Gebyar Seni dan Budaya Tahunan Antar Mahasiswa se-Nusantara, KORMA Tampil Mewakili Sulawesi Barat

- in BERITA, HUMANIORA, SENI BUDAYA
373
0

Gebyar Seni dan Budaya Tahunan Antar Mahasiswa se-Nusantara, KORMA Tampil Mewakili Sulawesi Barat

A’ad Mandar di depan karya lukisannya yang dipamerkan pada Gebyar kesenian dan kebudayaan tahunan “Selendang Sutera”  dimeriahkan oleh seluruh perwakilan sanggar kesenian dan IKPMD (Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah) dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia, 18-20 Oktober 2020. (Foto A’ad).

SANDEQPOSNews.com, Yogyakarta – Gebyar kesenian dan kebudayaan tahunan “Selendang Sutera”  dimeriahkan oleh seluruh perwakilan sanggar kesenian dan IKPMD (Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah) dari seluruh Provinsi yang ada di Indonesia.

Dalam cara ini KORMA (Komunitas Rumah Mandar Yogyakarta) turut ambil bagian mewakili Propinsi Sulawesi Barat. KORMA adalah sanggar berkesenian warga Mandar yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penghargaan dari pihak penyelenggara Dinas Kebudayaan DIY bekerjasama dengan IKPMDI memberikan kepercayaan kepada KORMA perwakilan dari Sulawesi Barat sebagai tuan rumah tahun ini. Salah satu seniman asal Sulbar, A’ad Mandar, mengatakan, situasi pandemi Covid19 juga mendera kota Gudeg dan berbudaya ini (Yogya), sehingga acara Kesenian dan Kebudayaan se-Nusantar antar mahasiswa perwakilan propinsi itu dilaksanakan secara virtual oleh masing-masing provinsi.

“Ada yang menarik dari pelaksanaan Selendang Sutera pada tahun ini, mahasiswa Mandar menampilkan kuliner khas Mandar (Sulawesi Barat), pakaian adat, penampilan kebudayaan dan pameran atau display lukisan yang bertemakan Sulawesi khusunya Sulawesi Barat,” ujar A’ad kepada SANDEQPOSNews.com via telepon genggam, Selasa (20/10/2020).

A’ad Mandar asal Pakkammisang, Kecamatan Campalagian, kabupaten Polewali Mandar ini lahir 15 Februari 1997, lalu. Dalam acara bertaraf nasional itu, Ia turut menampilkan karya lukisan yang dipamerkan lewat display-nya di asrama mahasiswa Mandar Todilaling sejak Minggu 18 Oktober 2020. Acara Kesenian dan Kebudayaan itu sendiri berakhir hari ini, Selasa (20/10).

Antusias dan apresiasi pengunjung terhadap karya lukisan aliran Ekspresionisme A’ad, karena tema lukisan lebih menonjolkan ke-Mandar-an, seperti Sandeq, Sibaliparriq Paakke Boyang, Pallake atau Panganda, Kacaping Mandar, Sigayang Lalang Lipaq, Tosalili.

Selain itu, sejumlah lukisan dengan tema bebas yang dibuat sejak tahun 2017 sebagai tahun kelahiran karya-karyanya sebagai seniman Mandar di Yogyakarta.

27 karya lukisan yang dipamerkan A’ad, merupakan karya yang dihasilkan dalam masa pandemi Covid19. Diantara lukisan ini ada yang telah diikutkan pada pameran Nasional, misalnya, Indonesia Vs Covid-19 (Terpilih bersama 150 karya seluruh Indonesia dalam Pameran Dari Rumah yang diadakan oleh kemenparekraf, 2020), Sibali Parriq Paakke Boyang dan Sigayang Lalang Lipaq (terpilih dalam nominasi 45 Perupa Muda Indonesia dan dipamerkan di acara peringatan hari jadi provinsi Jawa Timur yang ke-75 tahun, 2020), dan sejumlah lukisannya yang lain.

A’ad Mandar kini telah menyelesaikan kuliah S1 (Strata Satu) nya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Sejak kecil A’ad sudah terlihat bakat seninya, gemar melukis di media apa saja. Kini A’ad bisa dibilang sudah matang dalam berkesenian di seni rupa dan tekadnya memantapkan diri untuk meramaikan dunia kesenian, khususnya senirupa di Sulawesi Barat.

Di Yogyakarta, A’ad banyak bertemu dengan para seniman maestro dan banyak belajar darinya, ia tergabung dalam Komunitas Pelukis Indonesia Yogyakarta dan Ikatan Pelukis Indonesia. Yang membedakannya dengan seniman lain adalah karya lukisannya lebih menonjolkan kebudayaan dan kesenian dari tanah kelahirannya. A’ad berharap dapat lebih konsisten melukis tema-tema kehidupan di Sulawesi Barat sebagai bentuk kecintaannya kepada tanah kelahirannya, sekaligus juga memperkenalkan ke luar Sulbar.  .

“Kita ini orang Sulbar, jika selama ini kita banyak mengenal wayang-wayang dan berbagai macam kebudayaan Jawa dan sebagainya, karena mereka mencintai kebudayaannya, maka mereka memperkenalkan kepada orang lain,” kata A’ad.

Menurutnya, mereka mencintai diri mereka sendiri dan sekarang, “Mari kita bangun kecintaan kita terhadap tanah kelahiran kita Litaq Pembolongatta, dengan mencintai apa yang telah diwariskan oleh leluhur kita.”

“Kebudayaan kita adalah kekayaan kita yang patut kita ketahui dan lestarikan dan mengatakan inilah kita orang-orang Sulawesi Barat,” imbuhnya.

A’ad mengisahkan pengalaman berharga yang pernah diraihnya itu, saat masih di MTS di Pondok Syehk Hasan yamani, Parappe, kab. Polman, tahun 2012 lalu. Pada acara tahunan pondok ini, A’ad dipercayakan untuk membuat pigura latar belakang panggung seni, Ia pun melukis di atas 30 triplek yang menjadi latar panggung acara.

Selain itu, Ia juga sempat diikutkan pameran kaligrafi oleh UKM (unit kegiatan mahasiswa) Al Mizan UIN Yogya, saat itu baru semester awal. Menariknya A’ad berkesempatan bertemu dengan pelukis kaligrafi nasional yang disegani oleh seniman internasional, seorang dosen seni rupa ISI, Saeful Adnan. Maestro Kaligrafi Indonesia ini pun mengajak A’ad pameran kaligrafi di teras Mall Malioboro pada tahun 2017, lalu.

A’ad Mandar memiliki cita-cita yang besar dibidang Kesenian, khususnya pada seni rupa. Ia berencana sepulang dari Yogya, akan membangun galeri seni yang memajang karya-karya lukisannya.

“Sebenanya saya ingin membangun galeri lukisan di Majene atau di Polman, jika saya pulang nantinya ke Sulbar. Saya juga berharap agar anak-anak di Sulbar dapat menjaga tradisi kesenian dan kebudayaan Mandar, terutama di bidang seni lukis, pungkaasnya.

*) A’ad Mandar, lahir 15 Februari 1997, asal Pakkammisang, Campalagian Polman.

Ig: @msd_artmandar

@mandarmural

Youtube Channel: Senimandar

msdartmandar@gmail.com

082224161439

Alumni UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2019.

Video : Tradisi Pelelangan Ikan di Tepi Pantai Majene, Setiap Pagi

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *