Belum Dibangun, Lokasi Rutan kelas II Majene Diolah Sebagai Lahan Pertanian, Hasilnya Panen Jagung dan Sayur Mayur

- in BERITA, EKOBISNIS, MAJENE, SULBAR
176
0

Belum Dibangun, Lokasi Rutan kelas II Majene Diolah Sebagai Lahan Pertanian, Hasilnya Panen Jagung dan Sayur Mayur

Plt. Bupati Majene, Lukman Nurman, menuangkan jagung ke dalam mesin pengolahan biji jagung, yang baru di panen di lokasi pembangunan Rutan kelas II B Majene, di Lingkungan Mangge, Kel Totoli, Kec. Banggae, Majene, Selasa (22/12/2020). (Foto Porkopimda Majene).

SANDEQPOSNews.com, Majene — Lokasi pembangunan Rumah Tahanan (Rutan) kelas II B Majene yang terletak di Lingkungan Mangge, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae, Kab. Majene, Sulawesi Barat, hingga kini belum dibangun, baik sarana pra sarana maupun fasilitas lainnya untuk menampung warga binaan (tahanan).

Namun lokasi seluas 3,5 hektar itu awalnya ditumbuhi semak belukar dan macam pepohonan itu kini disulap menjadi lahan pertanian tanama sayur mayur serta pengembagan bibit ternak Kambing.

Kepala Rutan kelas II B Majene, Rasbil, mengatakan lahan yang dihibahkan oleh Pemkab. Majene untuk pembangunan kantor Rutan untuk sementara ini difungsikan sebagai lahan Pertanian dan Peternakan sebagai program pembinaan dan kemandirian warga binaan Rutan

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majene yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan kantor Rutan yang saat ini kita tempati. Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemkab. Majene beserta leading sektor lainnya sehingga kami dapat memanfaatkan fasilitas yang ada,” kata Rasbil pada acara panen jagung dan sayuran perdana di lokasi tersebut, Selasa (22/12/2020).

Rasbil menjelaskan, kegiatan hari ini merupakan yang pertama kali lakukan meskipun dalam suasana pandemi covid19. Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi ajang silaturrahmi.

“Disamping itu kita juga dapat menikmati hasil pertanian yang dikelola oleh warga binaan.
Selain itu juga akan menjadi wadah bagi warga binaan bagaimana mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif,” ujarnya.

Lahan ini, kata Rasbil, akan digunakan sebagai area gedung asimilisasi, sambil menunggu proses administrasi dan legilitas lahan, sehingga untuk sementara digunakan sebagai lahan pertanian produktif, yang ditanami jagung dan sayur sayuran dan mengembang biakkan bibit kambing.

“Kami mengharapkan kepada Pemerintah Majene agar juga memperhatikan akses jalan dan penerangan menuju lokasi yang ada seluas 3,5 Ha,” pinta dia.

Sementara itu, pelaksana tugas (Plt) bupati Majene, Lukman Nurman, mengatakan, merasakan sesuatu yang beda, dengan mencontohkan satu lirik lagu “layu sebelum berkembang”, namun di lokasi tersebut, kata dia, justru berkembang sebelum memulai (pembangunan Rutan).

“Kenapa saya katakan demikian karena lahan ini dipersiapkan untuk pembangunan gedung Rutan Majene, tetapi oleh pihak Rutan Majene telah melakukan akselerasi dan inovasi mengembangkan lahan ini,” ujarnya.

Lukman mengatakan, kegiatan yang dilakukan oleh Rutan Majene bersama warga binaannya akan menjadi motivasi tersendiri bagi warga lokal disini, dimana Rutan Majene telah mampu membuat lahan tidur dan menganggur menjadi lahan yang produktif.

“Sesaat lagi kita panen jagung, saya sempat tanya ke Kadis. Pertanian terkait harga jual jagung kering, katanya sekitar Rp 3.200 per kilogram, bila tidak ada tempat pemasarannnya, maka saya bersedia membeli perdana jagung hasil panen hari ini,” katanya.

“Harapan saya tidak boleh ada hasil petani yang tidak laku terjual, karena akan memundurkan dan mengurangi semangat petani dalam bercocok tanam,” imbuhnya.

Lukman juga meminta kepada Dinas Pertanian supaya tetap memerhatikan komunitas petani yang memilki etos kerja dan semangat dari pimpinannya.

Terkait permintaan kepala Rutan kelas II B soal penerangan jalan, selaku Plt. Bupatiz Lukman menyatakan siap memfasilitasi dengan pihak PLN Majene untuk dapat dibuatkan jaringan masuk ke lokasi tersebut.

“Insyaa Allah sebelum berakhirnya periode kerja Fahmi Lukman, listrik akan masuk kesini, dan kepada Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan supaya dapat memprioritaskan usulan di Musrenbang berupa pembangunan rabat beton untuk akses jalan ke lokasi ini,” katanya.

Selain panen Jagung dan sayur mayur juga disertai pengukuhan pengurus Kelompok Tani “Antrabez” Rutan Majene.

Penandatanganan naskah pembentukan kelompok tani ANTRABES RUTAN. (Foto Porkopimda Majene).

Selain Plt. Bupati Majene dan Kepala Rutan Kls. II B Majene, acara ini juga dihadiri oleh Kadis Pertanian Perkebunan Majene, Kadis. Perkimtan Majene, Unsur TNI Kompi 721, Mewakili Camat Banggae, Lurah Totoli dan undangan lainnya.

Naratulis : Kasubag Prokopimda Setda Majene, Sufyan Ilbas.
Editor : Daeng Nompo’

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *