Sekertaris DPD Golkar Majene Dikeroyok, Advokat Hari Ananda Gani, SH : Perbuatan Tidak Manusiawi, Ini Adalah Delik Pidana Murni

- in BERITA, HUKRIM, MAMUJU, SULBAR
358
3

Sekertaris DPD Golkar Majene Dikeroyok, Advokat Hari Ananda Gani, SH : Perbuatan Tidak Manusiawi, Ini Adalah Delik Pidana Murni

Surat tanda terima laopran Sekertaris DPD II Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif, yang dikeroyok di hotel Maleo, Mamuju, Minggu (19/7) lalu. (ist)

SANDEQPSNews.com, Majene – Pengeroyokan dengan pemukulan terhadap sekertaris DPD Golkar Kabupaten Majene, Sulwesi Barat, Muhammad Irfa Syarif, SH, oleh orang tidak dikenal (OTK) yang terjadi di lobby hotel D’Maleo Mamuju, Sulbar, pada minggu dinihari (19/7/2020) dini hari lalu, berbuntut panjang hingga pelaporan ke Polres Mamuju.

Advokat (pengacara) Irfan, Hari Ananda Gani, SH mengatakan, pemukulan sekertaris Golkar Majene adalah perbuatan yang tidak manusiawi dan ini adalah delik pidana murni.

“Polres Mamuju harus segera menangkap pelaku bersama aktor intelektualnya. Pihak polres harus mampu mengungkap siapa yang menyuruh untuk melakukan penganiyaan terhadap klien kami,” tandas Advokat Hari Ananda Gani, SH, melalui siaran Pers, Ahad (26/7/2020).

Segala kemampuan, sumber daya intelejen serta beberapa alat bukti yang telah di kumpulkan oleh Penyidik polres Mamuju, Ananda memastikan Polres Mamuju bisa menemukan pelaku penganiyaan dan aktor intelektualnya.

“Kami berharap polres Mamuju harus bertindak secara profesional dan mampu menangkap aktor intelektual dibalik penganiyaan klien kami. Sekalipun dia pejabat ataukah orang besar (aktor intelektual) harus di seret ke meja hijau,” ujarnya.

“Segera ungkap dan tangkap aktornya. Kasus ini tidak bisa cara penanganan yang biasa harus di lakukan dengan cara luar biasa, saya yakin ada oknum pejabat yang menyuruh pelaku menganiaya klien kami,” tambah Ananda.

Ananda juga menekankan pihak Polres Mamuju, bahwa peristiwa ini tida serta merta menggunakan sangkaan pasal tunggal.

“Karena ini dilakukan secara bersama-sama (pengeroyokan yang mengakibatkan luka berat) maka penyidik secara hukum haruslah memakai Pasal 351 ayat (1) Jo.Pasal 170 Jo.Pasal 55 KUHPidana. Masalah ini tidak bisa di-diamkan penyidik harus segera menetapkan tersangka dan menyeret juga ke meja hijau aktor intelektualnya,” tegasnya.

Ananda mengingatkan, jika pihak Polres Mamuju tidak mampu menjalankan proses hukum serta menangkap seluruh pelaku maka kasus tersebut akan dibawa ke Komisi III DPR RI. Namun kata dia, kasus ini dalam prosesnya akan melihat perkembangannya dan memercayakannya seluruh prosesnya kepada Polres Mamuju.

“Jika pihak Polres Mamuju tidak mampu menjalankan proses hukum serta menangkap seluruh pelaku maka kasus kami akan membawa masalah ini ke Komisi III DPR RI, kita lihat dulu dan percayakan seluruh proses hukum ini ke pihak Polres Mamuju. Kami sangat mengharapkan polres mamuju untuk melakukan penyelidikannya segera menetapkan tersangka dan pelaku aktor intelektualnya,” pungkasnya.

Advokat (pengacara) Irfan, Hari Ananda Gani, SH. (ist)

Baca juga

Ini Kejadiannya

Sebelumnya, Sekretaris DPD II Golkar Kab. Majene, Muhammad Irfan Syarif, dikeroyok sekira 10 orang oleh OTK di lokasi Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Golkar Sulawesi Barat, di lobi hotel Grand Maleo Hotel Mamuju Jl Yod Sudarso, Kelurahan Binanga, Minggu (19/7/2020) dini hari, sekira pukul 04:00 Wita.

Pengeroyokan ini membuat tubuh Irfan mengalami luka-luka pada wajahnya dan memar pada tubuhnya.

“Saya dipukul sekitar sepuluh orang, sya tidak kenal siapa mereka. Di ruang lobi hotel Maleo,” beber Irfan meallui sambungan WhatsAap, minggu malam.

Kronologis

Usai Muda Golkar, saat itu Irfan baru pulang minum kopi di salah satu warung kopp di bilangan pantai Manakarra tak jauh dari Hotel Mlaeo, sekira pukul 03:30, Wita. Ia kemudian kembali masuk ke  hotel. Tak berselang lama saat tiba di ruang lobi, Irfan didatangi 3 OTK.

“Saya tidak kenal mereka, tapi mereka sebutkan salah satu nama petinggi Golkar sambil marah-marah,” ujarnya.

Tak disangka, lanjut Irfan, OTK itu langsung melayangkan pukulan secara beringas. Seorang wartaawan televisi yang ada di dekat Irfan pun kena bogem mentah, ketika hendak melerai aksi pengeroyokan itu.

Usai mendapat perlakuan tindakan kriminal itu, Irfan menuju kantor Polres Mamuju dan melaporkan apayang telah dialaminya.

“Iye saya sudah lapor ke Polres Mamuju dan sudah BAP,” pungkas eks aktivis kampus Fakultas Hukum UMI.

Editor : Daeng Nompo’

Tonton Sampai Habis Videonya, Jangan lupa Sedekah Jemari Anda lewat : Subscribe, Like & Share

3 Comments

  1. Pingback: BreakingNews : Hari ini APPD Akan Unjuk Rasa di Tugu Perjuangan Tengah Kota Majene – SANDEQPOSNews.Com

  2. Pingback: BreakingNews : Kantor Dinas Kesehatan Susel Terbakar – SANDEQPOSNews.Com

  3. Pingback: Hasil Binaan Dosen Ekonomi Unsulbar : Gula Aren Kemasan Tradisional Menjadi Kemasan Modern Siap Dipasarkan di Swalayan dan Mall – SANDEQPOSNews.Com

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *