Pandemi Covid-19 Belum Berhenti : Ratusan Warga Hadang Pemakaman Pasien Covid-19 dan Membuka Paksa Peti Jenazah

- in BERITA, COVID-19, LINTAS DAERAH
117
2

Pandemi Covid-19 Belum Berhenti : Ratusan Warga Hadang Pemakaman Pasien Covid-19 dan Membuka Paksa Peti Jenazah

Tangkapan layar, Peti Jenazah terduga Covid-19 di tengah massa dan aparat serta tim pengubur jenazah bersitegang dengan pihak keluarga jenazah. (Screenshoot/SANDEQPOSNews.com)

SANDEQPOSNews.com, Majene – Pandemi (penyebaran) penyakit virus corona 2019 (Covid-19) sepertinya belum berakhir. Hingga menimbukan banyak masalah di tengah masyarakat. Dari penanganan medis hingga penguburan jenazah.

Seperti yang terjadi pada pasien (terduga) Covid-19 meninggal hendak dimakamkan secara protokol kesehatan Covid-19, namun ratusan warga berkumpul di pemakaman untuk menghadapan pemakaman secara prtotokol Covid-19, di Kampung Beru Kelurahan Majang Loe, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu 4 Juli 2020.

Jenazah terkait Covid-19 oleh tim medis Covid-19 Jeneponto ini, pihak keluarga pasien menganggapnya tidak wajar dan bukan karena Covid-19, karena meninggal disebabkan hanya sakit perut setelah tertusuk batang pohon.

Pasien berinisial S ini masuk ke RSUD Lanto Daeng Pasewang pada Rabu, 1 Juli 2020 lalu dengan keluhan sakit perut setelah tertusuk batang pohon kelor. Pasien kemudian dinyatakan positif setelah melakukan swab test sehingga oleh tim medis gugus Covid-19 dianggap memenuhi syarat untuk dimakamkan secara protokol Covid-19.

Baca juga

Sabtu siang kemarin (4/7), tim medis pemulasaran atau pengubur jenazah dikawal sejumlah aparat tiba di lokaasi pemakaman Kampung Beru, sekira pukul 11:00 Witauntuk melakukan penyemprotan disinfektan, namun ratusan warga sudah berkumpul di sekitar kuburan.

Saat itu juga massa yang datang semakin bertambah dan berteriak-teriak meminta peti jenazah dibuka.

Berdasarkan keterangan Kabag Humas dan Protokoler Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Mustaufiq Patta, mengatakan, jenazah tiba di lokasi pemakaman pukul 12:20, Wita. Akan tetap massa berteriak-meminta peti jenazah dibuka.

“Jenazah tiba di lokasi pemakaman pukul 12.20 bersama aparat dari Polsek Tamalatea. Tidak lama kemudian datang massa yang berteriak meminta untuk membuka peti jenazah,” kata Mustaufiq Patta.

Dalam suasana menegangkan itu, juru bicara gugus tugas Covid-19 itu berupaya menjelaskan dan  mencob melarang warga membuka peti jenazah. Karena kalah jumlah orang, akhirnya peti jenazah dikuasai dan dan saat itu juga sejumlah orang membuka paksa peti jenazah.

Tim pengubur jenazah dibantu aparat memilih mengamankan diri, dan jenazah itu pun dibawa pulang oleh keluarganya bersama ratusan warga lainnya yang hadir di lokasi kuburan.

Report : Amr/Why

Editor  : SAN

2 Comments

  1. Pingback: KPU Majene Laksanakan Penandatanganan Kerjasama Dengan Dinkes dan TGTP2 Covid19 – SANDEQPOSNews.Com

  2. Pingback: Komisi I DPRD Kabupaten Pangkep Kunjungan Kerja ke Bagian Porkompi  Setda Majene – SANDEQPOSNews.Com

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *