serius, karena stunting bukan hanya kerdil dalam hal fisik, tapi juga kerdil dalam hal mental dan cara berpikir,” kata Annisa.

“Sehingga nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk diperhatikan. Terutama di Sulawesi Barat, yang merupakan Provinsi ke-2 dengan kasus stunting terbanyak di Indonesia,” jelasnya.

Diharapkan masyarakat berperan aktif dalam upaya pencegahan stunting. Hal ini bertujuan untuk menekan angka stunting di Sulawesi Barat untuk generasi sehat dan cerdas.

Laporan : Irwan Latif

Editor     : SAN

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *