Gerakan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Kadis PP dan KB : Target Akseptor KB di Majene Terlampaui

- in BERITA, KESEHATAN, MAJENE, SULBAR
83
0

Gerakan Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor, Kadis PP dan KB : Target Akseptor KB di Majene Terlampaui

Foto bareng di hari rangka Hari Keluarga Nasional ke-27 : “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor”, Senin (29/6). (ist)

SANDEQPOSNews.com, Majene – Tahun ini bertepatan 29 juni 2020 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) melakukan gerakan “Pelayanan KB Serentak Sejuta Akseptor”.

Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah di Indonesia dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-27. Tak ketinggalan kabupaten Majene, Sulawesi Barat, juga melaksanakan kegiatan tersebut, Senin 29 Juni 2020.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) dr. Hj. Wahida mengatakan, target akseptro KB di Kabupaten Majene melampaui batas.

Pada kenyataannya di lapangan justru melebihi target yang diperkirakan, sekira 1.049 akseptor yang akan turut serta ambil bagian pada hari ini,” kata dr. Wahida dikutip Kasubag Protokol dan komunikasi pimpinan daerah Majene, Sufyan Ilbas.

Wahida menjelaskan, lampauan taget ini dengan perhitungan dari 41 Penyuluh KB yang ada masing masing ditarget 15 orang Akseptor, sementara laporan yang masuk sudah 1.049 orang pada hari kamis kemarin, dan ini akan bertambah sampai hari ini.

Salah satu peserta Akseptor KB di PKM Lembang. (ist)

Baca juga

Untuk tempat pelayanan KB sejuta akseptor, tambah Wahida, dilakukan di Puskesmas (diutamakan Puskesmas Rawat Inap), Praktik Mandiri Bidan (PMB), kunjungan rumah, rumah sakit/Faskes (fasilitas kesehatan), dan Pelayanan KB Bergerak.

“Termasuk RSUD Majene juga melayani, tapi khusus pada pasca (setelah) persalinan, karena laporannya secara real time, maka kami dari pihak Dinas PP dan KB Kab. Majene juga harus kontinyu melaporkan kepusat sampai batas waktu jam 15.00 hari ini,” ujarnya.

Wahida mengatakan, kagitan ini dilaksanakan atas kerjasama antar Pemkab Majene, TP. PKK Majene, dan Kodim 1401/Majene.

Pelayanan tersebut berupa pelayanan KB baru (termasuk KB pasca persalinan), KB ulangan dan KB ganti cara. Sementara jenis pelayanan KB terdiri dari pil, kondom, suntik, IUD, implan, serta Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP).

“Jadi pelayanan ini tidak dipungut biaya alias gratis dan tetap mematuhi protokol pelayanan pada masa pandemi covid-19,” jelasnya.

Kadis PP & KB dr. Hj. Wahida Foto bareng bersama ketua TP PKK Hj. Fatmawati Fahmi dan Dandim 1401/majene Letkol Inf Yudi Rombe, serta sejumlah pengurus PKK dan tim Medis maupun staf Dinas PP dan KB Majene. (ist)

Sehingga, lanjut Wahida, untuk Majene dilaksanakan secara serentak disemua fasilitas kesehatan yang ada atau di PKM Kecamatan se Kab. Majene. Dan untuk Majene dipusatkan di PKM (pusat kesehatan masyarakat) Lembang, dengan target IUD (intrauterine device/KB spiral, red), Implant 132 Akseptor, Suntik KB 215 Akseptor, Pil / Kondom 263 Akseptor dengan total target 610 Akseptor untuk semua jenis kontrasepai yang ada se Kab. Majene.

Di tempat sama, kepala bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Propinsi Sulawesi Barat, Walfaidin mengatakan, pelaksanaan Sejuta Akseptor ini dilaksanakan dalam rangka pemecahan rekor Muri.

Walfaidin mengapresiasi Dinas PP dan KB Majene atas capaian yang diperolehnya melampui target dan pelibatan semua unsur daerah di Majene.

“Hari ini di Kabupaten Majene sungguh sangat luar biasa keterlibatan berbagai pihak terutama dari Pemerintah Kabupaten Majene itu sendiri, TNI dan TP. PKK. Kita ingin hadir ditengah masyarakat walaupun kondisi pandemi Covid19 tetap berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dimana kita tidak menginginkan ditengah pandemi covid19 ini akan banyak angka kelahiran khususnya di Sulbar,” terang Walfaidin.

Seme,ntara itu ketua Tim Penggerak PKK Kab. Majene, Dra. Hj. Fatmawati Fahmi, MH berharap agar kegiatan hari ini dapat mencapai target yang ditentukan dan berharap yang datang ke Faskes(fasilitas kesehatan) adalah pasangan usia subur.

Fatmawati mengingatkan kembali, pengharagaan dari BKKBN RI yang telah didapatkan oleh Bupati Majene berupa Manggala Karya Kencana (MKK) adalah Penghargaan tertinggi dari Kepala BKKBN yang diberikan kepada Bupati atas prestasi, komitmen, dukungan dan dharma baktinya yang besar serta kepemimpinanya dalam pelaksanaan program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pengembangan Keluarga (KKBPK) di wilayahnya.

“Insyaa Allah akan menjadi motivasi bagi kami selaku mitra dari pemerintah yang juga akan selalu turut serta menyukseskan program keluarga berencana, karena kami punya motivasi dan tanggung jawab yang besar terhadap pelayanan KB,” kata Fatmawati yang juga adalah istri bupati Majene ini.

Kadis PP & KB dr. Hj. Wahida sedang diwawancara oleh Kasubag Protokol dan komunikasi pimpinan daaerah Majene, Sufyan Ilbas. (ist)

Untuk di Majene, kata dia, selalu ada sinergitas pada saat hari Kesatuan Gerak PKK untuk melakukan gerakan KB dan kesehatan di semua kecamatan dan desa.

“Kita selalu melakukan gerakan KB – Kesehatan disemua kecamatan dan Desa se Kab. Majene, dan Alhamdulillah atas support dari Pemkab Majene hingga kami juga sukses membangun pelayanan KB,” ujar bunda PAUD ini.

Fatmawati juga berpesan kepada para Ibu Ibu Akseptor KB supaya tetap mohon ijin dan minta restu kepada suami bila ingin pasang KB.

“Kalau mau pasang KB harus izin dulu sama suami ya ibu-ibu,” pesan sosok yang dikenal super sibuk ini mengurus Palang Merah Indonesia Majene.

Editor : Daeng Nompo

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *