AST Maju di Pilbup Majene 2020, Penggantinya Sebagai Sekda Segera Dilantik Berinisial AA

- in BERITA, MAJENE, SULBAR
304
0

AST Maju di Pilbup Majene 2020, Penggantinya Sebagai Sekda Segera Dilantik Berinisial AA

Kursi dan meja terlihat rapi dengan jarak 1,5 sesuai protokol Covid19 yang teah diatur pihak Protokoler Humas Setda Majene. Suasana ini adaah perisapn untuk pelantikan Penjabat Sekda Majene pada Selasa 2 Juni 2020. (ist).

 

SANDEQPOSNews.com, Majene – Pengganti Sekda kabupaten Majene akan segera dilantik, di ruang pola kantor bupati, Selasa (2/6/2020) pagi, sekira pukul 09:00, Waktu Indonesia tengah.

Achamd Syukri Tammalele (Eks) Sekda Majene sebelumnya mengundurkan diri dari jabatannya karena (berniat) maju ke pemilihan bupati Majene 2020, jika tidak ada hambatan akibat Covid19.

Akibat kosongnya jabatan ini, bupati Majene H. Fahmi Massiara akan melantik Penjabat Sementara (Pjs) Sekda Majene untuk mengisi kekosongan jabatan sementara tersebut.

Informasi ini diperoleh dengan beredarnya undangan pelatikan ke sejumlah pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Porkopimda) Majene, siang tadi, Senin (1/5).

Hal itu dibenarkan oleh Kasuba Protokoler dan komunikasi pimpinan daerah, Sufyan Ilbas mengatakan, besok Selasa pelantikan itu akan dilaksanakan di ruang pola kantor bupati.

“Sesuai protokol kesehatan Covid19, maka dalam pelantikan itu jumlah undangan dibatasi hanya 40 kursi dengan jarak 1,5 meter,” kata Sufyan, Senin malam ini lewat WhatsAap (WA).

Sufyan menambahkan, sebelumnya ruang pola itu bisa memuat sampai 250 kursi saat kondisi normal (tidak Covid19).

“Jadi tetap jaga jarak, ada disiapkan pembersih tangan dari kuman (hand sanitizer) serta alat untuk memeriksa tubuh (termometer) sebelum masuk ke dalam ruang pola,” imbuhnya.

Sufyan memberitahu kepada awak media yang tidak sempat meliput langsung, pihak Humas melakukan siaran langsung (Streaming) melalui media sosial facebook.

“Bisa disaksikan via live straming akun Fb Humas Pemkab Majene,” ujarnya.

Telusuran SANDEQPOSNews.com, belum memperoleh jawaban pasti siapa Penjabat Sekda yang akan dilantik itu. Namun beredar isu jika yang akan dilantik itu seorang pejabat eselon berinisial AA.

“Sepertin berinisial AA, perempuan kayaknya,” insting seorang jurnalis dalam grup jurnalis Majene.

Baca juga 

Inilah Perpres Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah

Dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 214 ayat (5) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, pada 2 Februari 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Penjabat Sekretaris Daerah (tautan: Perpres Nomor 3 Tahun 2018).

Menurut Perpres ini, Penjabat Sekretaris Daerah diangkat untuk melaksanakan tugas sekretaris daerah yang berhalangan melaksanakan tugas karena: a. sekretaris daerah tidak bisa melaksanakan tugas; dan/atau b. terjadi kekosongan sekretaris daerah.

Sekretaris daerah dinyatakan tidak bisa melaksanakan tugas, menurut Perpres ini, karena: a. mendapat penugasan yang berakibat sekretaris daerah tidak dapat melaksanakan tugas dan fungsinya paling singkat 15 (lima belas) hari kerja dan kurang dari 6 (enam) bulan;  atau b. menjalankan cuti selain cuti di luar tanggungan Negara.

Adapun kekosongan sekretaris daerah, menurut Perpres ini, terjadi karena sekretaris daerah: a. diberhentikan dari jabatannya; b. diberhentikan sementara sebagai pegawai negeri sipil; c. dinyatakan hilang; atau d. mengundurkan diri dari jabatan dan/atau sebagai pegawai negeri sipil.

Tonton Video Ini : https://www.youtube.com/watch?v=gaK3cE2DLGY&t=51s

Mengundurkan diri sebagaimana dimaksud, termasuk pengunduran diri sekretaris daerah karena mencalonkan diri dalam pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah,” bunyi Pasal 3 ayat (2) Perpres ini.

Disebutkan dalam Perpres ini, kepala daerah menunjuk pelaksana harian apabila: a. sekretaris daerah tidak bisa melaksanakan tugas kurang dari 15 (lima belas) hari kerja; atau b. dalam proses penerbitan keputusan pemberhentian sekretaris daerah kurang dari 7 (tujuh) hari kerja dan/atau pengangkatan penjabat sekretaris daerah.

Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat, menurut Perpres ini, mengangkat penjabat sekretaris daerah provinsi untuk melaksanakan tugas sekretaris daerah provinsi setelah mendapat persetujuan menteri yang menyeleranggakan urusan pemerintahan dalam negeri.

Sedangkan Bupati/Wali kota mengangkat penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota untuk melaksanakan tugas sekretaris daerah kabupaten/kota setelah mendapat persetujuan gubernur sebagai wakil pemerintah pusat.

Masa jabatan penjabat sekretaris daerah sebagaimana dimaksud paling lama 6 (enam) bulan dalam hal sekretaris daerah tidak bisa melaksanakan tugas dan paling lama 3 (tiga) bulan dalam hal terjadi kekosongan sekretaris daerah,” bunyi Pasal 5 ayat (3) Perpres ini.

Penjabat sekretaris daerah yang diangkat karena sekretaris daerah tidak bisa melaksanakan tugas, menurut Perpres ini, meneruskan jabatannya paling lama 3 (tiga) bulan berikutnya apabila terjadi kekosongan sekretaris daerah.

Internasional

Tonton Videonya, Support : Subscribe, Like, & Share

Kriteria

Dalam Perpres ini disebutkan, calon penjabat sekretaris daerah diangkat dari pegawai negeri sipil (PNS) yang memenuhi persyaratan di antaranya: a. menduduki jabatan pemimpin tinggi pratama eselon II/a untuk penjabat sekretaris daerah provinsi atau menduduki jabatan pemimpin tinggi pratama eselon II/b untuk penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota; b. memiliki pangkat paling rendah Pembina utama muda golongan IV/c untuk penjabat sekretaris daerah provinsi dan pangkat Pembina I golongan IV/b untuk penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota; dan c. berusia paling tinggi 1 (satu) tahun sebelum mencapai batas usia pensun.

Menurut Perpres ini, Gubernur sebagai wakil Pemerintah Pusat mengusulkan 1 (satu) calon penjabat sekretaris daerah provinsi kepada menteri paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak sekretaris daerah provinsi tidak bisa melaksanakan tugas atau terjadinya kekosongan sekretaris daerah provinsi.

Selanjutnya Menteri menyampaikan persetujuan atau penolakan calon penjabat sekretaris daerah provinsi yang diusulkan Gubernur, paling lambat 5 (lima) hari kerja terhitung sejak diterimanya surat dari Gubernur.

Menteri dianggap memberikan persetujuan apabila dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud (5 hari kerja) tidak menyampaikan persetujuan atau penolakan,” bunyi Pasal 7 ayat (4) Perpres ini.

Sementara dalam hal Menteri menolak, gubernur menyampaikan usulan baru penjabat sekretaris daerah paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak diterimanya surat penolakan Menteri.

Ketentuan yang sama juga berlaku dalam pengajuan calon penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota kepada gubernur.

Penjabat sekretaris daerah, menurut Perpres ini, dilantik oleh penjabat Pembina kepegawaian paling lama 5 (lima) hari kerja terhitung sejak keputusan pengangkatan penjabat sekretaris daerah ditetapkan.

Dalam hal jangka waktu 3 (tiga) bulan terjadinya kekosongan sekretaris daerah terlampaui dan sekretaris daerah definitif belum ditetapkan, Perpres ini menyebutkan: a. menteri menunjuk penjabat sekretaris daerah provinsi yang memenuhi persyaratan; dan b. gubernur menunjuk penjabat sekretaris daerah kabupaten/kota yang memenuhi persyaratan.

Ditegaskan, ketentuan dalam Peraturan Presiden ini juga berlaku untuk Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Provinsi Aceh, Provinsi Papua, dan Provinsi Papua Barat,  sepanjang tidak diatur dalam peraturan undang-undang yang mengatur keistimewaan dan kekhususan daerah tersebut.

Peraturan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan,” bunyi Pasal 14 Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2018, yang telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly pada 6 Februari 2018 itu.

*Berkomentarlah di kolom komentar dibawah dengan bijaksana yang menginspirasi dan bertanggung jawab.Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti yang diatur dalam UU ITE.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *