Antisipasi Bahaya Komunis, Kodim 1401/Majene Adakan Pembinaan Kewaspadaan

- in BERITA, MAJENE, PENDIDIKAN, SULBAR
158
2

Antisipasi Bahaya Komunis, Kodim 1401/Majene Adakan Pembinaan Kewaspadaan

Dandim 1401/Majene memberikan sambutan sekaligus membuka dan memberikan materi kewaspadaan terhadap bahaya laten KOMUNIS dan paham Radikal kepada peserta prajurit TNI wilayah Kodim 1401/Majene, Jum’at (18/7). ist

SANDEQPOSNews.com, Majene — Komunis menjadi momok bagi rakyat Indonesia,tentu saja bagi Tentara Nasional Indonesia maupun aparat negara lainnya.

TNI sejak Orde Lama hingga fase Orde Baru menjadi tulang punggung rakyat Indunesia dalam mencegah serta memberangus paham maupun aksi yang dilakukan oleh Komunis di Indonesia.

Sejarah kelam yang dilakukan oleh Komunis yang dimotori Partai Komunis Indonesia (PKI) membantai sejumlah jenderal dan perwira TNI, yang dikenal dengan peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30SPKI), kini kembali hangat diributkan dengan banyaknya bermunculan simbol-simbol PALU dan ARIT milik Komunis.

Untuk mencegahbahaya laten komunis ini, Kodim 1401/Majene
melakukan sosialisasi kegiatan pembinaan Antisipasi Balatkom (bahaya laten komunis) dan Paham Radikal dengan tema ”Waspada Komunisme dan Paham Radikal Demi Keselamatan NKRI ” yang berlangsung di aula Kodim 1401/Majene, Jl. Jenderal Sudirman No. 178 Kel. Lembang Kec. Banggae Timur, Kab. Majene, Sulawesi Barat, Jum’at (18/7/2020).

Kegiatanini dibuka langsung oleh Dandim 1401/Majene Letkol Inf Yudi Rombe ST M.Si dan oleh para Perwira Stap Kodim 1401/Majene, Danramil Jajaran Kodim 1401/Majene, Personil Kodim dan PNS kodim 1401/Majene, serta Anggota FKPPI Kab Majene.

Dandim 1401/Majene Letkol Inf Yudi Rombe mengatakan, “Kita harus selalu waspada meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya laten Komunis dan paham radikal agar jangan sampai menyusup ke lingkungan keluarga kita termasuk kedalam lingkungan Militer.”

Kegiatan Sosialisasi tersebut, lanjutDandim, bertujuan agar prajurit dan keluarganya memahami tentang bahaya laten Komunis dan paham Radikal sehingga mampu mengambil langkah tepat dalam mencegah berkembangkanya ajaran Komunis dan paham Radikal di wilayah.

Peserta.

Dandim mengingatkan kepada peserta yang umumnya prajurit TNI itu, bahwa TNI AD harus mengambil sikap tegas dalam menolak segala bentuk paham Komunis dan radikal lainnya yang bertentangan dengan Ideologi Negara Pancasila dan UUD 1945.

“Junjung tinggi terus komponen Dasar 4 pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD-45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika) yang bisa menegakkan kokoh terus NKRI,” tandas Dandim diakhir sambutannya.

Editor : Daeng Nompo’

2 Comments

  1. Mantap

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *